Stockholm, 30 November 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

TEUNGKU ZAKARIA SAMAN MENDOBRAK AMM DAN BRDA SEHINGGA DANA REINTEGRASI MENGUCUR DENGAN DERASNYA.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SEDIKIT MENYOROT TEUNGKU ZAKARIA SAMAN YANG MENDOBRAK AMM DAN BADAN REINTEGRASI DAMAI ACHEH SEHINGGA DANA REINTEGRASI MENGUCUR DENGAN DERASNYA.

 

Teungku Zakaria Saman telah menunjukkan taringnya dihadapan Acheh Monitoring Mission (AMM) dan Badan Reintegrasi Damai Acheh (BRDA), sehingga apa yang sudah disepakati dalam MoU Helsinki yang menyangkut pemberian kemudahan ekonomi bagi pasukan TNA yang telah berobah statusnya menjadi Komite Peralihan Acheh (KPA), tahanan politik yang telah memperoleh amnesti dan masyarakat yang terkena dampak dalam rangka memperlancar reintegrasi akhirnya berhasil.

 

Inilah salah satu taktik dan strategi politik yang dijalankan oleh pihak GAM melalui tangan teungku Zakaria Saman yang sekarang menjabat sebagai wakil GAM dalam AMM. Dan gebrakan politik yang dijalankannya adalah salah satunya melancarkan dan mencairkan dana yang telah disepakati dalam MoU Helsinki untuk anggota pasukan TNA yang sekarang telah berobah satusnya menjadi KPA.

 

Dana untuk memperlancar reintegrasi anggota pasukan TNA yang sekarang telah berobah satusnya menjadi KPA adalah dana yang didasarkan pada dasar hukum MoU Helsinki, bukan dana yang dikucurkan begitu saja oleh pihak RI sebagaimana yang dituduhkan oleh sebagian orang Acheh, misalnya teroris Tarmizi di Waterloo Road, North Ryde NSW, Australia.

yang menyatakan: "Wakil KPA terima wang dari NKRI" (Teroris Tarmizi, 30 Nov 2006 07:08:35 -0000)

 

Kalau ada orang yang menganggap dan menuduh bahwa dana untuk memperlancar reintegrasi adalah dana dari RI untuk wakil KPA, maka anggapan dan tuduhan itu hanyalah tuduhan yang keropos saja yang disengaja untuk menghancurkan GAM dan KPA dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya.

 

Jadi, dengan dimajukannya jurus gebrakan pertama oleh pihak teungku Zakaria Saman ke arah AMM dan Badan Reintegrasi Damai Acheh (BRDA), maka usaha untuk dengan segera membantu kemudahan ekonomi bagi anggota TNA yang telah berobah statusnya menjadi KPA ini terlaksana dengan baik.

 

Dan tentu saja, kalau dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Irwandi Yusuf sebelumnya, ternyata usaha yang dijalankan oleh teungku Zakaria Saman dalam AMM dan seterusnya melalui Badan Reintegrasi Damai Acheh (BRDA) adalah jauh sekali bedanya.

 

Nah dengan berhasilnya  teungku Zakaria Saman mendobrak AMM dan Badan Reintegrasi Damai Acheh (BRDA) dalam hal mencairkan dana untuk memperlancar reintegrasi anggota TNA yang telah berobah statusnya menjadi KPA ini membuktikan sejauh mana kemampuan dan kecerdikan teungku Zakaria Saman. Kemudian kalau dibandingkan dengan yang memakai nama Napoleon Bonaparte dari sindikat Paya Bujok Telianet cabang Fittja dan Hallefors Swedia, justru yang lebih berhak menyandang nama Napoleon Bonaparte adalah teungku Zakaria Saman.

 

Dan buktinya memang Kepala AMM Pieter Feith angkat topi kepada "Napoleon Bonaparte" teungku Zakaria Saman, sehingga dana untuk memperlancar reintegrasi mengucur dengan derasnya keluar.

 

Selamat untuk teungku Zakaria Saman.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=1392

 

Berita

 

Rabu, 29 Nopember 2006, 17:33 WIB

Penyaluran Dana Reintegrasi Mantan TNA Tuntas

Reporter : Adi W

 

Banda Aceh, acehkita.com. Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRDA) kembali menyalurkan dana reintegrasi bagi mantan kombatan (TNA) melalui petinggi GAM di daerah-daerah. Dana itu disalurkan bagi 2.975 anggota militer GAM.

 

Ketua BRDA Yusni Sabi mengatakan, pencairan dana ini merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dengan GAM. MoU Helsinki menyebutkan, Pemerintah Indonesia berkewajiban menyalurkan dana reintegrasi bagi 3.000 kombatan.

 

“Ini tahap akhir penyaluran dana bagi mantan TNA. Semua sudah disalurkan,” kata Yusni Sabi kepada wartawan usai penyerahan cek bagi petinggi GAM daerah-daerah di kantor Forum Bersama BRDA di Banda Aceh, Rabu (29/11).

 

Penyaluran dana itu disaksikan Sekretaris Daerah Aceh Husni Bahri TOB, Wakil Kepala Polda Brigjen Rismawan, dan anggota Aceh Monitoring Mission (AMM). Dari pihak GAM ada Ketua Komite Peralihan Aceh Muzakkir Manaf, Muhammad Usman Lampoh Awe, dan Zakaria Saman.

 

Lebih lanjut Yusni Sabi mengatakan, dana bagi mantan kombatan disalurkan dalam dua tahap. Sebelumnya, sekitar Juni lalu BRDA juga telah menyalurkan dana reintegrasi bagi 943 kombatan.

 

Per kombatan memperoleh Rp 25 juta. Total penerima kali ini adalah 2.975 orang. Dari jumlah itu, 943 di antaranya menerima dana sebesar Rp 12,5 juta. “Karena sebelumnya mereka telah menerima setengah pada tahap pertama. Sementara 25 orang lainnya telah menerima penuh. Totalnya pas 3.000 orang,” sebut Yusni.

 

Penuntasan penyaluran dana reintegrasi dilakukan setelah pihak GAM menyerahkan daftar nama 3.000 kombatannya pada awal November ini. Nama-nama yang diserahkan lengkap dengan alamat tersebut telah diverifikasi BRDA, GAM, dan pihak AMM.

 

Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana reintegrasi sebanyak Rp 593 Miliar untuk tahun 2006 dan Rp 200 Miliar pada tahun 2005.  Yusni menyebutkan, pihaknya akan mengajukan anggaran untuk tahun 2007 sebesar Rp 700 Miliar.

 

“Program reintegrasi ini rencananya akan diselesaikan semua sampai tahun 2008 untuk memberdayakan perekonomian mantan TNA,” kata Yusni.

 

Dana yang diberikan ini bisa dicairkan para kombatan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) mulai tanggal 4-28 Desember mendatang. Setalah semua dicairkan, pihak GAM diminta untuk kembali melaporkan ke BRDA untuk keperluan administrasi dan pelaporan kepada pemerintah.

 

Sementara itu, Teungku Haji Yahya, perwakilan GAM Batee Iliek, Bireuen, mengakui telah menerima cek atas nama seluruh mantan TNA yang ada di wilayahnya. "Ini semua ceknya," sebutnya sambil memperlihatkan lembaran cek setebal dua sentimeter. Dia berharap dana reintegrasi ini bisa membantu kombatan untuk memulai usahanya.

 

BRDA mengeluarkan kebijakan, penerima manfaat dana reintegrasi selain GAM, yaitu anggota GAM (non kombatan), tahanan politik, korban konflik, ahli waris korban meninggal, GAM yang menyerahkan diri pada masa pemberlakuan darurat militer dan sipil, serta anggota Pembela Tanah Air (Peta), lembaga yang dibentuk untuk melawan GAM.

 

Menurut Yusni Sabi, khusus untuk masyarakat korban konflik akan disalurkan dengan sistem basis kemasyarakatan (community base). Per desa akan memperoleh dana ini berkisar antara Rp 70 juta hingga Rp 170 juta atau sangat bergantung pada tinggi-rendahnya eskalasi konflik dan korban. [dzie]

----------