Stockholm, 30 November 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

NASIB POLITIK DAN HUKUM KELOMPOK BAKHTIAR ABDULLAH & SOFYAN DAWOOD CS DI ACHEH.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MENYOROT NASIB POLITIK DAN HUKUM KELOMPOK BAKHTIAR ABDULLAH & SOFYAN DAWOOD CS DI ACHEH.

 

"Deklarasi KPA di Lamdingin merupakan pukulan keras jab kanan coup de grace KPA untuk menjadikan Malik dan Zaini sebagai persona non grata di mata ex-GAM dan di mata rakyat Aceh umum nya. Ada sebagian mengira, kejadin di Lamdingin itu merupakan rekonsialisasi antara elit GAM dengan letnan2 nya di lapangan. Tetapi karena yang hadir dan mengambil keputusan dalam pertemuan tersebut hanya satu pihak saja, penyokong IRNA, sedangkan kelompok penyokong H2O memilih tiarap, maka tidak bisa dikatakan itu sebuah rekonsiliasi. Deklarasi Lamdingin boleh dikatakan sebagai pemecatan resmi Malik-Zaini sebagai pucuk pimpinan GAM." (Napoleon Bonaparte, geurupoh@yahoo.ca , [213.64.227.204] , 29 Nov 2006 20:59:26 –0000)

 

Membaca apa yang ditulis oleh sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors dibawah pimpinan Yusuf Daud dan Abdurrahman Ismail alias guree-hitam yang disebarkan melalui nama palsu Napoleon Bonaparte, geurupoh@yahoo.ca dengan internet server Telianet-Stockholm adalah tidak jauh berbeda dengan apa yang telah ditulis dan disebarkannya tiga bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Agustus 2006 jam 19:49:39 -0000 yang berjudul "Balak-6" dengan subject-emailnya "H2O adalah kelompok balak 8" ("Mereka yang menghancurkan KPA dan disoraki oleh Golkar, PDI-P dan PKB" - , http://www.dataphone.se/~ahmad/060829.htm )

 

Nah, isi dari analysa yang dikembangkan berdasarkan hasil perasan otak sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors hari kemarin pun adalah tidak jauh berbeda dengan isi analysa tiga bulan yang lalu, yaitu isi yang keropos hasil kutak-katik orang yang ada diluar pagar GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Coba saja perhatikan ketika kelompok Bakhtiar Abdullah dan Sofyan Dawood cs yang memakai alat tangan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat Muzakkir Manaf melalui jalur konferensi pers di Banda Acheh pada hari Senin tanggal 27 Nopember 2006 jam 14:23 WIB yang isinya menyatakan bahwa KPA netral dalam pemilihan Kepala Pemerintah Acheh pada tanggal 11 Desember 2006 yang akan datang dengan jelas dan gamblang menggambarkan bahwa kelompok Bakhtiar Abdullah dan Sofyan Dawood cs mencuci tangan untuk membersihkan kelompoknya dari sikap dan tindakan politik pembangkangan dan penentangan terhadap Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya yang dilakukannya tiga bulan sebelumnya melalui pendeklaran secara resmi mendukung Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar sebagai calon Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah Acheh dalam pemilihan Kepala Pemerintah Acheh tanpa mendapat persetujuan dan dukungan politik yang penuh dari Pimpinan Tinggi GAM.

 

Nah, akibat sikap dan tindakan politik pembangkangan dan penentangan terhadap Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya, akhirnya kelompok Bakhtiar Abdullah dan Sofyan Dawood cs menjadi lemah dan mati kutu. Mengapa? Pertama, Bakhtiar Abdullah sudah tidak memiliki fungsi apapun dalam Kabinet GAM. Kedua, Irwandi Yusuf sudah lumpuh politik dan hukum-nya dalam AMM sehingga jalur untuk mendapatkan sumber ekonomi tersumbat. Ketiga, sumber keuangan yang tadinya dipegang kelompok Bakhtiar Abdullah dan Sofyan Dawood cs telah ditutup, sehingga mereka kesulitan untuk menghidupi kegiatan politik dan kehidupan-nya. Keempat, ulama-ulama yang diklaim oleh kelompok Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar mendukung mereka ternyata dalam realitanya hampir nol besar. Kelima, kelompok Bakhtiar Abdullah dan Sofyan Dawood cs adalah tidak ada bedanya dengan kelompok sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors dengan MP/MB GAM-nya yang hanya pandai mengendarai kereta tiga roda organisasi sosial ilegal-nya. Keenam, Majelis GAM dan KPA masih berada dibawah kekuasaan Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya. Ketujuh, kelompok Bakhtiar Abdullah dan Sofyan Dawood cs sudah mati kutu.

 

Jadi kalau dibandingkan dengan apa yang ditulis oleh sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors adalah analysa-nya yang dikirimkan kemarin itu, ternyata isi analysa-nya itu hanyalah sekedar mengkorek dari tempat sampah di pinggir tukang kebab di Fittja centrum dan Hallefors centrum saja.

 

Coba saja baca isi analysa mereka itu yang berbunyi "Deklarasi KPA di Lamdingin merupakan pukulan keras jab kanan coup de grace KPA untuk menjadikan Malik dan Zaini sebagai persona non grata di mata ex-GAM dan di mata rakyat Aceh umum nya.".

 

Nah, dengan menampilkan isi analysa mereka model jurus "Balak-6"-nya tersebut menunjukkan bahwa memang benar sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors adalah kelompok diluar pagar GAM Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya dan sumber yang dijadikan analysa-nya adalah hasil pengumpulan sampah di pinggir tukang kebab di Fittja centrum dan Hallefors centrum saja.

 

Karena, justru yang kelihatan kalang kabut dan mati kutu adalah kelompok Bakhtiar Abdullah dan Sofyan Dawood cs yang memakai tangan tangan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat Muzakkir Manaf untuk mencuci kotoran politik pembangkangan dan penentangan mereka terhadap Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya.

 

Sedangkan kebijaksanaan politik yang telah ditetapkan dan dijalankan oleh Pimpinan Tinggi GAM pada tanggal 28 Agustus 2006 dalam suratnya yang ditujukan kepada Keutuha KPA, Muzakkir Manaf dan di CC-kan kepada 1.Keutuha Madjeulih GAM, Tgk. Muhammad Usman Lampoh Awe. 2.Waki Keutuha Madjeulih GAM, Zakaria Saman. 3.Keutuha Madieulih Nasional di KL, Tgk Usman Hanafi tetap terus dilaksanakan.

 

Terakhir, yang justru tergelupur lumpuh dilapangan politik Acheh sekarang ini adalah kelompok Bakhtiar Abdullah dan Sofyan Dawood cs, sebagaimana yang telah dirasakan dan dialami sampai detik ini oleh sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors dengan MP/MB GAM-nya yang ilegal dan lumpuh itu.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

Received: (qmail 93936 invoked by uid 60001); 29 Nov 2006 20:59:26 –0000

Received: from [213.64.227.204] by web56515.mail.re3.yahoo.com via HTTP; Wed, 29 Nov 2006 12:59:26 PST

From: \"Napoleon Bonaparte\" geurupoh@yahoo.ca

Return address: PPDi@yahoogroups.com

Date: den 29 november 2006 21:59:25

To: ppdi@yahoogroups.com, lantak@yahoogroups.com, IACSF@yahoogroups.com

Subject:  «PPDi» Nasib Malik Mahmud dan Zaini Abdullah

 

NASIB MALIK MAHMUD DAN ZAINI ABDULLAH

 

Bak kata pepatah "suda jatuh ditimpa tangga" lagi, rupanya belum cukup untuk Malik Mahmud - Zaini Abdullah beserta beberapa letnan nya seperti Mohd Usman Lampohawe dan Zakaria Saman.

 

Dari sederet rentetan peristiwa yang telah menghantar GAM ke tempat persemayamnya yang terakhir, kedua ex-pentolan GAM diatas yang telah sekian lama menjalani hyperbaric oxygen therapy (penggunaan oxygen yang berlebihan untuk mengobati penyakit nya), baru-baru ini telah disiram oleh H2O yang telah duluan didinginkan untuk merangsangkan kembali urat-urat dan otot-otot kedua arsitek pemusnah GAM yang selama ini kurang berfungsi alias impoten.

 

Celakanya, gabungan kedua alat kimia itu sebagai shock therapy ternyata tidak tertolong, malah telah membuat penyakit nya semakin menjadi-jadi. Dari penyakit kurang oxygen yang dijalani selama ini telah menjadi penyakit Schizofreni (sejenis penyakit mental) akibat dari adukan dari kedua alat kimia tadi.

 

Melihat keadaan yang sekarat itu, pada hari Senin tgl. 27 November, seluruh ex-kepala dan panglima wilayah yang tergabung ke dalam Kelompok Penjual Aceh (KPA) bertemu di Lamdingin untuk mengambil satu keputusan. Alhasil, Malik dan Zaini yang sudah tidak tertolong lagi itu diberi pengobatan terakhir dengan cara coup de grace (daripada menderita terus, lebih baik dihabisin saja).

 

Dengan keluarnya deklarasi Landingin untuk menarik sokongan KPA kepada H2O yang mati2an disokong oleh Malik-Zaini-Usman Lampohawe-Zakaria Saman dan Kamaruddin cs, maka berakhirlah dengan apa yang dinamakan "krèk krok" dalam tubuh ex-GAM tentang sokong menyokong kandidat gubernur RI di NAD dan tamatlah pengaruh Malik-Zaini keatas orang-orang yang telah bertahun-tahun dipercayainya untuk meng-eksekusi politik jahatnya di Aceh.

 

Deklarasi KPA di Lamdingin merupakan pukulan keras jab kanan coup de grace KPA untuk menjadikan Malik dan Zaini sebagai persona non grata di mata ex-GAM dan di mata rakyat Aceh umum nya.

 

Ada sebagian mengira, kejadin di Lamdingin itu merupakan rekonsialisasi antara elit GAM dengan letnan2 nya di lapangan. Tetapi karena yang hadir dan mengambil keputusan dalam pertemuan tersebut hanya satu pihak saja, penyokong IRNA, sedangkan kelompok penyokong H2O memilih tiarap, maka tidak bisa dikatakan itu sebuah rekonsiliasi. Deklarasi Lamdingin boleh dikatakan sebagai pemecatan resmi Malik-Zaini sebagai pucuk pimpinan GAM.

 

"Penarikan" sokongan bayi tabung Bakhtiar Abdullah terhadap IRNA yang bersifat sangat pribadi itu sama sekali tidak memiliki efek atau pengaruh apa-apa terhadap pasangan Irwandi-Nazar, karena Bakhtiar Abdullah tidak punya massa dan tidak ada pengaruh di Aceh. Tetapi…, penarikan sokongan resmi KPA sebagai sebuah institusi ex-kombatan GAM terhadap H2O, yang sudah menjadi harga mati pentolan Malik-Zaini-Usman Lampohawe-Zakaria Saman dan Kamaruddinm, merupakan pukulan mematikan (coup de grace) keatas geng mafia Singapura tersebut.

 

Dengan terjadinya peristiwa Lamdingin tersebut, maka nasib Malik-Zaini cs ke depan sangat mudah untuk diramalkan, tanpa harus memperhitungkan pasangan mana yang keluar sebagai pemenang dalam pilkada nanti.

 

Khusus untuk Malik-Zaini hanya ada satu pilihan: Habisi sisa-sisa hidup mu di pengasingan dengan uang hasil dari darah syuhada, sebagaimana Ibrahim Hasan yang sedang menghabisi sisa-sisa hidupnya di Jakarta sekarang. Eratkan hubungan mu dengan KBRI di Stockholm supaya mendapat perlindungan TNI ketika sesekali mengunjungi Aceh dan Jakarta.

 

Untuk Usman lampohawe-Zakaria Saman-Kamruddin cs: Kokohkan kerjasama dengan TNI untuk mengamankan Aceh daripada anasir-anasir "pemberontak" yang masih memperjuangkan kemerdekaan Aceh. Persiapkan "asylum" untuk mu dan keluarga mu di Jakarta dan habisi sisa-sisa hidup mu dengan uang hasil darah syuhada bersama Ibrahim Hasan yang telah mendahului mu.

 

"Tidak ada surga di dunia ini, apa lagi di Aceh, bagi pelaku kejahatan HAM, Hukum Humaniter dan pengkhianat bangsa", anonim.

 

Apa Gengsè

 

Nb: Seorang tokoh vokal masyarakat Kb Tanjung, Tengku Ahmad Sabi, menurut Serambi 29/11/2006, telah di culik di rumah isterinya yang kedua di Mns Gantung, Kb Tanjung, pada hari Djumat (24/11). Laporan yang Apa Gengse terima lewat sms tadi pagi, beliau telah dikembalikan ke kampung nya dan telah dilarikan ke rumah sakit di Sigli. Alhamdulillah, kalau berita terakhir ini memang benar.

 

Kalau tidak, maka Malik-Zaini perlu memerintahkan Usman Lampohawe-Zakaria Saman-Kamaruddin cs untuk mengembalikan Tgk Ahmad Sabi ke keluarganya di Kb Tanjung.

 

Terima kasih.

 

Napoleon

 

" Tidak ada surga di dunia ini, apa lagi di Aceh, bagi pelaku kejahatan HAM, Hukum Humaniter dan pengkhianat bangsa", anonim.

----------