Stockholm, 5 Oktober 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

AL-AHZAB 33:28-34, AL-MAIDAH 5:6, HUD 11:72-73  DAN HADITS AL-KISA TIDAK MEMBUKTIKAN ADANYA HUBUNGAN ANTARA MAKSUM DAN AHLUL BAIT.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

AKHIRNYA HASIL GALIAN AL-AHZAB 33:28-34, AL-MAIDAH 5:6, HUD 11:72-73  DAN HADITS AL-KISA TIDAK MEMBUKTIKAN ADANYA HUBUNGAN MAKSUM DAN AHLUL BAIT.

 

Dalam tulisan ini merupakan kesimpulan dari tulisan “Melihat dibalik Al-Ahzab 33:28-34, Al-Maidah 5:6 dan Hud 11:72-73 dihubungkan dengan maksum dan Ahlul bait” ( http://www.dataphone.se/~ahmad/061003b.htm ) dan tulisan “Masih menggali Al-Ahzab 33:28-34 yang diperluas dengan hadits Al-Kisa dihubungkan dengan maksum dan Ahlul bait” ( http://www.dataphone.se/~ahmad/061004.htm ) dan sekaligus sebagai suatu jawaban atas pertanyaan apakah ayat 33 dalam surat Al Ahzab itu adalah dasar kekuatan nash maksumnya ahlul bait?

 

Setelah kita menggali Al-Ahzab 33:28-34, Al-Maidah 5:6, Hud 11:72-73 dan hadist Al-Kisa dalam usaha mencari jawaban apakah ada kekuatan nash yang bisa dijadikan sebagai fakta, bukti dan hukum yang kuat yang bisa membuktikan adanya hubungan atau korelasi antara maksum atau bebas dari dosa dan Ahlul bait.

 

Ternyata setelah digali dalam nash yang tertuang dalam ayat 28 sampai ayat 34 dalam surat Al-Ahzab, juga dalam ayat 6 surat Al-Maidah, dan juga ayat 72 dan ayat 73 dalam surat Hud, serta yang terkandung dalam hadits Al-Kisa, maka tidak ditemukan fakta, bukti dan hukum yang kuat yang mengacu kepada nash tersebut yang memberikan jalan adanya hubungan kuat antara maksum dan ahlul bait.

 

Dalam ayat 33 surat Al-Ahzab tidak ditujukan langsung bahwa ahlul bait itu adalah Ali, Fatimah, Hasan dan Husen. Karena itu ketika Rasulullah saw mendapat wahyu ayat 33 surat Al-Ahzab mengetahui dengan bimbingan Allah SWT bahwa dalam ahlul bait itu tidak dimasukkan Ali, Fatimah, Hasan dan Husen, melainkan instri-istri Rasulullah saw saja, maka begitu selesai ayat 33 surat Al-Ahzab diturunkan, langsung Rasulullah saw memanggil Fatimah, Hasan dan Husen dan menyelimuti mereka termasuk Ali dengan Kisa (kain Yaman). Kemudian Rasulullah saw berdo’a: ”Ya Allah ! mereka adalah Ahl al-Bait aku maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka dengan sebersih-bersihnya.”

 

Nah, itulah butiran ayat 33 surat Al-Ahzab yang menyangkut ahlul bait yang kedalamnya dimasukkan Ali, Fatimah, Hasan dan Husen bersama-sama istri-istri Rasulullah saw sebagaimana yang difirmankan dalam surat Al-Ahzab 33: 28-32. Kemudian do’a Rasulullah saw yang isi do’anya bahwa mereka (Ali, Fatimah, Hasan dan Husen) adalah juga ahlul bait-nya semoga dihilangkan dosa mereka dan dibersihkan sebersih-bersihnya.

 

Nah sekarang, dengan berdasarkan kepada surat Al-Ahzab 33: 28-34 dan hadits Al-Kisa tersebut terjawablah sudah pertanyaan “apakah ayat 33 dalam surat Al Ahzab itu adalah dasar kekuatan nash maksumnya ahlul bait?”

 

Yaitu do’a Rasulullah saw untuk memasukkan Ali, Fatimah, Hasan dan Husen kedalam ahlul bait dan memohon Allah SWT menghilangkan dosa dari Ali, Fatimah, Hasan dan Husen dan membersihkan mereka dengan sebersih-bersihnya, maka itu membuktikan bahwa ahlul bait dalam hal ini Ali bin Abi Thalib, Fatimah Zahrah, Hasan bin Ali bin Abi Thalib dan Husen bin Ali bin Abi Thalib adalah tidak maksum. Ali bin Abi Thalib, Fatimah Zahrah, Hasan bin Ali bin Abi Thalib dan Husen bin Ali bin Abi Thalib adalah sama seperti istri-istri Rasulullah saw sebagaimana yang tertuang dalam ayat 28 sampai 32 surat Al-Ahzab yaitu golongan ahlul bait yang tidak maksum.

 

Terakhir, semoga dengan penjelasan ini kita semua mendapat gambaran secara nash bahwa menggolongkan ahlul bait terutama Ali bin Abi Thalib, Fatimah Zahrah, Hasan bin Ali bin Abi Thalib dan Husen bin Ali bin Abi Thalib kedalam golongan orang-orang maksum adalah tidak ada fakta, bukti hukum dan nash-nya yang kuat. Semoga kita semua tetap diberi pertolongan dan petunjuk oleh Allah SWT, amin.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------