Stockholm, 28 Oktober 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

MENUDUH SEORANG IBU BERJILBAB DI ACHEH YANG MENEMUKAN KARTU ATM BCA UNTUK DIPAKAI MENGAMBIL UANG MILIK SDR VIRASTUTI.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

ADANYA KEJANGGALAN YANG TIDAK MASUK AKAL ATAS KEJADIAN HILANGNYA UANG RP.2.000.000 MILIK SDR VIRASTUTI DARI GERMAN MELALUI MESIN ATM BCA PANGLIMA POLIM, BANDA ACHEH, ACHEH.

 

“Pada hari Minggu tanggal 22 Oktober 2006 saya dalam keadaan tergesa2 mengambil uang di ATM BCA Panglima Polim pada ATM dengan pecahan 100 ribuan. Karena terburu2 kartu ATM saya tertinggal. Setelah saya masuklah seorang ibu, berjilbab. Tepat di luar bilik ATM saya menyadari bahwa kartu saya tertinggal dan saya kembali lagi. Ibu itu sedang menghambur keluar dan ketika saya tanya apakah kartu saya tertinggal dia hanya memalingkan wajah, menggumamkan "saya tidak tahu" dan berlalu dengan becak. Segera saya menghubungi call center BCA dan mendapat informasi bahwa setelah saya menarik uang, ibu tersebut menarik uang lagi, uang dari rekening saya, sejumlah Rp. 2.000.000.“ (Virastuti, me_thenobody@yahoo.de ,23 Oktober 2006, http://www.acehkita.com/?dir=message )

 

Setelah membaca apa yang ditulis oleh saudari Virastuti, me_thenobody@yahoo.de dalam rubrik Surat Anda di Acehkita.com dengan Topik: ”terkejut” yang sebagian isinya seperti yang dikutipkan diatas, maka ada beberapa faktor yang janggal yang tidak bisa masuk diakal atau tidak logis. Mengapa ?

 

Karena, sepengetahuan Ahmad Sudirman dan juga saudari Virastuti di German bahwa untuk mengabil uang dari mesin ATM BCA disamping harus memakai kartu ATM BCA juga harus memakai kode rahasia atau password, biasanya terdiri dari 4 digit atau angka. Bagi siapa saja yang pada saat yang singkat menemukan kartu ATM BCA tanpa mengetahui kode rahasia atau password-nya, maka sampai kiamat, atau baru tiga kali melakukan percobaan dengan menggunakan berbagai macam kode rahasia atau password dan gagal, tidak akan dapat memakai kartu ATM BCA melalui mesin ATM BCA untuk mengambil uang.

 

Jadi faktor yang tidak masuk diakal atau tidak logis dengan apa yang diceritakan oleh saudari Virastuti ini yaitu:

 

Pertama, darimana seorang ibu berjilbab yang dituduh ”mencuri” kartu ATM BCA milik saudari Virastuti dalam waktu yang singkat mengetahui kode rahasia atau password dari kartu ATM BCA itu?

 

Kedua, dalam jangka waktu berapa lama dari sejak saudari Virastuti mengambil uang dengan kartu ATM BCA melalui mesin ATM BCA Panglima Polim dengan waktu mengambil uang Rp. 2.000.000. yang dianggap oleh saudari  Virastuti diambil oleh ibu berjilbab yang telah memakai kartu ATM BCA milik saudari Virastuti?

 

Ketiga, apakah dengan saudari Virastuti yang datang dari German ke Acheh sebagai turis dengan adanya kejadian hilangnya kartu ATM BCA dan hilangnya uang sebanyak Rp. 2.000.000 yang menimpa saudari Virastuti dijadikan alasan untuk menuduh seorang ibu berjilbab di Acheh dihubungkan dengan bulan puasa Ramadhan dan Syariat Islam di Acheh?

 

Keempat, seharusnya saudari Virastuti sebelum menuliskan komentar di Surat Anda di acehkita.com terlebih dahulu mengecek secara teliti, terutama mengenai  kronologis dan teknik pengambilan uang dengan memakai kartu ATM BCA melalui mesin ATM BCA Panglima Polim.

 

Jadi, berdasarkan beberapa faktor yang masih menjadi pertanyaan, maka Ahmad Sudirman masih meragukan kebenaran tuduhan saudari Virastuti dari German ini bahwa seorang ibu berjilbab di Acheh telah menemukan kartu ATM BCA yang selanjutnya ia melalui mesin ATM BCA Panglima Polim mempergunakan kartu ATM BCA temuan itu tanpa kode rahasia atau password mengambil uang sebanyak Rp. 2.000.000 milik saudari Virastuti.

 

Terakhir, mohon agar supaya  saudari Virastuti meneliti kembali secara teliti apakah benar apa yang ditulis oleh saudari Virastuti itu dihubungkan dengan kronologis dan teknik pengambilan uang dengan memakai kartu ATM BCA melalui mesin ATM BCA Panglima Polim.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

http://www.acehkita.com/?dir=message

 

Topik: terkejut

23 Oktober 2006 dari Virastuti, me_thenobody@yahoo.de

 

Pada hari Minggu tanggal 22 Oktober 2006 saya dalam keadaan tergesa2 mengambil uang di ATM BCA Panglima Polim pada ATM dengan pecahan 100 ribuan. Karena terburu2 kartu ATM saya tertinggal. Setelah saya masuklah seorang ibu, berjilbab. Tepat di luar bilik ATM saya menyadari bahwa kartu saya tertinggal dan saya kembali lagi.Ibu itu sedang menghambur keluar dan ketika saya tanya apakah kartu saya tertinggal dia hanya memalingkan wajah, menggumamkan "saya tidak tahu" dan berlalu dengan becak.

 

Segera saya menghubungi call center BCA dan mendapat informasi bahwa setelah saya menarik uang, ibu tersebut menarik uang lagi, uang dari rekening saya, sejumlah Rp. 2.000.000. Saya sungguh terkejut.

 

Sebagai pendatang yang merasa betah di Aceh karena faktor keamanan dan keislamannya saya sangat kecewa. Mengambil uang dari rekening yang bukan miliknya, bukankah sama dengan mencuri ? Di bulan Ramadhan pula !

 

Bagi yang ingin menanggapi, atau malah bila yang bersangkutan membaca surat saya ini, saya mohon kiranya pengembalian uamg tersebut karena uang itu hasil kerja keras kami sekeluarga di perantauan ini untuk bekal pulang nanti. Saya tidak akan memperpanjang masalah, saya bersedia melakukan semua secara anonim. Saya yakin ibu mencuri bukan karena terdesak kebutuhan ekonomi, karena dilihat dari cara berpakaian ibu yang mengesankan rapi, terpelajar dan alim.

 

Ada kamera yng sempat menangkap wajah ibu saat berada di mesin ATM dan saya rasa ibu tidak ingin ini menjadi urusan polisi. Terima kasih atas perhatiannya, semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di bumi Serambi Mekah ini.

----------