Stockholm, 5 November 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

APAKAH X"Y"Z SH = DENGAN YUSRA HABIB ABDUL GHANI SARJANA HUKUM LULUSAN U.I. DALAM BIDANG HUKUM PERDATA SEKARANG DI DENMARK?

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MENCOBA MEMECAHKAN KODE X"Y"Z SH CIPTAAN TEUNGKU OMAR PUTEH DI STAVANGER, NORWEGIA.

 

”Ria Ananda, sekalipun kamu seorang Sarjana Hukum (SH) jebolan  Jakarta, Indonesia Jawa…” (Omar Puteh, om_puteh@yahoo.com , [85.166.181.19] , 30 Oct 2006 12:41:11 -0000)

 

”…yang berkedokkan Ria Ananda, bayna9@yahoo.dk  sipengecut! (Omar Puteh, om_puteh@yahoo.com , [85.166.154.204] , 5 Nov 2006 00:17:00 -0000).

 

Hari ini, Minggu, tanggal 5 November 2006, setelah membaca komentar Teungku Omar Puteh di grup diskusi PPDi (Persatuan Pembebasan Dari indonesia) yang dimuat pada tanggal 30 oktober 2006 jam 12:41:11 –0000 dan juga setelah menelaah tulisan Teungku Omar Puteh yang berjudul ”Antara "Ria Ananda" SH = dengan X"Y"Z SH” ( http://www.dataphone.se/~ahmad/061105.htm ), maka muncul dalam pikiran Ahmad Sudirman untuk mencoba membaca, menggali dan menganalisa kode ciptaan Teungku Omar Puteh yang diberi simbol ”X"Y"Z SH” yang dikaitkan dengan untaian kata ”Ria Ananda, sekalipun kamu seorang Sarjana Hukum (SH) jebolan  Jakarta, Indonesia Jawa”, juga dengan rincian kata-kata ”yang berkedokkan Ria Ananda, bayna9@yahoo.dk  sipengecut!”.

 

Nah, setelah merenung beberapa saat, timbullah bayang-bayang dalam pikiran Ahmad Sudirman kepada kejadian antara tahun 1979 sampai tahun 1980 ada seorang dari Acheh yang mendapat beasiswa untuk menempuh Program pendidikan Asisten Advokad di Jakarta. Kemudian terbayang juga kejadian pada tahun 1983, ketika seseorang dari Acheh menduduki jabatan Sekretaris Jenderal Lembaga Penyuluhan Hukum Mahasiswa Indonesia dan merangkap sebagai Ketua I dalam Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia. Begitu juga pada tahun yang sama, yaitu yahun 1983 terbayang ada seseorang dari Acheh yang telah  menyelesaikan studinya pada Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dan masih juga terbayang dalam pikiran Ahmad Sudirman kejadian di tahun 1984 ada seorang dari Acheh yang lulus dari Universitas Indonesia dalam bidang studi Hukum Perdata. Kemudian pada 1985 diangkat menjadi Sekretaris Jurusan Hukum Pidana pada Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta. Selanjutnya masih juga terbayang kejadian antara tahun 1984 sampai tahun 1990 ada seorang Acheh yang diangkat menjadi dosen pada Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta dan selalu aktiv dalam kegiatan diskusi yang menyangkut tentang Islam dan menulis tentang hukum di surat kabar di Jakarta.

 

Nah, ternyata masih ada bayang-bayang yang muncul dalam pikiran Ahmad Sudirman yaitu pada kejadian di tahun 1990 ada seorang Acheh dari Jakarta yang lari menyelamatkan diri ke Malaysia dan menetap di Malaysia selama 8 tahun sampai tahun 1998. Seterusnya masih juga terbayang bayangan adanya majalah yang bersifat politik yang bernama ”suara Acheh merdeka” dan memuat tulisan-tulisan orang Acheh yang lari dari Jakarta tersebut, disamping tulisan-tulisan lainnya yang dimuat di Tabloid Harakah di Kuala Lumpur, Malaysia. Kemudian masih juga terbayang dalam pikiran Ahmad Sudirman bahwa orang Acheh itu pada tanggal 27 April 1998 ditangkap oleh pihak kepolisian Kerajaan Malaysia di Johor Baru dengan tuduhan melakukan kegiatan yang mengancam keamanan, politik dalam dan luar negeri Kerajaan Malaysia dan ditahan berdasarkan Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA).

 

Nah, bayangan terakhir yang muncul dalam pikiran Ahmad Sudirman adalah ketika pada tanggal 29 Juni 1998 orang Acheh yang sudah ditahan itu diselamatkan oleh pihak the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Malaysia dan diberangkatkan oleh UNHCR ke Denmark sebagai seorang yang mendapat perlindungan politik oleh pihak Pemerintah Kerajaan Denmark. Kemudian di Denmark juga orang Acheh yang telah diselamatkan oleh UNHCR ini pada tahun 1999 menulis buku yang diberi judul ”Mengapa Sumatera menggugat”.

 

Nah sekarang, setelah Ahmad Sudirman penuh dijejali dengan berbagai bayang-bayang tentang orang Acheh itu dari mulai tahun 1979 sampai tahun 1999, lalu lahirlah segumpal asap putih yang seolah-olah membentuk berbagai susunan hurup yang setelah diteliti secara seksama akhirnya ditemukan untaian hurup-hurup yang membentuk sebuah nama yang membuat Ahmad Sudirman benar-benar tertegun karena nama yang terbaca itu adalah ”Yusra Habib Abdul Ghani”.

 

Kemudian langsung saja Ahmad Sudirman menghubungkan nama ”Yusra Habib Abdul Ghani” dengan kode ”X"Y"Z SH” ciptaan Teungku Omar Puteh yang dikaitkan dengan untaian kata ”Ria Ananda, sekalipun kamu seorang Sarjana Hukum (SH) jebolan  Jakarta, Indonesia Jawa”, juga dengan rincian kata-kata ”yang berkedokkan Ria Ananda, bayna9@yahoo.dk  sipengecut!”.

 

Akhirnya Ahmad Sudirman merasa bahwa kode ciptaan Teungku Omar Puteh itu sudah bisa dipecahkan dengan memasukkan untaian hurup-hurup ”Yusra Habib Abdul Ghani” kedalamnya.

 

Yang tinggal sekarang adalah satu pertanyaan yang ditujukan kepada Teungku Omar Puteh, yaitu apakah benar arti kode ”X"Y"Z SH” adalah diambil dari ”Y” yang berarti awal huruf dari nama ”Yusra Habib Abdul Ghani”?

 

Mohon jawabannya dari tengku Omar Puteh, semoga saja arti kode ciptaan Teungku Omar Puteh itu benar adanya. Tetapi kalau salah, semoga saudara Yusra Habib Abdul Ghani memaafkan Ahmad Sudirman karena telah memakai nama saudara Yusra untuk dijadikan sebagai bahan ramuan analisa guna memecahkan kode-nya Teungku Omar Puteh yang cukup rumit itu.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------