Stockholm, 25 Oktober 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

ORANG YANG MAU MEMPERJUANGKAN ACHEH MEMAKAI JARINGAN ROTI JALA BUATAN KUALA LUMPUR.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG MAU MEMPERJUANGKAN ACHEH MEMAKAI JARINGAN ROTI JALA BUATAN KUALA LUMPUR.

 

“Dia memang terkesan asal oceh, dia juga menganggap dirinya yang paling pintar dan paling hebat, dia juga tidak mau dikritik oleh orang lain. Merasa lebih tahu masalah Aceh, padahal pengetahuannya tentang masalah Aceh tidaklah seujung kuku jari kita.“ (Siti Maryam Ali Noordien,  sitimaryam_acheh@yahoo.com , 25 oktober 2006 04:48:44)

 

Kelihatannya sdr Siti Maryam Ali Noordien yang melambungkan hasil pikirannya melalui server XDSLSTREAMYX milik Telekom Malaysia Berhad, Kuala Lumpur, Malaysia mencoba untuk memformulasikan hasil perasan pikirannya yang menyangkut sejarah Acheh dalam bentuk langkah awal dengan mengajukan jurus “Merasa lebih tahu masalah Aceh, padahal pengetahuannya tentang masalah Aceh tidaklah seujung kuku jari kita.“

 

Nah, di mimbar bebas ini kita ingin melihat, membaca dan menganalisa hasil perasan pikiran sdr Siti Maryam Ali Noordien yang menyangkut tentang sejarah Acheh yang katanya memiliki pengetahuan tentang Acheh tidak seujung kuku jari.

 

Sekarang coba dipersilahkan sdr Siti Maryam Ali Noordien untuk membeberkan tentang sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dengan disertai fakta dan bukti hukum yang kuat untuk bisa dijadikan sebagai dasar argumentasi bahwa Acheh dianeksasi atau dijajah oleh pihak RI.

 

Dimana nantinya setelah sdr Siti Maryam Ali Noordien menjelaskan secara terperinci dan sistematis serta ilmiah tentang hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI kita akan mengujinya dan membandingkannya secara sistematis dan ilmiah apakah memang benar apa yang ditulis oleh  sdr Siti Maryam Ali Noordien, atau hanya sekedar angin kosong yang tidak mempunyai kekuatan sedikitpun guna dipakai sebagai dasar argumentasi fakta dan bukti hukum kuat Acheh untuk dijadikan sebagai senjata pembebasan Acheh.

 

Nah, sambil kita bersama-sama menunggu sdr Siti Maryam Ali Noordien mempersiapkan karya ilmiahnya tentang Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI, kita akan mengupas lebih lanjut apa yang telah dinyatakan oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien dalam tanggapannya itu.

 

Sdr Siti Maryam Ali Noordien seterusnya menulis “Strategy Intelijen ( Intelijen Informasi ) yang dia gunakan selama ini adalah dengan cara menggunakan jembatan sejarah, terutama sejarah Aceh. Dengan mencari ruang lingkup ini maka dia boleh bebas berberak. Karena dia yakin, banyak 'syedara ' kita yang tidak mempelajari sejarah.”

 

Nah, kelihatan disini sdr Siti Maryam Ali Noordien tidak mengerti dan tidak memahami apa itu yang dinamakan dengan strategy intelijen ( intelijen informasi )? Mengapa? Karena Sdr Siti Maryam Ali Noordien tidak memahami strategy intelijen ( intelijen informasi ), sehingga ketika ia membaca apa yang telah dikupas oleh Ahmad Sudirman yang menyangkut Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI, maka ia menganggap bahwa kupasan tersebut adalah merupakan strategy intelijen ( intelijen informasi ) yang seterusnya di-supply ke BIN di Jakarta.

 

Nah, itulah kesimpulan yang diambil oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien tentang apa yang ditulis oleh Ahmad Sudirman yang menyangkut hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI.

 

Padahal sebenarnya kalau sdr Siti Maryam Ali Noordien mengerti dan memahami pengertian kata-kata  strategy intelijen ( intelijen informasi ) dihubungkan dengan BIN, maka apa yang dibeberkan oleh Ahmad Sudirman yang menyangkut  hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI bukan merupakan keuntungan bagi pihak BIN, tetapi sebaliknya, justru pihak BIN telah kebobolan oleh adanya pembeberan tentang hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI. Atau dengan kata lain benteng pertahanan Acheh yang dijaga oleh pihak BIN telah bisa dirobohkan dan dihancurkan oleh adanya serangan yang terkumpul dalam gulungan hasil pemikiran yang dituangkan dalam bentuk uraian yang terarah, sistematis dan ilmiah yang mengandung butiran-butiran sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI serta kaitannya dengan penganeksasian dan pendudukan yang dilakukan oleh pihak RI yang diluncurkan oleh Ahmad Sudirman.

 

Jadi, kalau memang sdr Siti Maryam Ali Noordien memiliki amunisi baru yang isinya menyangkut  hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dengan disertai fakta dan bukti hukumnya mau dilambungkan dimimbar bebas ini bisa jadi akan diambil oleh pihak BIN untuk dipakai sebagai alat memukul serangan yang dilancarkan oleh Ahmad Sudirman yang diarahkan ke pihak BIN tersebut.

 

Karena itu pihak BIN sekarang sedang menunggu-nunggu karya ilmiah sdr Siti Maryam Ali Noordien tentang Acheh, harap-harap karya ilmiahnya itu bisa memperkuat pihak BIN guna selanjutnya dipakai sebagai bahan amunisi untuk menyerang balik pukulan Ahmad Sudirman yang telah berhasil merobohkan benteng Acheh yang dibangun salah satunya oleh BIN dibawah pimpinan Syamsir Siregar.

 

Selanjutnya, kita secara bersama-sama akan mengupas apa yang dinyatakan oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien ”Yang sangat kita sayangkan, ada sebahagian dari syedra kita, macam Pak Cik Razali Paya Bujok Lorong C - Langsa. Menyembah - nyembah dan manut kepadanya. Memang hal ini wajar terjadi memandangkan ilmu beliau juga walau  sudah tua masih dangkal dalam " sejarah perjuangan '" Aceh.”

 

Nah, Teungku Omar Puteh tidak menyembah dan manut kepada Ahmad Sudirman, tetapi beliau adalah memilki ilmu tentang sejarah Acheh yang luas, sehingga ketika Ahmad Sudirman membeberkan uraian sejarah Acheh yang terperinci, sistematis dan ilmiah tersebut, dengan mudah dapat dimengerti dan dipahami oleh Teungku Omar Puteh.

 

Justru, yang disayangkan adalah pihak sdr Siti Maryam Ali Noordien yang sampai detik sekarang ini tidak pernah sedikitpun mengupas tentang sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan pekembangan RI dalam kaitannya dengan proses penganeksasian dan pendudukan yang dijalankan oleh pihak RI.

 

Nah, justru orang-orang semodel atau se-type sdr Siti Maryam Ali Noordien yang katanya memiliki pengetahuan Acheh lebih besar dan lebih banyak dibandingkan dengan pengetahuan sejarah Acheh yang dimiliki oleh Teungku Omar Puteh, tetapi dalam kenyataannya tidak pernah terlihat sekalimatpun yang isinya mengarah kepada sejarah Acheh dan kaitannya dengan proses penganeksasian dan pendudukan pihak RI terhadap Acheh.

 

Jadi, bagi  sdr Siti Maryam Ali Noordien agar supaya tidak dikenakan dan dinyatakan sebagai orang yang hanya pandai berbicara yang isinya kosong, maka untuk membuktikan bahwa sdr Siti Maryam Ali Noordien mampu untuk memperjuangkan kemerdekaan Acheh melalui salah satunya senjata sejarah Acheh hubungannya dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dipersilahkan untuk membeberkan hasil penelitian ilmiah sejarah Acheh itu, agar supaya kita bisa mengerti dan bisa memahami yang lebih mendalam, dan sekaligus Ahmad Sudirman bisa membandingkan apakah memang benar dan ada fakta dan bukti hukumnya atau tidak.

 

Kemudian juga kita secara bersama-sama akan meneliti apa yang dikatakan oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien yaitu ”Kini semakin hari semakin nyata bagi kita, siapa sebenarnya Ahmad Sudirman ini. Kalau dulu dia dengan berbagai cara ini masuk dan menerobos pertahanan GAM, pada saat setelah dia berhasil masuk ke kubu GAM melalui 'Pak Cik' kita Razali Paya. Mulailah sang Ustad kita mengacaukannya dari dalam.”

 

Nah, disinipun kelihatan dengan jelas bahwa sdr Siti Maryam Ali Noordien tidak mengerti dan tidak memahami sejarah GAM di Swedia dihubungkan dengan Ahmad Sudirman. Mengapa ?

 

Karena pertama, Ahmad Sudirman tidak melakukan penerobosan kedalam pertahanan GAM melalui Teungku Omar Puteh. Kedua, Pimpinan Tinggi GAM telah mengenal Ahmad Sudirman sejak 1981 dan bukan hal yang baru tentang hal jalinan hubungan kemanusiaan. Ketiga, Ahmad Sudirman tidak melakukan tindakan pengkacauan dari dalam tubuh GAM. Keempat, Ahmad Sudirman secara penuh mendukung dan menyokong perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya. Kelima, Ahmad Sudirman menggali, membaca, meneliti, memahami dan menganalisa tentang Acheh hubungannya dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dikaitkan dengan penganeksasian dan pendudukan pihak RI terhadap Acheh. Keenam, Ahmad Sudirman sebagai seorang yang melihat GAM dari luar berusaha untuk mempertahankan perjuangan GAM dengan melalui penulisan untuk meluruskan dan membetulkan tanggapan-tanggapan yang menyimpang yang dikenakan kepada GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Seterusnya kita akan mengulit apa yang ditulis oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien ”Lihat saja upaya adu domba dalam tubuh GAM yang sedang dia jalankan. Kali ini, sasarannya adalah Bang Bachtiar Abdullah dan Bang Munawar Liza. Dia sedang menggalang opini untuk mengadu domba antara Elit muda GAm dengan Elit tua. Dia akan merasa puas kalau sekiranya GAM itu telah tercerai berai.”

 

Nah disinipun sdr Siti Maryam Ali Noordien ketika menuliskan hasil pikirannya itu isinya hanya berupapa gumpalan-gumpalan buih yang kosong dan hampa saja. Mengapa ?

 

Karena, kalau Ahmad Sudirman mengupas dan menulis tentang saudara Munawarliza Zein dan saudara Bakhtiar Abdullah dihubungkan dengan masalah top-down dan buttom-up yang berkaitan dengan demokrasi model partai Sosial Demokrat Swedia dengan Olof Palme Center-nya dan dihubungkan dengan GAM, memang benar fakta dan bukti hukumnya. Coba saja teliti yang dilakukan oleh saudara Munawarliza Zein dan saudara Bakhtiar Abdullah ketika mengaflikasikan istilah buttom-up dalam bentuk penentangan dan pembangkangan terhadap Pimpinan Tinggi GAM melalui cara penggunaan lembaga atau institusi KPA secara resmi bersama saudara Sofyan Dawood untuk dijadikan alat menyokong saudara Irwandi Yusuf dan saudara Muhammad Nazar sebagai calon Kepala dan Wakil kepala Pemerintahan Acheh tanpa mendapat persetujuan hukum dari pihak Pimpinan Tinggi GAM. Dimana fakta dan bukti ini adalah sudah menjadi umum, dimuat di berbagai media massa.

 

Jadi, sekarang kalau Ahmad Sudirman menulis masalah yang menyangkut saudara Munawarliza Zein dan saudara Bakhtiar Abdullah dihubungkan dengan masalah top-down dan buttom-up yang berkaitan dengan demokrasi model partai Sosial Demokrat Swedia dengan Olof Palme Center-nya dan dihubungkan dengan GAM adalah bukan merupakan usaha Ahmad Sudirman untuk mengadu domba antara elit muda GAM dengan elit tua GAM sebagaimana yang dinyatakan oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien.

 

Terakhir, saran Ahmad Sudirman kepada sdr Siti Maryam Ali Noordien yaitu sebelum memberikan tanggapan, maka terlebih dahulu harus dipelajari, diteliti, dianalisa dan dipahami apa yang telah dilambungkan oleh Ahmad Sudirman itu, karena kalau tidak tidak, maka akan jatuh kedalam jurang. Contohnya seperti tanggapan dan analisa sdr Siti Maryam Ali Noordien sekarang ini. Kan hasilnya nihil, dimana maksud dan tujuan dari sdr Siti Maryam Ali Noordien ingin mendapatkan sokongan dan pengertian dari pembaca di mimbar bebas ini, tetapi akhirnya hanyalah sokongan angin saja. Karena memang tanggapan sdr Siti Maryam Ali Noordien adalah tidak lebih dan tidak kurang hanyalah gumpalan asap yang keluar dari hutan yang terbakar saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Received: from [60.48.101.141] by web33014.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Tue, 24 Oct 2006 19:48:44 PDT

Från:  Siti Maryam Ali Noordien sitimaryam_acheh@yahoo.com

Return address: PPDi@yahoogroups.com

Date: 25 oktober 2006 04:48:44

To: PPDi@yahoogroups.com

Subject: Re: «PPDi» DEMOKRASI-IMPORT MADE IN SOSIAL DEMOKTRAT SWEDEN TIDAK AKAN BERJALAN KALAU TIDAK

 

Rekan - rekan seperjuangan ;

 

Sudah beberapa kali saya ingatkan kepada rekan - rekan, kalau bisa jangan coba - coba untuk mendekati Achmad Sudirman. Ustad kita yang satu ini sudah lama terindentifikasi virus " anjing gila ". Jadi sekiranya rekan - rekan tidak ingin terkontaminasi dengan penyakit " sawannya " yang suka " menggonggong " siapa saja yang lewat. Bahkan terkadang gunung juga di " droih " sama beliau. Juga tak kira majikannya sekalipun.

 

Selama ini banyak pihak yang melayan " ocehan dan gonggongannya " yang ngalur ngidul tanpa arah. Sehingga, semakin kita layan, semakin banyak informasi yang keluar dari pihak kita ( Bangsa Aceh ), yang seterusnya dia Supply ke BIN di Jakarta.  Dia memang terkesan asal oceh, dia juga menganggap dirinya yang paling pintar dan dan paling hebat, dia juga tidak mau dikritik oleh orang lain. Merasa lebih tahu masalah Aceh, padahal penetahuannya tentang masalah Aceh tidaklah seujung kuku jari kita.

 

Strategy Intelijen ( Intelijen Informasi ) yang dia gunakan selama ini adalah dengan cara menggunakan jembatan sejarah, terutama sejarah Aceh. Dengan mencari ruang lingkup ini maka dia boleh bebas berberak. Karena dia yakin, banyak 'syedara ' kita yang tidak mempelajari sejarah. Yang sangat kita sayangkan, ada sebahagian dari syedra kita, macam Pak Cik Razali Paya Bujok Lorong C - Langsa. Menyembah - nyembah dan manut kepadanya. Memang hal ini wajar terjadi memandangkan ilmu beliau juga walau  sudah tua masih dangkal dalam " sejarah perjuangan '" Aceh.

 

Kini semakin hari semakin nyata bagi kita, siapa sebenarnya Ahmad Sudirman ini. Kalau dulu dia dengan berbagai cara ini masuk dan menerobos pertahanan GAM, pada saat setelah dia berhasil masuk ke kubu GAM melalui 'Pak Cik' kita Razali Paya. Mulailah sang Ustad kita mengacaukannya dari dalam.

 

Lihat saja upaya adu domba dalam tubuh GAM yang sedang dia jalankan. Kali ini, sasarannya adalah Bang Bachtiar Abdullah dan Bang Munawar Liza. Dia sedang menggalang opini untuk mengadu domba antara Elit muda GAm dengan Elit tua. Dia akan merasa puas kalau sekiranya GAM itu telah tercerai berai.

 

Kepada rekan - rekan ada baiknya berhati - hati, mari kita satukan langkah untuk menghancurkan musuh bangsa. Kepalkan tangan, teriakkan kata " Allhu Akbar, Merdeka...!!! " Hancurlah Indonesia....!!!

 

Saya yakin kali ini si manusia busuk ini pasti akan berikan komen banyak dengan tulisan saya ini. Kalau perlu dia akan memaki alias menggongong kita. Karena dia sangat takut kalau ada pihak yang ingin membocorkan rahasia dan strategy busuknya.

 

Akhir kata salam kompak kepada rekan - rekan seperjuangan.

MERDEKA.

 

Siti

----------