Stockholm, 7 November 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

RUPANYA ABDURRAHMAN ISMAIL DI HALLEFORS TIDAK TAHU APA ITU KUDETA.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MASIH MENYOROT ABDURRAHMAN ISMAIL YANG TIDAK MENGERTI DAN TIDAK PAHAM APA ITU YANG DISEBUT DENGAN KUDETA.

 

”Sebab Jawa Sontoloyo Sudirman hana djipetrang njang bahwa toh sabôh bukti nyang bahwa Tgk Hasan geusokong Mou Helsinki, dan njang tôh saboh surat haba Wartawan nyang teuka dari Nanggroe Aceh baik dari ACEH KITA dan SERAMBI yang sudah mewawancara dgn Tgk Hasan di tiro yang na hanya wartawan lua nyang pih sabé djijaga le Bapak M-Z supaya bék teuhah rahasia Kudeta djih. Lebéh got bék publoe Mie lam eumpang supaya Rakyat dan Pejuang GAM tidak mumang dgn Biro penerangan M-Z Jawa lempab Sontoloyo Sudirman yang sedang makan gaji di bawah payung KUDETA terhadap Tgk Hasan di Tiro .(Paya Bujok, bujok_paya@yahoo.com ,[195.252.42.4] ,7 Nov 2006 08:16:26 -0000)

 

Setelah membaca komentar yang dikutip diatas yang disampaikan oleh saudara Abdurrahman Ismail dari sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors dan anggota Persatuan Masyarakat Aceh Skandinavia serta anggota Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik, timbul suatu tanda tanya besar, yaitu apakah saudara Abdurrahman Ismail alias Guree Rahman Ismail ini mengerti dan paham apa itu yang dinamakan dengan kudeta?.

 

Mengapa timbul pertanyaan tersebut?

 

Karena apa yang disampaikan oleh saudara Abdurrahman Ismail: “Wartawan nyang teuka dari Nanggroe Aceh baik dari ACEH KITA dan SERAMBI yang sudah mewawancara dgn Tgk Hasan di tiro yang na hanya wartawan lua nyang pih sabé djijaga le Bapak M-Z supaya bék teuhah rahasia Kudeta djih”, ternyata saudara Abdurrahman Ismail tidak mengerti dan tidfak memahami apa yang disenamakan dengan kudeta.

 

Kalau memang benar Teungku Malik Mahmud dan Dr. Zaini Abdullah cs melakukan kudeta, yang artinya adalah melakukan perebutan kekuasaan dengan paksa dari Wali Negara Teungku Hasan Muhamad di Tiro, maka sudah pasti yang namanya Wali Negara sudah hilang lenyap dari sejak dulu. Tetapi, kenyataannya tidak demikian. Apa yang dijalankan oleh Teungku Malik Mahmud dan Dr. Zaini Abdullah cs adalah bukan melakukan perebutan kekuasaan secara paksa dari tangan Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro, melainkan Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Teungku Malik Mahmud serta Dr. Zaini Abdullah cs telah membersihkan orang-orang yang melakukan tindakan pengkhianatan terhadap GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dari dalam tubuh GAM, dengan membawa-bawa Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro kedalam organisasinya tanpa sepengetahuan dan izin dari Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Sampai sekarang organisasi tersebut tidak diakui oleh Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Contohnya organisasi yang dimaksud tersebut adalah organisasi yang dipegang oleh sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors, yang sering mereka pakai nama MP GAM atau MB GAM. Kalau sekarang ditambah lagi dengan nama Persatuan Masyarakat Aceh Skandinavia (PERMAS) dan Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik (KPAMD).

 

Nah, kalau Teungku Malik Mahmud dan Dr. Zaini Abdullah cs membersihkan orang-orang yang melakukan tindakan pengkhianatan terhadap GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dari dalam tubuh GAM, seperti yang dilakukan oleh sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors, maka itu namanya bukan kudeta atau perebutan kekuasaan secara paksa dari tangan Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro, melainkan tindakan politik dan hukum yang dijalankan oleh Teungku Malik Mahmud dan Dr. Zaini Abdullah cs adalah suatu tindakan politik untuk menyelamatkan GAM dari para pengkhianat yang disponsori oleh sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors.

 

Dan memang benar fakta dan bukti hukumnya, dimana GAM tetap berdiri dibawah Pimpinan Tertinggi Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Dimana untuk tugas pelaksanaan pemerintahan GAM sehari-hari dijalankan oleh Kabinet GAM dibawah Teungku Malik Mahmud. Kemudian kelompok yang mencoba mengkhianati GAM dibawah Pimpinan Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro sampai detik sekarang ini berada dilaur GAM, dan kerja mereka hanyalah berteriak dari luar gelanggang saja. Sekali-kali mereka menentang MoU Helsinki, padahal sebagian keluarga meraka sudah pada masuk ke Acheh dengan memakai payung hukum MoU Helsinki yang dicaci-maki dan ditentangnya. Itulah yang dinamakan dengan sifat munafik mereka. Artinya, mereka menentang dan menolak MoU Helsinki seperti yang dilakukan juga oleh Megawati dan Abdurrahman Wahid, tetapi dibalik itu, sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors ini memakai juga payung hukum MoU Helsinki untuk dipakai masuk ke Acheh.

 

Jadi, berdasarkan apa yang dijelaskan diatas, maka kita sekarang sudah mendapat penjelasan dan keterangan yang terang bahwa pihak Teungku Malik Mahmud dan Dr. Zaini Abdullah cs tidak melakukan kudeta atau melakukan perebutan kekuasaan dengan paksa dari Wali Negara Teungku Hasan Muhamad di Tiro, melainkan justru Teungku Malik Mahmud dan Dr. Zaini Abdullah cs melakukan pembersihan didalam tubuh GAM dari anasir-anasir pengkhianat terhadap Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro, seperti kalau sekarang di mimbar bebas ini disebut dengan panggilan sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors yang dipimpin oleh saudara Yusuf Daud dari Fittja, dan dari Hallefors dipimpin oleh saudara Abdurrahman Ismail alias Guree (Guru) Rahman Ismail yang tinggal di Swedia belum sampai 5 tahun. Jadi saudara Abdurrahman Ismail alias Guree (Guru) Rahman Ismail masih belum stabil di Swedia, belum punya warganegara, hanya ”resedokument” atau ”travel dokument” saja yang diberikan oleh pihak Kerajaan Swedia.

 

Terakhir, kalau saudara Abdurrahman Ismail alias Guree (Guru) Rahman Ismail menuliskan bahwa ”Biro penerangan M-Z Jawa lempab Sontoloyo Sudirman yang sedang makan gaji di bawah payung KUDETA terhadap Tgk Hasan di Tiro”, maka tulisan dari hasil pemikiran saudara Abdurrahman Ismail alias Guree (Guru) Rahman Ismail adalah salah besar. Mengapa?

 

Karena, pertama Ahmad Sudirman bukan sebagai ”Biro penerangan M-Z”. Kedua, Ahmad Sudirman tidak ”makan gaji di bawah payung KUDETA terhadap Tgk Hasan di Tiro”. Ketiga, Ahmad Sudirman menyokong dan mendukung penuh GAM dibawah Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya untuk membersihkan kurap-kurap yang menggerogoti GAM seperti yang dilakukan oleh salah satunya Abdurrahman Ismail alias Guree (Guru) Rahman Ismail dari sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors dan anggota Persatuan Masyarakat Aceh Skandinavia serta anggota Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Received: (qmail 51293 invoked by uid 60001); 7 Nov 2006 08:16:26 -0000

Received: from [195.252.42.4] by web52113.mail.yahoo.com via HTTP; Tue, 07 Nov 2006 00:16:26 PST

From: Paya Bujok <bujok_paya@yahoo.com>

Return address: PPDi@yahoogroups.com

Date: 7 november 2006 09:16:26

To: PPDi@yahoogroups.com

Subject: Re: «PPDi» MEMAHAMI DIBALIK VISI DAN MISI PERJUANGAN DIBAWAH PIMPINAN TEUNGKU HASAN MUHAMMA

 

Jumpa lagi.

 

Nah, ternyata kalau diteliti dan digali serta dianalisa lebih mendalam
mengenai apa yang mereka anggapkan itu adalah tidak memiliki fakta dan
bukti
hukum yang kuat dan benar. Mengapa ?

 

Sebab Jawa Sontoloyo Sudirman hana djipetrang njang bahwa toh sabôh bukti nyang bahwa Tgk Hasan geusokong Mou Helsinki, dan njang tôh saboh surat haba Wartawan nyang teuka dari Nanggroe Aceh baik dari ACEH KITA dan SERAMBI yang sudah mewawancara dgn Tgk Hasan di tiro yang na hanya wartawan lua nyang pih sabé djijaga le Bapak M-Z supaya bék teuhah rahasia Kudeta djih.

Lebéh got bék publoe Mie lam eumpang supaya Rakyat dan Pejuang GAM tidak mumang dgn Biro penerangan M-Z Jawa lempab Sontoloyo Sudirman yang sedang makan gaji di bawah payung KUDETA terhadap Tgk Hasan di Tiro .

 

Nah akibat dengan timbulnya sikap dan tindakan politik penentangan dan
pembangkangan yang dijalankan oleh pihak saudara Irwandi Yusuf, saudara
Sofyan Dawood, saudara  Munawarliza Zein dan saudara Bakhtiar Abdullah
terhadap Pimpinan Tinggi GAM inilah yang menggoncangkan tubuh GAM.


Mereka
orang-orang yang melakukan pembangkangan terhadap Malek dan Zaini  Pimpinan tertinggi KUDETA terhadap Wali Negara Tgk Hasan di Tiro sekarang sudah menjadi balas dendam.

 

Mareka akan maju ke PILKADA majun ék kaméng sedangkan Malek_Zaini detap mendapat gelarang Kudeta dan Pengkianatan terdap pimpinan tertinggi Terhadap Tgk Hasan Di Tiro,begitu juga dengan Sontoloyo Sudirman BOLDOK tua tetap menjaga kepentingan pengkianat terhadap cita2 Kemerdekaan Bangsa di bawah pimpinan Tgk Hasan di Tiro dan BOLDOK tua tetap nama se ekor anjing peliharaan M-Z

 

sekian 

 

Bujok_ paya

----------