Stockholm, 26 November 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

UREUENG KUTA PEUREULAK DI KUALA LUMPUR MENCOBA MERABA GAM DIBAWAH PIMPINAN TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SEDIKIT MENYOROT UREUENG KUTA PEUREULAK DI KUALA LUMPUR YANG MENCOBA MERABA GAM DIBAWAH PIMPINAN TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO.

 

“Kang Ahmad Yang Terhormat, Kalau demikian ulasan saudara. Berarti pada saat ini sudah sepatutnya bapak Muzakir Hamid dan isterinya disebut sebagai 'cuwa' dan 'pengkhiat' terhadap Gerakan Atjeh Merdeka. Karena dalam kamus hukum Gerakan Atjeh Merdeka, tidak ada kata berhubungan dalam hal politik dan hukum dengan Negara Kolonialis Republik Indonesia ( buka kembali azas Revolusi dan Konstitusi Atjeh Merdeka # sekiranya anda tahu dan pernah baca ).“ (Pangkai Atjeh, ampon_chiek@yahoo.com , [60.48.96.5] , 24 Nov 2006 13:15:45 –0000)

 

Membaca apa yang ditulis oleh ureueng kuta peureulak atau yang menyebutkan dirinya dengan memakai nama palsu ”Ampon Chiek” atau boleh juga dinamakan ”encik anti MoU Helsinki” yang untuk sementara ini tinggal di sekitar Kuala Lumpur, Selangor dengan memakai internet milik [60.48.96.5] Telekom Malaysia Berhad, Network Strategy, Wisma Telekom, Jalan Pantai Baru, 50672 Kuala Lumpur, Malaysia ditemukan beberapa poin yang menjadikan fakta dan bukti hukum bahwa ”encik anti MoU Helsinki” memang buta MoU Helsinki dan buta akan kebijaksanaan politik GAM yang dijalankan oleh GAM dibawah Pimpinan Tertinggi Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya.

 

Nah, karena memang ”encik anti MoU Helsinki” buta MoU Helsinki dan sekaligus juga seorang penonton diluar pagar GAM Pimpinan Tertinggi Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya, maka masuk akal kalau ”encik anti MoU Helsinki” ini ketika memberikan tanggapannya atas tulisan Ahmad Sudirman menjadi ngaco dan ngawur.

 

Sebagai contoh misalnya, ketika Ahmad Sudirman menyatakan bahwa ”langkah hukum dan politik yang ditempuh oleh Teungku Muzakkir Abdul Hamid untuk dapat masuk dan bergerak bebas di Acheh dengan berpegang pada klausul 1.1.2.a) MoU Helsinki adalah langkah hukum dan politik yang tepat.” (Ahmad Sudirman, 2 November 2006)

 

Ternyata pernyataan Ahmad Sudirman itu ditafsirkan oleh ”encik anti MoU Helsinki” dengan tafsiran model kereta-roda-tiga-organisasi-sosial-nya sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] cabang Fittja & cabang Hallefors yang dipimpin oleh Yusuf Daud dan guree-hitam-”blasteran hund beruk hallefors” alias Abdurrahman Ismail yang berbunyi: ”Berarti pada saat ini sudah sepatutnya bapak Muzakir Hamid dan isterinya disebut sebagai 'cuwa' dan 'pengkhiat' terhadap Gerakan Atjeh Merdeka. Karena dalam kamus hukum Gerakan Atjeh Merdeka, tidak ada kata berhubungan dalam hal politik dan hukum dengan Negara Kolonialis Republik Indonesia”.

 

Nah, disinilah terbuka sekarang bahwa memang benar ”encik anti MoU Helsinki” adalah salah seorang yang pertama, tidak mengerti dan memahami MoU Helsinki. Kedua, ia tidak mengerti dan tidak memahami perjuangan GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya. Ketiga, ia tidak mengerti dan tidak memahami acuan hukum yang dipakai oleh GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya.

 

Penjelasannya adalah pertama, MoU adalah bukan penyerahan kedaulatan GAM atas Acheh kepada RI, melainkan pakta perjanjian damai yang menyeluruh, berkesinambungan dan bermartabat bagi semua pihak di Acheh. Nah, GAM ketika menjalankan kebijaksanaan politik di Acheh mengacu pada MoU Helsinki bukan pada yang lainnya. Karena itu siapa saja bangsa dan seluruh orang Acheh mengacu pada MoU Helsinki berarti mereka itu konsekuen dengan terciptanya perdamaian yang menyeluruh, berkesinambungan dan bermartabat bagi semua pihak di Acheh. Jadi, bagi seluruh bangsa dan rakyat Acheh di Acheh atau dimana saja yang komitmen dengan MoU Helsinki, maka mereka telah berada dibelakang GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya. Mereka seluruh bangsa dan rakyat Acheh yang mendukung secara penuh MoU Helsinki adalah bukan ” 'cuwa' dan 'pengkhiat' terhadap Gerakan Atjeh Merdeka” sebagaimana yang dinyatakan oleh ”encik anti MoU Helsinki” diatas. Justru sebaliknya, orang yang anti MoU Helsinki adalah orang yang menentang dan mengkhianati perjuangan GAM  dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya. Contohnya adalah seperti ”encik anti MoU Helsinki” yang memakai email ampon_chiek@yahoo.com dan peureulak_kuta@yahoo.com yang sekarang menyuruk di sekitar Kuiala Lumpur, Selangor dengan memakai internet milik [60.48.96.5] Telekom Malaysia Berhad, Network Strategy, Wisma Telekom, Jalan Pantai Baru, 50672 Kuala Lumpur, Malaysia. Karena itu langkah hukum dan politik yang ditempuh oleh Teungku Muzakkir Abdul Hamid untuk dapat masuk dan bergerak bebas di Acheh dengan berpegang pada klausul 1.1.2.a) MoU Helsinki adalah langkah hukum dan politik yang tepat yang sesuai dengan kebijaksanaan politik yang dijalankan oleh GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya.

 

Kedua, karena ”encik anti MoU Helsinki” ini berada diluar pagar GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya, maka sudah pasti ia tidak mengerti dan tidak memahami perjuangan GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya yang dihubungkan dengan MoU Helsinki. Dimana ”encik anti MoU Helsinki” hanya pandainya meraba-raba saja apa itu MoU Helsinki, sehingga ketika ia memberikan tanggapan atas tulisan Ahmad Sudirman menjadi salah kaprah.

 

Ketiga, karena ”encik anti MoU Helsinki” tidak mengerti dan tidak memahami redeklarasi penentuan nasib sendiri 4 Desember 1976 yang dideklarkan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan ia tidak terlibat didalamnya sampai detik sekarang ini, maka ”encik anti MoU Helsinki” sedikitpun tidak mengerti dan tidak memahami kebijaksanaan politik yang dijalankan oleh GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya yang dihubungkan dengan penentuan nasib sendiri bagi bangsa dan rakyat Acheh di Acheh. Begitu juga karena ”encik anti MoU Helsinki” tidak mengerti dan tidak memahami apa itu konstitusi, maka ”encik anti MoU Helsinki” ketika menuliskan kata konstitusi dihubungkan dengan GAM menjadi salah fatal dan ngaco.

 

Nah, itulah tiga poin yang perlu mendapat sorotan dan sekaligus sebagai tanggapan atas pandangan dan pendapat yang disampaikan oleh ureueng kuta peureulak atau yang menyebutkan dirinya dengan memakai nama palsu ”Ampon Chiek” atau boleh juga dinamakan ”encik anti MoU Helsinki” yang untuk sementara ini tinggal di sekitar Kuala Lumpur, Selangor diatas itu.

 

Terakhir, disarankan kepada ”encik anti MoU Helsinki” agar jangan hanya berdiri diluar pagar GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya supaya tidak melantur dan salah kaprah ketika memberikan tanggapan di mimbar bebas ini.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Received: (qmail 24956 invoked by uid 60001); 24 Nov 2006 13:15:45 –0000

Received: from [60.48.96.5] by web57907.mail.re3.yahoo.com via HTTP; Fri, 24 Nov 2006 05:15:44 PST

From: Pangkai Atjeh ampon_chiek@yahoo.com

Return address: PPDi@yahoogroups.com

Date: 24 november 2006 14:15:44

To: PPDi@yahoogroups.com

Subject: Re: «PPDi» RE: «PPDi» [TGK MUZAKKIR ABDUL HAMID YANG TANPA W] Kelakuan adik Zaini Abdullah

 

Kang Ahmad Yang Terhormat,

Kalau demikian ulasan saudara. Berarti pada saat ini sudah sepatutnya bapak Muzakir Hamid dan isterinya disebut sebagai 'cuwa' dan 'pengkhiat' terhadap Gerakan Atjeh Merdeka. Karena dalam kamus hukum Gerakan Atjeh Merdeka, tidak ada kata berhubungan dalam hal politik dan hukum dengan Negara Kolonialis Republik Indonesia ( buka kembali azas Revolusi dan Konstitusi Atjeh Merdeka # sekiranya anda tahu dan pernah baca ).

 

Dalam ulasan saudara juga terdapat banyak " peukeurabee " masalah Atjeh, jadi dalam hal ini Ampon Chiek sarankan, kalau benar anda pernah belajar hukum di Al-Azhar Cairo, Mesir. Mohon saudara kembali ke Indonesia dulu untuk belajar di SMP atau SMA tentang Ilmu Pendidikan Moral Pancasila.Atau mungkin anda telah pikun sehingga tidak memahami mana yang benar dan mana yang salah.

 

Terimakasih,

 

Ampon Chiek

----------