Stockholm, 10 November 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

RIA ANANDA BERSAMA ”ANJING BOLDOK” & ”DATU BERU”-NYA CARI AKAL UNTUK MEROBOHKAN BENTENG ACHEH BUATAN AHMAD SUDIRMAN.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

RIA ANANDA BERSAMA ”ANJING BOLDOK” & ”DATU BERU”-NYA SEDANG MENCOBA MENCARI AKAL BAGAIMANA UNTUK MEROBOHKAN BENTENG ACHEH BUATAN AHMAD SUDIRMAN.

 

Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya yang bernama melani ditemani oleh ”Datu Beru”-nya peliharaan Yusra Habib Abdul Gani yang berbulu hitam, selama tinggal di sekitar Silkeborg, Denmark dengan memakai tali internet milik TDC Net [80.196.175.152] , Sletvej 30, A039, DK-8310 Tranbjerg, Denmark telah meluncurkan salto-saltonya sebanyak 5 kali, atau bisa disebut juga dengan panca kali. Salto pertama merek "GAM Political Negaholic" 21 Agustur 2006 jam 10:06:54 –0000, disusul dengan salto kedua bernama "GAM Xenofobi" 22 September 2006 jam 10:47:34 –0000, kemudian meluncur salto ketiga berlabel "A. Sudirman: An Antique Man" 9 Oktober 2006 jam 11:05:59 –0000, lalu disusul salto keempat bernama “ACEH DIKIBULI LAGI” 30 oktober 2006 jam 11:12:24 -0000 dan salto kelima berbunyi “Omar Putéh di Tempat” 6 November 2006 jam 11:48:53 –0000.

 

Nah, selama dua bulan setengah alamat IP [80.196.175.152] yang dipakai oleh Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya tidak berobah, artinya ia memakai alamat IP [80.196.175.152] yang tetap, bukan alamat IP yang dinamis, seperti yang dipakai oleh Ahmad Sudirman.

 

Jadi disini kelihatan kesemua salto yang diluncurkan oleh Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya yang diarahkan langsung kepada GAM Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya, juga kearah Ahmad Sudirman serta ke arah Teungku Omar Puteh adalah dari tempat yang sama yang dari alamat IP [80.196.175.152].

 

Persoalan sekarang adalah yang paling utama dan paling penting bukan hanya masalah alamat IP [80.196.175.152] melainkan DNA tulisan yang ditulis oleh Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya dibandingkan dengan DNA tulisan-tulisannya Yusra Habib Abdul Gani bersama “Datu Beru”-nya adalah sama. Dimana keduanya ada kesamaan dalam hal cara memandang dan dari sudut mana permasalahan itu dilihatnya. Keduanya tertarik pada sudut pandang psikologi. Misalnya sebagai contoh ketika Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya mengupas dari sudut psikologi tentang "GAM Political Negaholic", "GAM Xenofobi" dan "A. Sudirman: An Antique Man". Begitu juga Yusra Habib Abdul Gani ketika mengupas ”KARAKTERISTIK ACHEH Suatu Pendekatan Psikologis“ (Yusra Habib Abdul Gani, datuberu@hotmail.com , 3 Jan 2001 11:16:24 -0000)

 

Disamping itu kesamaan DNA dari tulisan Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya dengan tulisan Yusra Habib Abdul Gani adalah ditemukan dalam sikap atau attitude negativ dan merendahkan serta meremehkan anggota GAM. Misalnya sebagai contoh Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya menyatakan: ”Sayangnya, rata-rata  tingkat pendidikian anggota GAM di luar negeri (khususnya di Malaysia, Swedia, Stavanger Norwegia, North Jyland Denmark (Eropah), USA, Canada, New Zealand dan Australia hanya tamat SD dan berasal dari kalangan pharia Aceh (keluarga kelas bawah dan terbelakang). Anggota GAM yang bodoh-bodoh ini menjadi makanan empuk bpk Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah.” (Ria Ananda, bayna9@yahoo.com , 22 Sep 2006 10:47:34 -0000)

 

Begitu juga Yusra Habib Abdul Gani bersama “Datu Beru”-nya memiliki sikap negativ, merendahkan dan meremehkan anggota GAM dengan mengatakan: ”anggota GAM keroco di Aceh dan luar negeri sama sekali tidak tahu tentang: apa-apa saja keputusan Rapat itu.” (Yusra Habib Abd Gani, yusrahabib21@hotmail.com , Wed, 08 Nov 2006 10:18:24 GMT)

 

Nah, adanya sikap negativ, merendahkan, menghina terhadap anggota GAM dengan menyebutkan  bahwa ”anggota GAM keroco” dan ”Anggota GAM yang bodoh-bodoh” menunjukkan sikap atau attitude negativ yang keluar dari individu yang sama.

 

Jadi kalau kita secara seksama mendalami DNA yang terdapat dalam tulisan Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya dan tulisan Yusra Habib Abdul Gani bersama “Datu Beru”-nya, maka bukan suatu hal yang kebetulan kita menemukan DNA yang sama, melainkan memang tulisan-tulisan itu adalah hasil perasan pikiran yang keluar dari orang yang sama, yaitu Yusra Habib Abdul Gani.

 

Sehingga masuk akal ketika Yusra Habib Abdul Gani bersama “Datu Beru”-nya tampil dimimbar bebas ini untuk memberikan ”KLARIFIKASI UNTUK  “ANJING BOLDOK“ AHMAD SUDIRMAN” pada hari Rabu, tanggal 8 November 2006 jam 10:18:24 GMT, maka Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya tidak bisa muncul. Padahal kalau mereka itu pandai, itu Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya dimunculkan kepermukaan untuk membuktikan bahwa Yusra Habib Abdul Gani tidak berinkarnasi menjadi Ria Ananda. Tetapi, hal tersebut tidak terjadi, karena memang Yusra Habib Abdul Gani bersama “Datu Beru”-nya adalah tidak lain dan tidak bukan telah menjelma menjadi Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya.

 

Jadi, kalau Yusra Habib Abdul Gani bersama “Datu Beru”-nya menyatakan: ”Yusra Habib Abdul Gani tidak punya hubungan apapun dengan Ria Ananda. Saya memiliki prestige sendiri yang sama sekali tidak tertarik dengan teriakan-teriakan "anjing boldok", istilah Ria Ananda” (Yusra Habib Abd Gani, yusrahabib21@hotmail.com , Wed, 08 Nov 2006 10:18:24 GMT), maka pernyataan Yusra Habib Abdul Gani itu adalah hanya sekedar untuk berkelit saja. Karena memang tidak ada fakta dan bukti hukum yang kuat yang bisa dipakai oleh Yusra Habib Abdul Gani bersama “Datu Beru”-nya untuk dijadikan sebagai dasar bantahan terhadap apa yang dikemukakan oleh Ahmad Sudirman bahwa Ria Ananda adalah Yusra Habib Abdul Gani.

 

Nah sekarang, dari apa yang dijelaskan dan diterangkan diatas, menunjukkan bagaimana sulit dan sukarnya bagi Yusra Habib Abdul Gani bersama “Datu Beru”-nya untuk memberikan bantahan berdasarkan fakta dan bukti hukum yang kuat yang membuktikan bahwa Yusra Habib Abdul Gani bersama “Datu Beru”-nya adalah bukan Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya.

 

Tentu saja, bagaimanapun Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya kalau memang ia wujud, maka dalam waktu dekat akan memberikan klarifikasi untuk Ahmad Sudirman. Tetapi, kalau memang Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya tidak wujud, maka sudah pasti tidak akan ada klarifikasi dari pihaknya yang akan diberikan kepada pihak Ahmad Sudirman. Karena pihak Yusra Habib Abdul Gani bersama “Datu Beru”-nya sudah menyatakan: ”Ini klafikasi pertama dan terakhir dalam kasus ini” (Yusra Habib Abd Gani, yusrahabib21@hotmail.com , Wed, 08 Nov 2006 10:18:24 GMT)

 

Nah kalau tidak ada klarifikasi dari Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya untuk Ahmad Sudirman, maka sampai kapanpun akan menempel pernyataan yang berbunyi bahwa ”Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya adalah jelmaan Yusra Habib Abdul Gani bersama “Datu Beru”-nya”. Dan selama itu yang namanya ”anjing Boldok”-nya Ria Ananda akan terus dijadikan sebagai penolong teroris Tarmizi-arqam-sesat di Waterloo Road, North Ryde NSW, Australia. Begitu juga  “Datu Beru”-nya Yusra Habib Abdul Gani sebagai pembantu setia teroris Yahya alias jawakampret yang memakai nama Rasyidah Abbas milik istrinya di Stavanger, Norwegia.

 

Terakhir, kita bersama-sama dalam beberapa hari ini kalau memang Ria Ananda itu adalah benar-benar wujud, maka kita akan menyaksikan dan membaca bunyi dan isi klarifikasi dari pihak Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya untuk Ahmad Sudirman.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Received: from mail pickup service by hotmail.com with Microsoft SMTPSVC; Wed, 8 Nov 2006 02:18:26 –0800

Received: from 69.45.64.101 by by7fd.bay7.hotmail.msn.com with HTTP;Wed, 08 Nov 2006 10:18:24 GMT

From: Yusra Habib Abd Gani Yusra Habib yusrahabib21@hotmail.com

Return address: IACSF@yahoogroups.com

Date: 8 november 2006 11:18:24

To: ACSA@yahoogroups.com, acehkita@yahoogroups.com, IACSF@yahoogroups.com, Lantak@yahoogroups.com, redaksinews@serambi.com, serambi@indomedia.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, ahmad@dataphone.se

Subject: [IACSF] KLARIFIKASI UNTUK “ANJING BOLDOK“ AHMAD SUDIRMAN.

 

YUSRA HABIB ABDUL GANI SARAT DENGAN FITNAH

 

Saya tak mengerti mengapa diri saya (Yusra Habib Abdul Gani) akhir-akhir ini menjadi bahan fitnah oleh orang-orang tertentu yang tidak bertanggungjawab. Nama saya dijual di Acheh oleh orang-orang tertentu untuk meraup keuntungan pribadi. Masih beruntung saya sempat membaca petuah Sayyidina Ali, yang katanya: "Ka beutôi that ulôn-njoë, trôh'an hana teuka fitnah ateuëh ulôn uroënjoë." Dalam pemahaman kalangan sufi, fitnah merupakan salah satu gizi untuk memperhalus jiwa bagi orang yang difitnah. Sebab diyakini bahwa yang menerima fitnah mendapat pahala gratis tanpa berbuat sesuatu. Petuah ini sangat sukar dipahami dan menerapkannya. Namun saya terpaksa belajar dan menjadikan sebagai rujukan memperhalus jiwa ketika menerima fitnah yang datang dengan tiba-tiba. Asal jangan kita sendiri membuat fitnah. Yang memalukan dan menyedihkan, fitnah datang justeru bukan dari musuh, melainkan dari kawan sendiri.

 

Macam-macam fitnah itu, baik sewaktu tinggal di Malaysia dan Denmark. Insya-Allah, saya tidak akan membeberkan, buat apa? Fitnah yang saya terima itu banyak yang menarik, mungkin satu ketika akan saya tuangkan dalam bentuk buku sejarah hidup nanti, bukan sekarang. Disni, beberapa contioh saja saya paparkan, itupun kebetulan sudah diketahui umum. Misalnya:

 

1.Dalam laporan Utama Acehkita yang mengulas kisah syahidnya dan perjalanan politik Tengku Ishak Daud, dimuat berita begini: "Yusra Habib Abdul Gani adalah salah seorang rakan kental Ishak Daud, yang sekarang menjabat sebagai juru bicara MP-GAM Eropah." Kekeliruan berita ini saya sampaikan klarifikasi kepada redaksi Acehkita. Akhirnya Acehkita meminta ma'af secara terbuka. File masih saya simpan.

 

Tidak lama kemudian, saya melakukan cross-check kepada redaksi Acehkita, dan dengan terus terang menanyakan: darimana sumber itu didapat, maka terjawablah dari rekaman pembicaraan radaktur Acehkita dengan seseorang, yang saya kenal persis orangnya. Hanya saja belum saatnya dan tidak perlu diungkap disini.

 

2.Dua orang anggota GAM di Stavanger: Iqbal Idris dan Husaini Daud Seuping, yang menerima berita bernada menghina dan menghujat yang dikirim oleh  seseorang melalui email (ma'af, lupa nama e-mailnya). Tanpa pikir panjang, tanpa sidik dan siasat, kedua orang ini menulis melalui e-mail dan disebarkan melalui yahoogroups.com: "Tidak kita sangka seorang intelektual yang selama ini kita hormat dan kita kagumi yang tinggal di Denmark, berbuat sedemikian kepada kami berdua. Tidak ada orang lain, kecuali beliau." Tiada lain sosok orang yang dimaksud, sudah pasti yang dituduh itu adalah Yusra Habib Abdul Gani.

 

Untuk memastikannya, kedua orang ini meminta jasa Ahmad Sudirman membuka tabir, alamat email pengirim. Maklum, kedua orang ini tidak memiliki pengetahuan membuka rahasia (plah boh Krut), siapa sebenarnya orang dan darimana email itu dikirim. Ahmad Sudirman pun bantu melacak pemilik dan darimana berita itu dikirim. Apa yang terjadi? Rupanya tetangga, dan alamat pengirimnya ternyata disamping rumah Husaini Daud di kawasan Sanders. Anda tentu masih ingat bukan? Tapi, saya pikir biarlah dan tidak perlu melayaninya. Kedua orang ini tidak meminta ma'af atas tuduhan itu sampai sekarang.

 

3.Adnan Beuransyah yang tinggal di Vejle, Denmark dalm petengahan tahun 2005 mengomentari pemilik email mudabarona@hotmail.com yang Adnan Beuransyah anggap barisan sakit hati, karena mengeritik self-government yang sedang dibincang di Helsinki. Tanpa meneliti siapa orang dan darimana dikirim, lalu Adnan beuransyah memberi komentar: "Saya tidak menduga kawan saya yang pernah sekamar dan sebantal tidur, hanya lantaran tidak diajak oleh pemimpin GAM ke Helsinki terus berkomentar miring kepada kebijaksanan pemimpin GAM". Kawan yang dimaksud disini tidak lain kecuali: Yusra Habib Abdul Gani. Sesudah ucapan itu dilontarkan lewat yahoogroups.com, pemilik email mudabarona@hotmail.com menengalkan diri dan menjelaskan sendiri kepada Adnan Beuransyah yang komentarnya tidak ada kaitannya dengan Yusra Habib Abdul Gani. Alamat email itu di kawasan New York, USA.  Kali inipun saya sabar, saya pikir biarlah. Adnan Beuransyah tidak meminta ma'af atas tuduhan itu sampai sekarang.

 

4.Sekarang, giliran Ahmad Sudirman yang secara terang-terangan menuduh bahwa Ria Ananda pemilik bayna9@yahoo.com sebagai Yusra Habib Abdul Gani dan terus mengulasnya sampai kemana-mana. Sebelumnya dikipas-kipasi oleh Om-puteh@yahoo.com yang bernada menggiring Yusra Habib Abdul Gani sebagai bayna9@yahoo.com hanya saja tidak menembak langsung. Antara Ahmad Sudirman dan Om_puteh bersusah payah menggali akar kata dan arti bayna9@yahoo.com itu. Yusra Habib Abdul Gani tidak punya hubungan apapun dengan Ria Ananda. Saya memiliki prestige sendiri yang sama sekali tidak tertarik dengan teriakan-teriakan "anjing boldok", istilah Ria Ananda. Akan halnya dengan alamat bayna9@yahoo.com dikirim dari Silkeborg, jangan heran. Di zaman modern sekarang sangat mudah melalukannya. Anda pikir kurang orang Aceh jahilun di Silkeborg, Denmark? Tidak  perlu diceritakan disini bagaimana mekanismenya, sebab hal ini sudah menjadi pengetahuan umum yang tidak asing lagi. MIsalnya, saya buat dan kirim dari Silkeborg, teks Pidato wakil GAM di USA, yang dibacakan oleh Musanna dkk dalam satu pertemuan ilmiah di salah satu University di California tahun 1999. Dari Silkeborg, saya buat dan kirim agenda acara "Pertemuan Ban Sigom Donja" di Stavanger (19-21 Juli 2002). Dari Silkeborg, teks pidato wakil GAM Denmark dalam acara: "Temu ramah antara GAM dan kelompok NGO" di AAlborg University, 1 Februari 2004. Apa susuahnya?

 

Waspadalah Orang Aceh.

 

Saya menilai tuduhan Ahmad Sudirman itu hanya semata-mata untuk memancing emosi agar saya lebih banyak berbicara. Memang dalam ilmu inteligen, menuduh adalah salah satu methode untuk membuka tirai rahasia-rahasia yang belum terungkap. Methode ini Ahmad Sudirman pakai untuk membuka tirai rahasia hasil Rapat "Ban Sigom Donja" yang selama ini dipeti és-kan. Para wartawan dan anggota GAM keroco di Aceh dan luar negeri sama sekali tidak tahu tentang: apa-apa saja keputusan Rapat itu. Apabila emosi Irwandi Yusuf dipancing, yang seakan-akan keputusan politik mencalonkan diri bersama Nazar (calon Gubernur+Wakil), dinilai telah mengangkangi kebijaksanaan pemimpin GAM di Sweden. Irwandi yang kurang waspada dengan konspirasi inteligen ini, terus saja membeberkan hasil rapat "Ban Sigom Donja" dalam media enternet yang bisa dibaca oleh pihak inteligen Indonesia dan masyarakat umum. Yusra bukan streotype ini. Saya berbeda kelas dengan kamu, Ahmad Sudirman!

 

Satu lagi, Ahmad Sudirman berani menuduh tokoh Bakhtiar Abdullah, Irwandi Yusuf, Munawar Liza dan Soyan Daud melakukan kudeta atas kepemimpinan GAM, hanya lantaran tidak menyokong pasangan Humam Hamid dan Hasbi Abdullah yang disokong pimpinan GAM. Orang yang anda tuduh itu melakukan kudeta itu, saban hari ngumpul bersama pemimpin GAM yang bermastautin di Ålby Sweden, yang tinggal di Acheh sedang rancak mengikuti PILKADA. Konsekuensi dari tuduhan melakukan kudeta itu, Irwandi dipecat dari AMM sebagai wakil senior GAM digantikan oleh Zakarya Saman dan Bakhtiar Abdullah dipecat sebagai juru bicara GAM pusat digantikan oleh Adi Laweuëng. Ini harga atau resiko dari kebebasan berpikir dan berpendapat. Ada yang tertawa di depan umum, ada juga yang menangis di belakang layar, itu biasalah! Mungkin julukan Ria Ananda bahwa anda "anjing Boldok" ada benarnya dalam makna moralitas, dan bahkan mulut "anjing Boldok" Ahmad Sudirman ini sudah terkena virus rhabies (penyakit anjing gila). Betapa tidak, perhatikan tingkah-lakunya sehari-hari dalam enternet. Semua orang digigitnya, kecuali Om_puteh. Cukup sampai disini. Aku amat takut digigit oleh "anjing boldok" yang dijangkiti rhabies. Basa mampus aku!

 

Ini klafikasi pertama dan terakhir dalam kasus ini.

 

Yusra Habib Abdul Gani

----------