Stockholm, 29 Oktober 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

MASIH VIRASTUTI YANG MENUDUH SEORANG IBU BERJILBAB DI ACHEH MENEMUKAN KARTU ATM BCA UNTUK DIPAKAI MENGAMBIL UANG MILIKNYA.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MASIH TETAP ADANYA KEJANGGALAN YANG TIDAK MASUK AKAL ATAS KEJADIAN HILANGNYA UANG RP.2.000.000 MILIK SDR VIRASTUTI DARI GERMAN MELALUI MESIN ATM BCA PANGLIMA POLIM, BANDA ACHEH, ACHEH.

 

Rupanya setelah Ahmad Sudirman memberikan tanggapan atas cerita yang dilambungkan oleh saudari Virastuti tentang hilangnya  kartu ATM BCA ketika mengambil uang di mesin ATM BCA Panglima Polim pada hari Minggu tanggal 22 Oktober 2006 dan hilangnya uang sebanyak Rp.2000.000 muncul tanggapan dari orang yang menamakan putra aceh putraaceh@yahoo.com dengan menulis tanggapannya yang bertopik “Ahmad Sudirman dan ATM BCA”.

 

Ternyata setelah tanggapan putra aceh ini dibaca, diteliti, dianalisa, akhirnya ditemukan bahwa orang yang memakai nama samaran putra aceh ini memang tidak memiliki kartu bank. Mengapa?

 

Karena logika yang dijadikan alasan oleh putra aceh untuk mempertahankan pendapatnya adalah logika yang lemah. Mengapa? Karena:

 

Pertama, traksaksi pengambilan uang memakai kartu bank melalui mesin hanya berlaku satu kali. Misalnya, langkah pertama, masukkan kartu. Lalu dimasukkan kartu. Kedua, tekan kode rahasia atau PIN. Kemudian tekan kode rahasia atau PIN, biasanya 4 nomor angka. Ketiga, tekan berapa banyak uang mau diambil. Lalu tekan satu juta, biasanya ada batas maksimumnya untuk sekali ambil. Keempat, setelah diproses beberapa sekun, ada pemberitahuan, ambil kartu. Lalu kartu keluar sedikit dari lubang mesin tempat memasukkan kartu bank. Kelima, setelah diproses beberapa sekun, lalu keluar uang satu juta.

 

Nah, dari kronologis kejadian cara pengambilan uang melalui mesin tersebut adalah tidak  akan mungkin terjadi uang itu keluar, kalau kartu bank masih ada didalam mesin. Karena sebelum uang keluar, itu kartu bank sudah dikeluarkan otomatis dari dalam mesin, keluar sedikit dari lubang tempat masuknya kartu bank itu. Kalau akan mengambil lagi uang, harus dimasukkan lagi atau ditekan kedalam lagi kartu bank tersebut, setelah masuk kedalam baru diproses kembali. Caranya seperti yang dijelaskan diatas.

 

Jadi, suatu hal atau kejadian yang tidak mungkin akan terjadi uang keluar, tetapi kartu bank masih ada dalam mesin, sebagaimana yang dijelaskan oleh orang yang memakai nama orang aceh tersebut.

 

Selanjutnya, saudari Virastuti memakai email yahoo.de itu ada beberapa alasan yang masuk akal, pertama memang Virastuti tinggal di German. Kedua, Virastuti berada di Indonesia untuk sementara tetapi mendaftar ke Yahoo yang beregister di German. Ketiga, Virastuti memakai email  yahoo.de , karena memang sebelumnya pernah tinggal di German dan terus dipakai alamat email yahoo.de sampai sekarang ketika berada di Acheh. Mana yang benar, maka dipersilahkan saudari Virastuti yang memberikan tanggapannya.

 

Terakhir, jadi lain kali saran Ahmad Sudirman kepada orang aceh yang ber-email putraaceh@yahoo.com sebelum memberikan tanggapan tentang kartu bank dan cara pengambilan uang di mesin bank, harus diteliti dan dipelajari secara seksama. Kalau tidak pernah mengambil uang melalui mesin bank, perlu ditanyakan kepada orang yang bekerja di bank, agar supaya penjelasannya masuk akal, bukan hanya dikarang-karang saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

http://www.acehkita.com/?dir=message

 

Topik: Ahmad Sudirman dan ATM BCA

29 Oktober 2006 dari putra aceh putraaceh@yahoo.com

 

Saya ingin menanggapi komentar Ahmad Sudirman perihal surat Virastuti yang menceritakan keteledorannya sehingga kehilangan duit 2jt.

 

Secara logika, bisa saja si ibu pencuri itu mengambil duit ATM Virastuti. Selama kartu ATM masih di dalam mesin dan belum dibatalkan transaksinya, maka siapa saja masih bisa melanjutkan transaksi tanpa harus menekan nomor pin. Di sinilah keteledoran Virastuti yang keluar begitu saja setelah mengambil duitnya, tanpa menyadari kartu ATM masih di dalam mesin dan belum menutup transaksinya. Begitu logika berpikir saya.

 

Masalah dari German, saya juga tidak setuju dengan logika Ahmad Sudirman. Masak hanya karena Virastuti memakai email yahoo.de langsung menebak dia dari German? Saya sendiri punya email yahoo.uk, tapi belum pernah tuh nginjakkan kaki di negeri Inggris sono. Lain kali kalau mau berlogika yang logis dikit deh.

----------