Stockholm, 13 Februari 2007

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

ACHEH DIBAWAH NAZAR & IRWANDI MAKIN MASUK KE GUA OTONOMI-NYA UUD 1945 MODEL MPU TANTULAR & YUDHOYONO.

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SIRA DAN KELOMPOK INDEPENDEN MIMPI MENGATUR ACHEH DENGAN SELF-GOVERNMENT MODEL PASAL 18B AYAT (1) UUD 1945.

 

Ketika Ahmad Sudirman menjelaskan secara terang dan gamblang bahwa Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar telah diberi diplom dengan hadiah topi burung garuda made in Mpu Tantular hindu majapahit Hayam Wuruk, maka langsung saja para pendukung kelompok SIRA dan independen kelihatan seperti cacing kepanasan. Mengapa?

 

Karena mereka adalah tidak memahami apa yang dimaksud dengan Self Government sebagaimana yang dimaksud dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005 dan apa yang dimaksud dengan model otonomi acuan Pasal 18B ayat (1) UUD 1945.

 

Nah, karena mereka itu pada buta atau dengan kata lain tidak memahami dan tidak mengerti sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Negeri Acheh dan dikaitkan dengan MoU Helsinki dengan Self Government-nya, maka mereka ketika disodorkan jamu gendong Mpu Tantular cap burung garuda yang didasarkan pada ramuan akar pohon-pohon Pasal 18B ayat (1) UUD 1945 langsung saja disantok dan diminumnya dengan lahapnya. Kan itu benar-benar celaka dua belas.

 

Akhirnya, mereka yang sudah terkena racun jamu gendong Mpu Tantular cap burung garuda langsung saja sesumbar ”…ahmad sudirman memang brilian tapi sayang dia itu seperti orang yg sudah pikun..suka menulis dan ngompori hal2 yg rusak aja” (bang_nini@yahoo.com , acehkita.com , 12 Februari 2007). Atau mereka berteriak seperti cacing yang kepanasan sambil mengingau ”…saya tau ahmad sudirman adalah orang yg cukup pinter. Namun sayang kepinterannya digunakan untuk mengadu domba sesama kita orang aceh” (Surya, matamamplam_79@yahoo.co.id , acehkita.com , 12 Februari 2007)

 

Nah,  mereka yang sesumbar dan berteriak seperti Nini dan Surya diatas serta yang lainnya yang suka berenang dalam kolam air keruh acehkita.com adalah tidak mengerti baik itu sejarah Acheh ataupun sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI dikaitkan dengan jatuh bangunnya RI dan Acheh. Paling yang mereka pelajari baik ketika dibangku sekolah atau dibangku perguruan tinggi adalah sejarah yang dikutip dan digali dari sudut kelompok unitaris RI-Jawa-Yogya saja. Kemudian, kalau mereka ditanya siapa itu kelompok unitaris RI-Jawa-Yogya? Pasti jawabannya adalah kami tidak tahu, kami tidak pernah mendengar istilah tersebut. Nah, kan ngaco dan payah kalau berbicara dan menerangkan kepada mereka yang buta akan RI-Jawa-Yogya.

 

Jadi, memang wajar saja, kalau Ahmad Sudirman memberikan pandangan dan gambaran bahwa Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar masih tetap dalam kubang air keruh hasil galian Pasal 18B ayat (1) UUD 1945 dengan otonomi-nya yang bertentangan dengan apa yang sudah disepakati dalam MoU Helsinki, maka para pendukung mereka berdua, baik dari SIRA ataupun dari kelompok independen pada menggerutu dan berjungkir-jungkir seperti budak-budak kecil yang tidak diberi uang receh untuk membeli bombon.

 

Nah sekarang, karena memang sudah jelas dan gamblang bahwa Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar sudah diberi hadiah topi burung garuda-nya Mpu Tantular hindu majapahit Hayam Wuruk dengan tali UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang sebagian besar pasal-pasalnya bertentangan dengan MoU Helsinki, maka mereka berdua sampai kapanpun, tidak akan berani lagi membongkar dan mengajukan serta menuntut untuk merevisi dan mengamandemen isi UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh tersebut untuk disesuaikan dengan MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Terakhir, tentu saja, para pendukung SIRA dan independen tidak akan ada yang berani menampilkan alasan hukum, politik dan sejarah di mimbar bebas ini secara terbuka guna dipakai alat mempertahankan jamu gendong Mpu Tantular cap burung garuda yang didasarkan pada ramuan akar pohon-pohon Pasal 18B ayat (1) UUD 1945 yang dituangkan dalam bentuk ramuan UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh made in DPR RI. Ah…, dasar pada keturunan dari Mpu Tantular.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------