Stockholm, 12 November 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

YUSRA HABIB PUKUL GAM PIMPINAN TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO PAKAI “ROTI CANAI“ DIBANTU RIA ANANDA DAN “ANJING BOLDOK“-NYA.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MASIH MENGUPAS YUSRA HABIB YANG MEMUKUL GAM PIMPINAN TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO DENGAN “ROTI CANAI” DIBANTU RIA ANANDA DAN “ANJING BOLDOK“-NYA.

 

“Mungkin julukan Ria Ananda bahwa anda "anjing Boldok" ada benarnya dalam makna moralitas, dan bahkan mulut "anjing Boldok" Ahmad Sudirman ini sudah terkena virus rhabies (penyakit anjing gila). Betapa tidak, perhatikan tingkah-lakunya sehari-hari dalam enternet. Semua orang digigitnya, kecuali Om_puteh. Cukup sampai disini. Aku amat takut digigit oleh "anjing boldok" yang dijangkiti rhabies. Basa mampus aku! Ini klafikasi pertama dan terakhir dalam kasus ini.” (Yusra Habib Abd Gani, yusrahabib21@hotmail.com , Wed, 08 Nov 2006 10:18:24 GMT)

 

”Secara moral, A. Sudirman Karena sudah memenuhi syarat dipanggil “anjing Boldok”. Terimalah dengan rela hati pangggilan penghormatan Ria ini.” (Ria Ananda, bayna9@yahoo.com , [80.196.175.152] , 9 Oct 2006 11:06:13 -0000)

 

Rupanya Yusra Habib Abdul Gani untuk mengelak dari apa yang telah disodorkan oleh Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya yang merupakan jelmaan Yusra Habib Abdul Gani dengan ”Datu Beru”-nya dibuatlah satu klarifikasi untuk Ahmad Sudirman yang sebagian isinya adala sebagaimana yang dikutipkan diatas itu, yaitu ”Aku amat takut digigit oleh "anjing boldok" yang dijangkiti rhabies”.

 

Nah, dengan jurus kelit ”"anjing boldok" yang dijangkiti rhabies”-nya terlihat bahwa betapa penuh kebohongan apa yang diklarifikasikan oleh Yusra Habib Abdul Gani untuk Ahmad Sudirman tersebut. Mengapa?

 

Karena, coba saja perhatikan apa yang ditulis oleh Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya: ”Secara moral, A. Sudirman Karena sudah memenuhi syarat dipanggil “anjing Boldok”. Terimalah dengan rela hati pangggilan penghormatan Ria ini.”

 

Kemudian kita bandingkan dengan apa yang diklarifikasikan oleh Yusra Habib Abdul Gani bersama ”Datu Beru”-nya: ”Mungkin julukan Ria Ananda bahwa anda "anjing Boldok" ada benarnya dalam makna moralitas”.

 

Nah sekarang, kelihatan dengan jelas disini, bahwa apa yang ditulis melalui nama Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya itu adalah sama dan sebangun dengan apa yang ditulis oleh Yusra Habib Abdul Gani bersama ”Datu Beru”-nya, yaitu sama-sama dilihat dari sudut pandang ”moralitas”.

 

Atau kalau diartikan bebas, maka Yusra Habib Abdul Gani bersama ”Datu Beru”-nya yang menjelma menjadi Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya ketika memukul GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya melalui tulisan Ahmad Sudirman memakai alat pukul merek ”roti canai”-nya mamak yang kadang-kadang dijual di kantin Universitas Muhammadiyah Jakarta dan kantin Universitas Indonesia.

 

Hanya tentu saja, setelah Yusra Habib Abdul Gani bersama ”Datu Beru”-nya lari terbirit-birit masuk Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 1990, maka ia banyak makan ”roti canai” yang dibarengi dengan minum ”teh tarik”-nya habib-habib yang banyak dijual di pasar cow-kit.

 

Nah yang dinamakan ”teh tarik” itu adalah teh yang dicampur dengan susu pakai gula putih yang sangat manis, sebelum disuguhkan ke tetamu, dikucurkan dari satu cangkir ke cangkir lain dan sebaliknya sampai teh itu kelat dan kelihatan seperti ditarik dari satu cangkir ke cangkir lain. Padahal bukan di tarik, tetapi dikucurkan dari satu cangkir ke cangkir lainnya dan sebaliknya, sampai teh yang bercampur dengan susu ditambah gula itu menjadi kental dan pekat. Kalau Ahmad Sudirman yang meminum ”teh tarik” itu sampai kepala terasa berpusing-pusing tujuh keliling.

 

Jadi, sekarang itu Yusra Habib Abdul Gani bersama ”Datu Beru”-nya yang menjelma menjadi Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya ketika memukul GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya mencoba memakai alat pemukul yang bermerk ”roti canai”-nya mamak yang kadang-kadang dijual di kantin Universitas Muhammadiyah Jakarta dan kantin Universitas Indonesia dan ”teh tarik”-nya habib-habib yang banyak dijual di pasar cow-kit.

 

Tentu saja, karena Yusra Habib Abdul Gani bersama ”Datu Beru”-nya yang menjelma menjadi Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya hanya memakai alat pukul bermerk ”roti canai” dan ”teh tarik” untuk dipakai memukul GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya, maka akhirnya bukan GAM yang runtuh, melainkan sebaliknya Yusra Habib Abdul Gani bersama ”Datu Beru”-nya yang menjelma menjadi Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya yang hancur berantakan, sehingga akhirnya ia hanya sanggup berucap: ”Ini klafikasi pertama dan terakhir dalam kasus ini”.

 

Terakhir, inilah akibat Yusra Habib Abdul Gani bersama ”Datu Beru”-nya yang menjelma menjadi Ria Ananda bersama ”anjing Boldok”-nya yang mencoba memukul GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya dengan alat pukul bermerk ”roti canai” dan ”teh tarik”, maka akhirnya Yusra Habib Abdul Gani menggelupur di Denmark sendirian tanpa ada kawan yang menemani, karena ”Datu Beru”-nya telah dikirimkan ke Stavanger untuk menemani teroris Yahya-komunis-lenin, sedangkan ”anjing Boldok”-nya Ria Ananda telah dikirimkan ke teroris Tarmizi-arqam-sesat di Waterloo Road, North Ryde NSW, Australia.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Received: from mail pickup service by hotmail.com with Microsoft SMTPSVC; Wed, 8 Nov 2006 02:18:26 –0800

Received: from 69.45.64.101 by by7fd.bay7.hotmail.msn.com with HTTP;Wed, 08 Nov 2006 10:18:24 GMT

From: Yusra Habib Abd Gani Yusra Habib yusrahabib21@hotmail.com

Return address: IACSF@yahoogroups.com

Date: 8 november 2006 11:18:24

To: ACSA@yahoogroups.com, acehkita@yahoogroups.com, IACSF@yahoogroups.com, Lantak@yahoogroups.com, redaksinews@serambi.com, serambi@indomedia.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, ahmad@dataphone.se

Subject: [IACSF] KLARIFIKASI UNTUK “ANJING BOLDOK“ AHMAD SUDIRMAN.

 

YUSRA HABIB ABDUL GANI SARAT DENGAN FITNAH

 

Saya tak mengerti mengapa diri saya (Yusra Habib Abdul Gani) akhir-akhir ini menjadi bahan fitnah oleh orang-orang tertentu yang tidak bertanggungjawab. Nama saya dijual di Acheh oleh orang-orang tertentu untuk meraup keuntungan pribadi. Masih beruntung saya sempat membaca petuah Sayyidina Ali, yang katanya: "Ka beutôi that ulôn-njoë, trôh'an hana teuka fitnah ateuëh ulôn uroënjoë." Dalam pemahaman kalangan sufi, fitnah merupakan salah satu gizi untuk memperhalus jiwa bagi orang yang difitnah. Sebab diyakini bahwa yang menerima fitnah mendapat pahala gratis tanpa berbuat sesuatu. Petuah ini sangat sukar dipahami dan menerapkannya. Namun saya terpaksa belajar dan menjadikan sebagai rujukan memperhalus jiwa ketika menerima fitnah yang datang dengan tiba-tiba. Asal jangan kita sendiri membuat fitnah. Yang memalukan dan menyedihkan, fitnah datang justeru bukan dari musuh, melainkan dari kawan sendiri.

 

Macam-macam fitnah itu, baik sewaktu tinggal di Malaysia dan Denmark. Insya-Allah, saya tidak akan membeberkan, buat apa? Fitnah yang saya terima itu banyak yang menarik, mungkin satu ketika akan saya tuangkan dalam bentuk buku sejarah hidup nanti, bukan sekarang. Disni, beberapa contioh saja saya paparkan, itupun kebetulan sudah diketahui umum. Misalnya:

 

1.Dalam laporan Utama Acehkita yang mengulas kisah syahidnya dan perjalanan politik Tengku Ishak Daud, dimuat berita begini: "Yusra Habib Abdul Gani adalah salah seorang rakan kental Ishak Daud, yang sekarang menjabat sebagai juru bicara MP-GAM Eropah." Kekeliruan berita ini saya sampaikan klarifikasi kepada redaksi Acehkita. Akhirnya Acehkita meminta ma'af secara terbuka. File masih saya simpan.

 

Tidak lama kemudian, saya melakukan cross-check kepada redaksi Acehkita, dan dengan terus terang menanyakan: darimana sumber itu didapat, maka terjawablah dari rekaman pembicaraan radaktur Acehkita dengan seseorang, yang saya kenal persis orangnya. Hanya saja belum saatnya dan tidak perlu diungkap disini.

 

2.Dua orang anggota GAM di Stavanger: Iqbal Idris dan Husaini Daud Seuping, yang menerima berita bernada menghina dan menghujat yang dikirim oleh  seseorang melalui email (ma'af, lupa nama e-mailnya). Tanpa pikir panjang, tanpa sidik dan siasat, kedua orang ini menulis melalui e-mail dan disebarkan melalui yahoogroups.com: "Tidak kita sangka seorang intelektual yang selama ini kita hormat dan kita kagumi yang tinggal di Denmark, berbuat sedemikian kepada kami berdua. Tidak ada orang lain, kecuali beliau." Tiada lain sosok orang yang dimaksud, sudah pasti yang dituduh itu adalah Yusra Habib Abdul Gani.

 

Untuk memastikannya, kedua orang ini meminta jasa Ahmad Sudirman membuka tabir, alamat email pengirim. Maklum, kedua orang ini tidak memiliki pengetahuan membuka rahasia (plah boh Krut), siapa sebenarnya orang dan darimana email itu dikirim. Ahmad Sudirman pun bantu melacak pemilik dan darimana berita itu dikirim. Apa yang terjadi? Rupanya tetangga, dan alamat pengirimnya ternyata disamping rumah Husaini Daud di kawasan Sanders. Anda tentu masih ingat bukan? Tapi, saya pikir biarlah dan tidak perlu melayaninya. Kedua orang ini tidak meminta ma'af atas tuduhan itu sampai sekarang.

 

3.Adnan Beuransyah yang tinggal di Vejle, Denmark dalm petengahan tahun 2005 mengomentari pemilik email mudabarona@hotmail.com yang Adnan Beuransyah anggap barisan sakit hati, karena mengeritik self-government yang sedang dibincang di Helsinki. Tanpa meneliti siapa orang dan darimana dikirim, lalu Adnan beuransyah memberi komentar: "Saya tidak menduga kawan saya yang pernah sekamar dan sebantal tidur, hanya lantaran tidak diajak oleh pemimpin GAM ke Helsinki terus berkomentar miring kepada kebijaksanan pemimpin GAM". Kawan yang dimaksud disini tidak lain kecuali: Yusra Habib Abdul Gani. Sesudah ucapan itu dilontarkan lewat yahoogroups.com, pemilik email mudabarona@hotmail.com menengalkan diri dan menjelaskan sendiri kepada Adnan Beuransyah yang komentarnya tidak ada kaitannya dengan Yusra Habib Abdul Gani. Alamat email itu di kawasan New York, USA.  Kali inipun saya sabar, saya pikir biarlah. Adnan Beuransyah tidak meminta ma'af atas tuduhan itu sampai sekarang.

 

4.Sekarang, giliran Ahmad Sudirman yang secara terang-terangan menuduh bahwa Ria Ananda pemilik bayna9@yahoo.com sebagai Yusra Habib Abdul Gani dan terus mengulasnya sampai kemana-mana. Sebelumnya dikipas-kipasi oleh Om-puteh@yahoo.com yang bernada menggiring Yusra Habib Abdul Gani sebagai bayna9@yahoo.com hanya saja tidak menembak langsung. Antara Ahmad Sudirman dan Om_puteh bersusah payah menggali akar kata dan arti bayna9@yahoo.com itu. Yusra Habib Abdul Gani tidak punya hubungan apapun dengan Ria Ananda. Saya memiliki prestige sendiri yang sama sekali tidak tertarik dengan teriakan-teriakan "anjing boldok", istilah Ria Ananda. Akan halnya dengan alamat bayna9@yahoo.com dikirim dari Silkeborg, jangan heran. Di zaman modern sekarang sangat mudah melalukannya. Anda pikir kurang orang Aceh jahilun di Silkeborg, Denmark? Tidak  perlu diceritakan disini bagaimana mekanismenya, sebab hal ini sudah menjadi pengetahuan umum yang tidak asing lagi. MIsalnya, saya buat dan kirim dari Silkeborg, teks Pidato wakil GAM di USA, yang dibacakan oleh Musanna dkk dalam satu pertemuan ilmiah di salah satu University di California tahun 1999. Dari Silkeborg, saya buat dan kirim agenda acara "Pertemuan Ban Sigom Donja" di Stavanger (19-21 Juli 2002). Dari Silkeborg, teks pidato wakil GAM Denmark dalam acara: "Temu ramah antara GAM dan kelompok NGO" di AAlborg University, 1 Februari 2004. Apa susuahnya?

 

Waspadalah Orang Aceh.

 

Saya menilai tuduhan Ahmad Sudirman itu hanya semata-mata untuk memancing emosi agar saya lebih banyak berbicara. Memang dalam ilmu inteligen, menuduh adalah salah satu methode untuk membuka tirai rahasia-rahasia yang belum terungkap. Methode ini Ahmad Sudirman pakai untuk membuka tirai rahasia hasil Rapat "Ban Sigom Donja" yang selama ini dipeti és-kan. Para wartawan dan anggota GAM keroco di Aceh dan luar negeri sama sekali tidak tahu tentang: apa-apa saja keputusan Rapat itu. Apabila emosi Irwandi Yusuf dipancing, yang seakan-akan keputusan politik mencalonkan diri bersama Nazar (calon Gubernur+Wakil), dinilai telah mengangkangi kebijaksanaan pemimpin GAM di Sweden. Irwandi yang kurang waspada dengan konspirasi inteligen ini, terus saja membeberkan hasil rapat "Ban Sigom Donja" dalam media enternet yang bisa dibaca oleh pihak inteligen Indonesia dan masyarakat umum. Yusra bukan streotype ini. Saya berbeda kelas dengan kamu, Ahmad Sudirman!

 

Satu lagi, Ahmad Sudirman berani menuduh tokoh Bakhtiar Abdullah, Irwandi Yusuf, Munawar Liza dan Soyan Daud melakukan kudeta atas kepemimpinan GAM, hanya lantaran tidak menyokong pasangan Humam Hamid dan Hasbi Abdullah yang disokong pimpinan GAM. Orang yang anda tuduh itu melakukan kudeta itu, saban hari ngumpul bersama pemimpin GAM yang bermastautin di Ålby Sweden, yang tinggal di Acheh sedang rancak mengikuti PILKADA. Konsekuensi dari tuduhan melakukan kudeta itu, Irwandi dipecat dari AMM sebagai wakil senior GAM digantikan oleh Zakarya Saman dan Bakhtiar Abdullah dipecat sebagai juru bicara GAM pusat digantikan oleh Adi Laweuëng. Ini harga atau resiko dari kebebasan berpikir dan berpendapat. Ada yang tertawa di depan umum, ada juga yang menangis di belakang layar, itu biasalah! Mungkin julukan Ria Ananda bahwa anda "anjing Boldok" ada benarnya dalam makna moralitas, dan bahkan mulut "anjing Boldok" Ahmad Sudirman ini sudah terkena virus rhabies (penyakit anjing gila). Betapa tidak, perhatikan tingkah-lakunya sehari-hari dalam enternet. Semua orang digigitnya, kecuali Om_puteh. Cukup sampai disini. Aku amat takut digigit oleh "anjing boldok" yang dijangkiti rhabies. Basa mampus aku!

 

Ini klafikasi pertama dan terakhir dalam kasus ini.

 

Yusra Habib Abdul Gani

----------