Stockholm, 29 Oktober 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

CONTOH ORANG YANG MASIH TERBUNGKUS OLEH SUBJEKTIFITASNYA SAJA.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SEDIKIT MENYOROT PANDANGAN SAUDARA RIAYAD YANG MASIH TERBUNGKUS OLEH SUBJEKTIFITASNYA SAJA.

 

”Surat saya singkat, tulisan anda sudah terlalu ngelantur yang menabrak sana sini. Setiap tulisan yang anda kirim selalu ingin mengatakan bahwasanya anda merupakan orang yang paling benar dan hebat di forum tersebut. Semua orang yang mengkritik saudara anda anggap lawan, dan tanpa henti-hentinya anda jelekkan. Yang anehnya lagi, andapun ikut-ikutan menjadi jurubicaranya H20. Tapi yang lebih parah lagi ketika seolah-olah anda merupakan orang yang lebih tau Aceh ketimbang kami yang tinggal di Aceh.” (Riayad Riayad, riayads@yahoo.com ,[202.123.228.147],Sun, 29 Oct 2006 09:22:53 -0800 (PST))

 

Terimakasih saudara Riayad di Banda Acheh, Acheh.

 

Setelah membaca komentar saudara Riayad yang dikutip diatas, timbul beberapa hal yang penting dan mendasar dari apa yang telah diungkapkan oleh saudara Riayad tersebut yang perlu diberi garis bawah dan perlu diperjelas, agar supaya pembaca di mimbar bebas ini mengetahui dengan jelas dan benar duduk persoalannya.

 

Yaitu yang menyangkut apa yang ditampilkan dalam setiap tulisan Ahmad Sudirman itu adalah bukan didasarkan pada hasil subjektifitas, melainkan didasarkan pada fakta dan bukti hukum yang bisa dipertanggung jawabkan. Karena itu isinyapun tidak mengarah kesegala penjuru, apalagi sampai melantur dan menabrak kesana-sini seperti yang diungkapkan oleh saudara Riayad diatas.

 

Dimana dalam isi tulisan yang dibahas oleh Ahmad Sudirman  tidak mengarah kepada individu, melainkan pada isi yang terdiri dari fakta da bukti hukum yang dijadikan dasar dan landasan isi tulisan tersebut. Jadi, kalau memang fakta dan bukti hukum yang ditampilkan dalam tulisan itu masih belum bisa dipatahkan dan dimentahkan, maka selama itu fakta dan bukti hukum yang disodorkan oleh Ahmah Sudirman akan tetap terus dipakai dan dipergunakan dalam tulisan selanjutnya. Karena itu tidak ada alasan yang kuat yang ditunjang oleh fakta dan bukti hukum yang benar kalau saudara Riayad menyatakan bahwa Ahmad Sudirman “merupakan orang yang paling benar dan hebat di forum tersebut. Semua orang yang mengkritik saudara anda anggap lawan, dan tanpa henti-hentinya anda jelekkan”.

 

Nah, kalau ada orang yang memberikan tanggapan yang tidak didasarkan pada kekuatan fakta dan bukti hukum, melainkan ia hanya asal sekedar membuka mulut dan mengetikkannya diatas keyboard kemudian dikirimkan, maka tentu saja dasar argumentasi yang dipakainya itu tidak kuat, sehingga mental kembali kepada dirinya. Jadi, kalau tanggapan orang tersebut diluruskan dan dibetulkan oleh Ahmad Sudirman, itu bukan berarti bahwa Ahmad Sudirman menganggap orang tersebut sebagai lawan. Justru sebaliknya, orang tersebut dianggap oleh Ahmad Sudirman kawan dialog dalam berkomunikasi. Hanya masalahnya, ketika ia melakukan dialog dalam berkomunikasi ini tidak memiliki persiapan yang matang ketika sampai kegelanggang yang menyangkut fakta dan bukti serta pengetahuan yang ada kaitannya dengan masalah yang didialogkan itu.

 

Selanjutnya, kalau orang tersebut tidak mampu memberikan dasar argumentasi yang berdasarkan pada fakta dan bukti hukum kuat, maka tidak berarti Ahmad Sudirman menjelekkan orang tersebut. Justru sebaliknya, Ahmad Sudirman memberikan saran kepada orang tersebut agar sebelum memberikan tanggapan atas tulisan Ahmad Sudirman terlebih dahulu harus dibaca, diteliti, dipahami, dianalisa dengan teliti agar supaya nantinya tanggapan orang tersebut tidak menjadi senjata makan tuan.

 

Nah, kalau Ahmah Sudirman memberikan saran kepada orang tersebut, maka dengan saran itu bukan berarti Ahmad Sudirman menjelek-jelekkan orang tersebut, melainkan sebaliknya memberika dorongan kuat agar supaya orang itu kalau akan memberikan tanggapannya atas tulisan Ahmad Sudirman terlebih dahulu dibekali dengan pengetahuan yang kuat yang ada kaitannya dengan masalah yang dibicarakan.

 

Seterusnya, menyangkut persoalan saudara Humam Hamid dan saudara Hasbi Abdullah, itu Ahmad Sudirman tidak ikut-ikutan menjadi juru bicara mereka. Justru yang dibicarakan oleh Ahmad Sudirman adalah langkah kebijaksanaan politik yang ditempuh oleh pihak Pimpinan Tinggi GAM dihubungkan dengan langkah kebijaksanaan politik yang djalankan oleh saudara Irwandi Yusuf, saudara Muhammad Nazar, saudara Munawarliza Zein, saudara Sofyan Dawood dan saudara Bakhtiar Abdullah dalam hal calon Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah Acheh.

 

Dimana pihak saudara Irwandi Yusuf, saudara Muhammad Nazar, saudara Munawarliza Zein, saudara Sofyan Dawood dan saudara Bakhtiar Abdullah telah melakukan tindakan politik dalam bentuk penentangan dan pembangkangan terhadap Pimpinan Tinggi GAM melalui cara penggunaan lembaga atau institusi KPA secara resmi seperti yang dilakukan oleh saudara Sofyan Dawood untuk dijadikan alat menyokong saudara Irwandi Yusuf dan saudara Muhammad Nazar sebagai calon Kepala dan Wakil kepala Pemerintahan Acheh tanpa mendapat persetujuan hukum dari pihak Pimpinan Tinggi GAM.

 

Nah, fakta dan bukti hukum itulah yang dikemukakan oleh Ahmad Sudirman. Jadi, kalau Ahmad Sudirman mengemukakan fakta dan bukti hukum tersebut, itu bukan berarti Ahmad Sudirman ikut-ikutan menjadi juru bicara saudara Humam Hamid dan saudara Hasbi Abdullah.

 

Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman menulis tentang masalah Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dikaitkan dengan proses penganeksasian dan pendudukan pihak RI terhadap Acheh, maka itu bukan berarti bahwa Ahmad Sudirman ”seolah-olah merupakan orang yang lebih tau Aceh ketimbang kami yang tinggal di Aceh” seperti yang ditulis oleh saudara Riayad diatas. Melainkan, apa yang ditulis itu merupakan penampilan fakta dan bukti hukum yang menyangkut masalah Acheh dihubungkan dengan RI.

 

Nah, kalau saudara Riayad memiliki fakta dan bukti hukum kuat lainnya yang bisa dijadikan sebagai bantahan dan sanggahan atas fakta dan bukti hukum yang diajukan ole Ahmad Sudirman, maka dipersilahkan untuk ditampilkan dan dibeberkan kepada pembaca di mimbar bebas ini. Yang mana selanjutnya fakta dan bukti yang dibeberkan oleh saudara Riayad bisa diteliti, dibaca, dianalisa, dipahami dan dibandingkan agar supaya pembaca di mimbar bebas ini mendapat keterangan yang jelas, terang dan benar.

 

Juga menyinggung saran saudara Riayad yang mengatakan Ahmad Sudirman melakukan fitnah, maka sebelum saudara menyatakan bahwa Ahmad Sudirman membuat fitnah, perlu dikemukakan penjelasan yang didasarkan oleh fakta dan bukti hukumnya, agar supaya pemasalahannya menjadi jelas dan benar. Kalau soal saudara Irwandi Yusuf cs yang melakukan langkah kebijaksanaan politik pembangkangan terhadap pihak Pimpinan Tinggi GAM, jelas itu bukan merupakan fitnah. Melainkan merupakan fakta dan bukti hukum yang telah menjadi rahasia umum yang dipublikasikan oleh berbagai media massa.

 

Terakhir, tentang tulisan-tulisan Ahmad Sudirman memang telah difile-kan dan disimpan dengan rapih dalam site http://www.dataphone.se/~ahmad . Jadi, tidak perlu lagi tulisan-tulisan tersebut file-kan. Lagi pula bukan hanya dibaca oleh anak-cucu Ahmad Sudirman melainkan oleh siapa saja yang ada kesempatan masuk kedalam site tersebut. Adapun kalau anak-cucu Ahmad Sudirman dan orang lain yang membaca tulisan-tulisan itu menganggap Ahmad Sudirman adalah ”seorang pecundang pengecut besar yang lari dari kenyataan”, maka mereka itu adalah tidak mengerti dan tidak memahami apa yang tulis oleh Ahmad Sudirman, dan mereka hanya membaca tulisan-tulisan tersebut sebatas dikulitnya saja. Misalnya sebagai contoh adalah saudara Riayad sendiri yang tidak memakai jalur proses pikiran yang jernih, melainkan hanya mengikuti subjektifitasnya saja, akhirnya saudara Riayad mengambil kesimpulan bahwa tulisan Ahmad Sudirman itu ”ngelantur yang menabrak sana sini”. Nah, itulah contoh orang yang membaca tulisan-tulisan Ahmad Sudirman yang masih terbungkus oleh dorongan yang tidak disaring oleh jalan pikiran yang bertingkat tinggi.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Received: from [202.123.228.147] by web38508.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Sun, 29 Oct 2006 09:22:53 PST

Date: Sun, 29 Oct 2006 09:22:53 -0800 (PST)

From: Riayad Riayad riayads@yahoo.com

Subject: Orang sudah mulai jenuh dan muak membaca coretan psikopat Anda

To: ahmad@dataphone.se

 

Assalamualaikum...

 

Surat saya singkat, tulisan anda sudah terlalu ngelantur yang menabrak sana sini. Setiap tulisan yang anda kirim selalu ingin mengatakan bahwasanya anda merupakan orang yang paling benar dan hebat di forum tersebut. Semua orang yang mengkritik saudara anda anggap lawan, dan tanpa henti-hentinya anda jelekkan. Yang anehnya lagi, andapun ikut-ikutan menjadi jurubicaranya H20. Tapi yang lebih parah lagi ketika seolah-olah anda merupakan orang yang lebih tau Aceh ketimbang kami yang tinggal di Aceh.

 

Saran saya...

Segeralah minta maaf terhadap orang-orang yang anda fitnah dan segeralah bertaubat! Kalau anda memang betul peduli terhadap Aceh buktikan dengan tindakan bukan dengan tulisan, biasanya orang yang banyak bicara atau menulis hanya sedikit aksinya. Saya sarankan semua tulisan anda, mesti di filekan untuk kemudian anda jadikan pusaka untuk anak cucu anda. Sehingga nanti mereka akan tetap mengenang anda sebagai seorang pecundang pengecut besar yang lari dari kenyataan.

 

wassalam

----------