Stavanger, 2 Oktober 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


PLUS II + YUSUF DAUD SI PAK MUDIM KRUNGKÖNG PASIE 'LHOK DAN TUMPUKAN "HAJATNYA".

Omar Puteh

Stavanger - NORWEGIA.

 

 

MASIH MENYOROT YUSUF DAUD SI PAK MUDIM KRUNGKÖNG PASIE 'LHOK DAN TUMPUKAN "HAJATNYA".

 

Dulu ketika dikampung saya, saya pernah diceritakan sebuah cerita humor dalam bahasa Inggeris oleh guru bahasa Inggeris saya: Enchik Usman Langkawi.  Saya belajar bahasa Inggeris dengan beliau, hampir mendekati 2 bulan saja.

 

Pembelajaran bahasa Inggeris diberikan kepada saya itu, hanya penekanan kepada cara membaca dan antonasi saja, itu saja.

 

Enchik Usman Langkawi, asal dari Pulau Langkawi, Malaysia ini, adalah orang yang pertama sekali di seluruh Achèh yang menaikan merah putih, disebuah tiang bendera di Kota Langsa, Achèh.

 

Mengetahui sejarah ini, maka pihak RI -Jawa Jokya di Jakarta terus memanggilnya untuk tawaran menjadi kandidat Duta Besar RI-Jawa Jokya, di Mexico, tetapi beliau menolaknya.  Sayapun tidak sampai menanyakan mengapakah beliau menolaknya. 

 

Jadi berbeda sekali dengan paparan cerita dari sejarah yang tertulis dalam 30 tahun Indonesia Merdeka yang ada pada Tengku Ahmad Hakim Sudirman dan pada Tengku Yusra Habib Abdul Gani yang empat jilid itu.

 

Cerita Enchik Usman Langkawi itu, kiranya untuk menggambarkan sebuah tingkah laku seseorang dalam masyarakat yang bertingkah majemuk alami?

 

Cerita singkatnya saya paparkan dalam bentuk begini:

Ada seseorang yang hendak membuang "hajat"nya ditempat umum. Tempat seperti itu sepatutnya tolong-menolong menjaganya, agar senantiasa bersih dalam konteks civic misi.

 

Tetapi sememangnya dia mau juga mengotori tempat umum yang sepatutnya dijaga bersih itu. Itulah tingkah-lakunya dan itulah perangainya yang mungkin sudah terbawa secara genetika, yang kemudian berkembang dan membentuk sifat kearah kestrukturan jiwa lain, yang masing-masing pula berbeda sehingga berplesiran ke akhir poinnya.

 

Mungkin ini juga merupakan sebahagian dari sebahagian tingkah laku majemuk alami dalam dirinya, yang dalam perjalanannya berbaur pula menjadi sebahagian bentukan baru dari akibat benturan pada sisi-sisi masyarakat bertingkah laku majemuk yang lain baik yang ternilai negatip, normal atau wajar.

 

Maka terkisahlah kembali....................Dia terus membandalkan dirinya, mengenyamping segala kewajaran sesuatu tingkah laku. Maka dengan tidak perlu lagi pikir ini dan itu, dilorotkannyalah celananya dan kemudian: Plup satu tumpukan "hajat" nya yang pertama ditulisnya dilantai sebuah taman umum (katakanlah pemisalan seperti penulisan di sebuah taman internet, mengambil kopi cuplikan tulisan Karbala dan bukan "kopi tjawoë" Mustafa Abubakar Gubernur Achèh di Australia yang berkantoran di Hållefors, Fitya, Norsborg, Swedia).

 

Dan yang kedua satu lagi plup dan berikutnya plup-plup-plup dan setelah beberapa plup lagi selesailah tugasnya dengan misi ekstensi tingkah laku majemuk alaminya untuk menumpukkan "hajat-kotor"-nya?

 

Apakah yang dia lakukan sedemikian rupa, sememangnya sudah tergambar, computerized dalam benaknya secara alami?

 

Penjaga taman kebersihan umum sebenarnya sudah memperhatikan terhadap semua gerak-geriknya, sebaik saja dia coba melangkah kearah taman umum itu, apalagi karena kemasukkannya bersendirian ketaman umum itu, bukan pada masa kunjungan biasa.

 

Pap, dipeganglah lengannya si Waydee, waydee memang namanya.  Apa engkau lakukan ditaman umum yang sepatutnya senatiasa terjaga  bersih, hardik si penjaga kebersihan taman umum itu.

 

Oh, saya membuang "hajat", karena sudah tersesak sangat enchik, balasnya.  Inikan tempat umum berkunjung, mengapakah engkau lakukan pembuangan "hajat" engkau disini? ulang tanya datang dari si penjaga taman umum itu lagi.

 

Tetapi ini, ini, enchik ramai orang sudah menumpukkan "hajat-hajat-nya".  Inikan engkau yang telah lakukan menumpukan "hajat-hajat"-mu, saya sudah lihat dan saya telah perhatikan, walaupun dari kejauhan sanggah cepat, si penjaga kebersihan taman itu. 

 

Tetapi dasar orangnya, sianak yang mungkin tingkahnya dalam bertingkah sudah menjadi bawaan genetika, walaupun orang sudah dapat menujukkan pembuktian bahwa, tumpukan "hajat-hajat"-nya adalah kepunyaannya, apalagi pembuktian tumpukan "hajat"-nya itu, dibuktikan oleh penjaga taman itu dengan menunjukkan  IP "hajat"-nya, yang sama-serupa, untuk setiap tumpukan "hajat-hajat"nya, namun dicoba juga membantahnya, dasar orangnya.....................................!

 

Demikianlah kisah Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk, yang ketangkap basah sedang jongkok ditaman internet-nya Paya Bujok, ketika coba menumpukkan "hajat"-nya kembali seolah-olah dia sedang mencuci "hajat tulisan-tulisan kotor dan jahat"-nya pada bulan Ramadhan, bulan suci ini, dengan coba beralih lewat pendiskusian masalah agama dengan Hussaini Daud-Karbala dari Sandnes, dan seolah-olah Paya Bujok itu, bukan nama sebuah kedok atau seolah-olah Paya Bujok itu bukan seorang pemilik kedok jorok.

 

Setelah Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk dengan kedok joroknya: Paya Bujok dari Hållefors, Fitya, Norsborg, Swedia tersingkap, maka dia coba dengan kedok jorok yang sama, dengan mengambil kedok jorok made in Virginia, yang seolah-olah akan bisa mengelirukan Tengku Ahmad Hakim Sudirman.  Nei!

 

Yang lalu juga demikianpula, dia mengakui bahwa, dia bukan saja membuang "hajat"-nya, "berak"-nya di Komune, tetapi katanya juga dia membuang beraknya  di kantor Bibliotek (pustaka umum) dan juga dia mengakui buang beraknya di aetat (kantor tenaga kerja), sebaik menyerahkan diri, mengakui salah diri, setelah berhasil dari dibuntuti terus-terusan oleh Tengku Ahmad Hakim Sudirman.

 

Nah, sekarang dapat kita baca lagi emailnya dengan coba membela dirinya lewat Hussaini Daud-Karbala dari Sandnes dan dengan tangkisan cerita-ceritaan karut bervariasi.

 

Dan coba lagi dan lagi membentangkan seolah-olah dirinya, sebagai orang betul, sedangkan hendak mengekposkan bahwa, Tengku Ahmad Hakim Sudirman tidak.

 

Kalau dia mengatakan dia punya hubungan baik dengan orang Pattani, seolah-olah dia sudah betul.  Orang-orang Pattani itu tidak tahu bahwa, Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk dan sebahagian "orang-orang" Achèh di Swedia yang sudah meninggalkan kesetian (ingat: bukan berseberangan) kepada bangsa Achèh dan Negara Achèh Sumatra/GAM datang kesana karena mengebengkan diri dengan GAM, seolah-olah sebagai orang-orang pejuang GAM, padahal tidak ada masalah apa-apa dengan perjuangan, tetapi karena na meutjilét batjut meu-ubé puréh, sudah mengembar-gemborkan dan pukul canang sebagai tidak bisa tinggal di Achèh dan lari mengebeng dan menenggek diatas kereta api perjuangan bangsa Achèh.

 

Kalau kalian coba membantah, silakan cerita karut kalian di mimbar bebas ini, bagaimana maka kalian sampai meninggalkan Achèh minta suaka politik di Swedia, silakan dengan hormatnya!  silakan tulis!

 

Saya dan rakan saya di Danmark sangat kenal dengan orang Pattani, pada tingkat paling atas.  Begitu juga saya sendiri, sudah berulang kali ditawarkan untuk datang berjumpa dengan pimpinan tertinggi orang Sulawesi di Tawau, Sabah, Malaysia, sebagai mandataris penerus perjuangan Kahar Muzakar.

 

Kalian semua di Swedia, walaupun sudah mengenal dari dekat Tengku Ahmad Hakim Sudirman, tetapi kalian semua sesungguhnya belum mengenal Tengku Ahmad Hakim Sudirman.  Yang sangat mengenal beliau dan keluarga beliau itu, adalah Tengku Ridwan A(bang) Tokyo, sebagaimana saudara Yusra Habib Abdul Gani mengenalnya Tengku Ridwan A(bang) Tokyo.

 

Saya, Omar Putéh telah mengenal Tengku Ahmad Hakim Sudirman sejak 1000 tahun yang silam dan akan terus bersahabat dengan beliau sampai keakhir zaman!

 

.......................................

 

Nah lagi, sekarang kita sudah saksikan tumpukan "hajat" nya atau "berak"-nya Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk, anak yang dikenal paling licik dalam berkelit yang kini sedang berdomisili di Swedia.

 

Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk dengan kedok jorok, Paya Bujok sudah mengirimkan ancaman berulang kali kepada saya.  Ancaman itu telah saya simpan dengan baik serta tersimpan di Swedia dan sudah sepatutnya menjadi perhatian seluruh bangsa Achèh didunia bahwa, itulah Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk, yang juga telah berulang kali berbuat demikian termasuk kepada Tengku Malik Mahmud Tengku Dr Zaini Abdullah, juga ancaman serupa dan berulang juga telah tersimpan dengan baik, walaupun dengan memakai kedok lain.  Insya Allah!  Allah SWT akan melindungi kami.

 

Memang sudah terlalu lama Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk dicurigai memakai kedok jorok Paya Bujok, sebab sebelumnya orang-orang-nya Yusuf Daud Paneuk anak Daud Paneuk, hanya memperlihat gambar kedok joroknya dengan gambar-gambar dari sekumpulan binatang-bintang, tetapi berkat ketekunan liat, Tengku Ahmad Hakim Sudirman dan dengan pertolongan Allah SWT, kiranya tertangkap juga.  Ada babi hutan dan ada babi peliharaan, monyet, beruk, singa tu(h)a ada gambar wanita telanjang, ada gambar yang menggerakkan contoh kemaluan salah satu kemaluan mereka? dan sebagainya.

 

Saya yakin gambar kedok jorok Paya Bujok, berkedokkan babi hutan dan gambar kedok jorok Ibrahim Rgv pula berkedokkan babi peliharaan, dst-nya..........................!

 

Saya percaya lagi suatu waktu, walaupun dengan melewati waktu serentang panjang, namun bagaimanapun nama kedok jorok lain: Abu Meulaboh, Seulawah Agam, Alu Bulôh Sa dll-nya lagi yang sejenisnya akan juga kita ketahui bianatang apa pilihan kedok-kedok jorok mereka masing-masing, akan dapat juga tersingkapkan, karena perbuatan jahat dan kotor, walaupun selama ini coba dilindungi dan dipagari oleh syaitan besar, iblis pemberingis, si djén pari-afrik itam punggong si Gondoruwok brök sifeut akan tertembus juga.  Kata sebuah pepatah Melayu:  Sepandai-pandai tupai melompat, sekali-kali jatuh juga. Insya Allah!

 

(Bersambung: PLUS II + YUSUF DAUD SI PAK MUDIM KRUNGKÖNG PASIE 'LHOK DAN TUMPUKAN "HAJATNYA")

 

Om-Putéh,

Norway

om_puteh@yahoo.com

----------