Stockholm, 18 Desember 2006

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

MANG SUPIADIN YUSUF ADI SAPUTRA ASAL GARUT MEMBUAT RUSAK NAMA BANGSA SUNDA DI ACHEH.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

LEBIH BAIK SEGERA MANG SUPIADIN YUSUF ADI SAPUTRA MENINGGALKAN ACHEH KEMBALI KE GARUT DARI PADA MEMBUAT KOMENTAR TENTANG GAM YANG TIDAK MENENTU.

 

"Masalah tersebut sudah tuntas (selesai) dibahas dalam rapat keamanan bersama (COSA) antara Wakil Pemerintah Republik Indonesia, tim pemantau Aceh (AMM), TNI dan Pemerintah daerah, termasuk Malik Mahmud (petinggi GAM di luar negeri), maka sejak saat ini, secara otomatis, organisasi GAM harus bubar dengan sendirinya." ( www.beritasore.com ,"Pangdam IM : Atribut GAM Tak Boleh Digunakan Lagi", Dec 15, 2006 at 02:44 PM)

 

Rupanya Mang Supiadin Yusuf Adi Saputra asal Garut ini ("Mas Sutarto ganti mang Endang Suwarya dengan mang Supiadin untuk terus jajah Acheh, celaka dua belas", http://www.dataphone.se/~ahmad/050406b.htm ) masih belum memahami apa yang tertuang dalam MoU Helsinki yang ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 2005.

 

Coba saja teliti secara seksama apa yang disampaikan oleh Mang Supiadin Yusuf Adi Saputra yang berpangkat Mayor Jenderal TNI dan menjabat sebagai Panglima Komando Iskandar Muda menyampaikan komentar sempitnya tentang GAM. Dimana menurut Panglima Komando Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Supiadin Yusuf Adi Saputra kelahiran Garut ini menyatakan bahwa "organisasi GAM harus bubar dengan sendirinya".

 

Nah, kan bodoh itu pernyataan Mayor Jenderal TNI Supiadin Yusuf Adi Saputra. Mengapa?

 

Karena sebagaimana yang telah dijelaskan dalam tulisan "GAM tidak bubar selama proses perdamaian yang menyeluruh & bermartabat di Acheh masih belum tercapai" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/061217.htm ) bahwa sebagaimana yang tertuang dalam klausul 4 yang menyangkut "Pengaturan Keamanan" dan membicarakan apa yang tercantum dalam klausul 4.2. bahwa "GAM melakukan demobilisasi atas semua 3000 pasukan militernya. Anggota GAM tidak akan memakai seragam maupun menunjukkan emblem atau simbol militer setelah penandatanganan Nota Kesepahaman ini." Nah, dalam pelaksanaan MoU dilapangan, pihak GAM secara konsekuen telah melakukan demobilisasi atas semua 3000 pasukan TNA. Dimana sekarang status hukum TNA telah dirobah menjadi Komite Peralihan Acheh (KPA) dengan meninggalkan semua "seragam maupun menunjukkan emblem atau simbol militer"-nya. Adapun GAM sebagai lembaga atau institusi politik dan hukum menurut MoU Helsinki tetap wujud untuk terus wengawasi jalannya perdamaian yang menyeluruh dan bermartabat bagi semua pihak di Acheh.

 

Jadi, Mang Supiadin Yusuf Adi Saputra kalau Emang tidak mengerti dan tidak paham tentang MoU Helsinki, jangan banyak bersuara, lebih baik diam saja, atau persiapkan untuk kembali ke Garut.

 

Selanjutnya menyangkut Undang-Undang Tentang Pemerintahan Acheh nomor 11 Tahun 2006 adalah sebagai salah satu penjabaran dan pelaksanaan butiran-butiran yang tertuang dalam MoU Helsinki, sebagaimana yang tercantum dalam klausul 1.1.1. yang berbunyi "Undang-undang baru tentang Penyelenggaraan Pemerintahan di Aceh akan diundangkan dan akan mulai berlaku sesegera mungkin dan selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2006."

 

Jadi dengan telah dibuatnya UU Tentang Pemerintahan Acheh nomor 11 Tahun 2006 tidak berarti bahwa GAM bubar, melainkan GAM tetap wujud untuk secara bersama-sama sebagai lembaga atau institusi hukum mengawasi dan mendampingi jalannya perdamaian yang menyeluruh dan bermartabat di Acheh. Apalagi dalam kenyataannya menunjukkan bahwa sebagian besar pasal-pasal dalam UU Tentang Pemerintahan Acheh nomor 11 Tahun 2006 tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati dalam MoU Helsinki. ( "90 % isi UU Pemerintahan Acheh made in DPR RI harus dibuang karena bertentangan dengan MoU Helsinki" , http://www.dataphone.se/~ahmad/060719.htm )

 

Karena itu Mang Supiadin Yusuf Adi Saputra orang Garut ini, yang membuat bangsa Sunda di Garut menjadi malu kepada bangsa Acheh, kalau juga tidak mengerti dan tidak memahami tentang UU Tentang Pemerintahan Acheh nomor 11 Tahun 2006 hubungannya dengan MoU Helsinki, jangan sok banyak komentar tentang GAM segala macam.

 

Terakhir, GAM tetap konsekuen menerapkan dan menjalankan MoU Helsinki, yang tinggal sekarang adalah pihak Pemerintah RI bersama DPR RI yang tidak konsekuen sebagaimana ditunjukkan dalam pembuatan UU Tentang Pemerintahah Acheh Nomor 11 Tahun 2006 yang masih banyak bertentangan dengan MoU Helsinki.

 

Kemudian Mang Supiadin Yusuf Adi Saputra orang Garut ini lebih baik bersiap-siap mengumpulkan senjata dan baju dinas untuk segera kembali ke Garut. Lebih baik menanam pohon jeruk garut untuk nanti hasilnya dijual kepada bangsa dan seluruh rakyat Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------

 

http://www.beritasore.com/index.php?option=com_content&task=view&id=11287&Itemid=36

 

Pangdam IM : Atribut GAM Tak Boleh Digunakan Lagi

Written by Redaksi    

Dec 15, 2006 at 02:44 PM 

 

Banda Aceh ( Berita ) : Panglima Komando Iskandar Muda (Pengdam-IM), Mayjen TNI Supiadin AS menegaskan bahwa semua simbol atau atribut Gerakan Aceh Merdeka (GAM), baik bendera maupun lambang lainnya (PIN) tidak boleh digunakan lagi.

 

"Masalah tersebut sudah tuntas (selesai) dibahas dalam rapat keamanan bersama (COSA) antara Wakil Pemerintah Republik Indonesia, tim pemantau Aceh (AMM), TNI dan Pemerintah daerah, termasuk Malik Mahmud (petinggi GAM di luar negeri)," katanya di Banda Aceh, Jumat (15/12).

 

Pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pernyataan mantan perwakilan GAM di AMM, Irwandi Yusuf, yang menyebutkan pemakaian PIN dan bendera GAM tidak melanggar MoU Helsinki, 15 Agustus 2005 karena dianggap bukan atribut militer GAM.

 

Menurut Pangdam Supiadin, pernyataan Irwandi Yusufitu dinilai masih bersifat individu karena dia tidak mewakili institusi GAM. Karena kalau atas nama institusi bukan lagi Irwandi dan itu penafsiran bersifat sepihak.

 

Bukan itu saja, begitu peraturan Pemerintah RI dikeluarkan tentang partai politik (Parpol) lokal, maka GAM diberikan waktu selambat-lambatnya enam bulan setelah peraturan pembentukan Parpol lokal dikeluarkan.

 

"Maka sejak saat ini, secara otomatis, organisasi GAM harus bubar dengan sendirinya," tegas jenderal berbintang dua itu.

 

Dalam menatap masa depan, rakyat Aceh telah sukses melaksanakan pesta demokrasi Pemilihan langsung kepala daerah (Pilkada), 11 Desember 2006, berjalan aman, lancar, damai dan tanpa insiden.

 

"Saya berharap, kini jangan lagi membahas persoalan masa lampau dan dengan suksesnya Pilkada mari kita jadikan modal untuk merancang dan menatap masa depan yang lebih baik untuk kesejahteraan rakyat Aceh," katanya.

 

Oleh karena itu, berbagai pikiran, statemen (pernyataan) harus diarahkan semua kepada kepentingan masa depan rakyat, kepentingan damai yang abadi bagi rakyat Aceh.

 

Menjawab pertanyaan tentang sikap TNI atas sukesnya calon gubernur Aceh jalur independen, Irwan Yusuf-Muhammad Nazar meraih suara terbanyak dalam penghitungan sementara versi quick count, ia menegaskan tetap masih menunggu hasil final dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) sebagai lembaga resmi penyelenggara Pilkada Aceh.

 

Selain itu, ia mengharapkan kandidat yang unggul sementara jangan euforia dengan hasil hitungan cepat itu karena dikhawatirkan nanti kalau tiba-tiba hasil penghitungan KIP berbeda bisa menimbulkan kekecewaan masyarakat.

 

"Bergembira boleh, akan tetapi tidak perlu euforia, apalagi merepresentasikan dirinya seolah-olah sudah jadi (gubernur), tapi harus bersabar menunggu hasil resmi KIP 2 Februari 2007," demikian Pangdam IM, Mayjen TNI Supiadin AS. (Ant)

----------