Banda Aceh, 3 Oktober 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

GAM SECARA INSTITUSI TIDAK IKUT DALAM PILKAPA DAN TIDAK MENGUSUNG KANDIDAT.

Suadi Sulaiman LaweuŽng*

Banda Aceh- ACEH.

 

PERSONAL GAM DIBOLEHKAN MENCALONKAN DIRI DAN DICALONKAN TETAPI TIDAK MENGATASNAMAKAN INSTITUSI GAM.

 

Pemilihan Kepala Pemerintah (PILKAPA) di Aceh sudah sangat dekat, dan pilkapa ini merupakan pemilihan yang pertama kali dilakukan pasca penandatanganan kesepakatan damai antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Sebagaimana lazimnya, semua kandidat yang maju mempunyai hak untuk memperkenalkan diri kepada rakyat. Hal ini dilakukan adalah untuk mencari dukungan dan simpatisan untuk meraup suara sebanyak-banyaknya.

 

Pada hakikatnya, para kandidat tidak boleh mengatasnamakan dan menggunakan simbol-simbol orang lain. Namun yang terjadi selama ini sebagian kandidat yang berpura-pura anggota GAM dan menggunakan simbol GAM dalam mencari simpastisannya di lapangan. Hal ini sangat mengganggu stabilitas pemilihan yang akan berlangsung di Aceh pasca konflik.

 

Siapa pun yang maju ke ajang pesta demokrasi itu, tidaklah "mengambinghitamkan" dan mengorbankan pihak lain, seperti menggunakan logo-logo GAM dalam berbagai macam latarbelakang, baik dalam adventorial maupun bentuk lainnya.

 

Menanggapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla tentang pilkapa di Aceh Desember mendatang. Wapres mengatakan bahwa, jika GAM memenangkan pilkapa tahun tidak jadi masalah. Hal ini dikatakannya di Madrid, Sapanyol (30/09), dalam acara symposium perdamaian dunia. Untuk diketahui bahwa, GAM tidak mengusung satu kandidat pun pada pilkapa Desember mendatang.

 

Pasangan Drh. Irwandi Yusuf. Msc-Muhammad Nazar, S.Ag bukanlah calon yang mewakili GAM. Mereka maju ke ajang pesta tersebut hanya karena ambisiusnya untuk kekuasaan Gubernur/ wakil. Jadi, semua elemen masyarakat harus tahu bahwa, mereka bukan pasangan dari GAM. Irwandi Yusuf hanya didelegasikan oleh pimpinan GAM sebagai Representatif GAM di AMM, dan bukan untuk calon Gubernur. Masa tugas AMM sekarang sudah selesai, maka otomatis tugas Irwandi juga selesai. Dengan demikian, saat dia maju ke pilkapa berarti dia bukan calon yang diusungkan oleh GAM, itu bukan.

 

Kini juga harus kita lihat bahwa, dalam pencalonan Gubernur/ wakil, Bupati/ wakil, dan Walikota/ wakil, supaya salah satu di antara kandidat tidak ada yang ganda jabatan, baik dia bekerja di pemerintahan maupun di lembaga-lembaga swasta serta lembaga kemanusiaan. Kita sebagai rakyat harus memberikan mereka untuk lebih fokus kepada soal pilkapa, dan tidak tidak terhambat dengan tugas awalnya. Apalagi, kalau kandidat tersebut bekerja di sebuah lembaga yang intens, rutinitas dan netral dalam segala hal. Inilah yang sangat penting. Supaya dengan kemenangan yang didapatinya nanti tidak akan terjadinya status quo, kalau ini terjadi maka Aceh akan kembali seperti semula. Belum lagi kita bicara soal kepemimpinan calon-calon baru yang masing sangat rendah pengetahuan dan pengalaman kepemimpinannya.

 

Sedangkan Muhammad Nazar adalah, sipil yang pro demokrasi yang tergabung dalam Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) dan bukan GAM. Nazar bukan GAM sama sekali, dia hanya sebatas mahasiswa dan aktivis. Dia maju ke pilkapa juga bukan utusan GAM, Irwandi-Nazar maju karena ambisinya saja.

 

Saya informasikan kepada seluruh komponen masyarakat bahwa, GAM tidak mengusung satu kandidat pun di pilkapa mendatang, Irwandi-Nazar bukan pasangan yang dicalonkan oleh GAM. Komite Independen Pemilu (KIP) harus memverifikasi kejelasan latar belakang (back groud) poster, baliho, spanduk dan sejenis yang dipasang (diedar) oleh para kandidat. Karena, ada logo-logo GAM yang digunakan untuk mencapai tujuan birahinya dengan mengorbankan orang lain. Kepada seluruh rakyat agar dalam pilkapa nanti, jangan salah pilih. Rakyat harus hati-hati dalam memberikan suara kepada salah satu kandidat.

 

Wassalam,

 

Suadi Sulaiman LaweuŽng

*Deputy Humas dan Penerangan Majlis GAM Wilajah PidiŽ

----------