Stockholm, 12 Maret 2007

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

LAMKARUNA YANG TIDAK MEMAHAMI SEJARAH ACHEH KECUALI HANYA MAU DISUAPI DENGAN KUCURAN CERITA MITOS MBAH SOEKARNO

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

MASIH MEMBAHAS LAMKARUNA YANG TIDAK MEMAHAMI SEJARAH ACHEH KECUALI HANYA MAU DISUAPI DENGAN KUCURAN CERITA MITOS MBAH SOEKARNO

 

"Membaca tulisan Ahmad Sudirman yang dikirimkan kemana-mana, termasuk ke ahmad@dataphone.se (alamat emailnya sendiri, periksa dengan teliti tujuan emailnya) maka dapat dikatagorikan Ahmad Sudirman "ka brat pungo" kalau bahasa sunda "cileupeng". Tanggal 5 menghasut masalah sumpah Ilyas Pasee, tanggal 7 masalah aneksasi Aceh dengan RI, tanggal 8 masalah Pasundan. Yang terakhir ini cocoklah untuk abah yang "atos pikun" Ahmad Sudirman karena itu leluhurnya. Yang memprihatinkan saya sekarang adalah hobinya itu membangkitkan permusuhan yang bersumber pada pemahaman "ashabiyah jahiliyah". Kalau itu dasar pikirannya dalam semua kegiatan propagandanya; mungkin nanti dia akan mempropagandakan kembali bagaimana sikap perbuatan abu lahab/abu jahal dan abu-abu lainnya terhadap Rasulullah SAW; maka kita akan mencari cucu-cicit abu lahab/abu jahal dan abu-abu lainnya yang mungkin diantaranya abu Ahmad Sudirman; untuk dilakukan balas dendam." (Muhammad Lamkaruna, bannalamkaru@yahoo.com ,[202.147.193.42] , Date: Sun, 11 Mar 2007 18:17:11 -0700 (PDT))

 

Sebenarnya Ahmad Sudirman mengharapkan arah jalur pikiran saudara Muhammad Lamkaruna yang mengaku orang Acheh dari golongan Melayu muda, kelahiran Lhokseumawe, lulusan IAIN Arraniry Darussalam, Banda Acheh yang berisikan tentang sejarah Acheh dikaitkan dengan jalur sejarah berdiri, hilang dan bangunnya RI di mimbar bebas ini. Tetapi, dalam kenyataannya saudara Lamkaruna bukan melahirkan jalur pikiran tentang Acheh, melainkan ia hanya sekedar memberikan tanggapan yang ada ditingkat permukaannya saja. Misalnya seperti masalah sumpah Bupati yang "cuma sekedar menghormati mayoritas penduduk aceh utara yang beragama Islam", atau hanya sekedar mengumandangkan cerita tuduhan "Ilyas Pase tidak boleh menjadi Bupati karena ijazah Aspal (asli tapi Palsu)", atau cerita picisan "bahwa orang orang yang mengelilingi Ilyas Pase itu mayoritas adalah kelompok Bajing Loncat dan lalat mirah", atau juga cerita hasil memungut dipasar tentang cerita Ahmad Sudirman yang dianggapnya "adalah hobinya itu membangkitkan permusuhan yang bersumber pada pemahaman "ashabiyah jahiliyah" ".

 

Nah, seorang sarjana lulusan IAIN Arraniry Darussalam, Banda Acheh ketika diharapkan untuk menuliskan sejarah Acheh yang bersih dari mitos Soekarno, eh… malahan bercerita melantur kehal-hal yang tidak ada kena mengena dengan sejarah Acheh yang dikaitkan dengan jalur sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI.

 

Contohnya, seperti yang disampaikan oleh saudara Lamkaruna hari ini dalam isi tanggapannya yang menyangkut masalah Ahmad Sudirman yang "hobinya itu membangkitkan permusuhan yang bersumber pada pemahaman "ashabiyah jahiliyah" ".

 

Nah, kalau diteliti dari apa yang disampaikan oleh Lamkaruna dalam tanggapannya itu ternyata jalur pikiran dan pandangan seorang sarjana lulusan IAIN Arraniry Darussalam, Banda Acheh masih berada dibawah tingkat yang memadai untuk disebut sebagai sarjana. Mengapa?

 

Karena kalau Ahmad Sudirman membahas masalah jalur sejarah Acheh yang dikaitkan dengan jalur sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI, maka itu namanya bukan menampilkan hasil suatu pemahaman "ashabiyah jahiliyah", melainkan suatu usaha untuk meluruskan jalur periode sejarah tentang Acheh yang dikaitkan dengan RI yang telah dimanipulasikan oleh golongan unitaris Soekarno untuk kepentingan politik, kekusaan dan negara RI.

 

Nah, pelurusan jalur periode sejarah dengan segala isinya yang telah dibelokkan oleh para penerus unitaris Soekarno inilah yang diluruskan oleh Ahmad Sudirman. Jadi, pelurusan sejarah Acheh tersebut adalah bukan suatu bentuk usaha "ashabiyah jahiliyah". Begitu juga yang menyangkut Negara Pasundan adalah merupakan suatu usaha pelurusan sejarah yang ada kaitannya dengan Negara Pasundan dikaitkan dengan Negara RI dibawah golongan unitaris Soekarno. Jadi, bukan suatu usaha untuk menampilkan "ashabiyah jahiliyah" sebagaimana yang diklaim oleh saudara Lamkaruna.

 

Nah sekarang, kalau memang saudara Lamkaruna memiliki gagasan dan ide yang baik hasil penggalian dari IAIN Arraniry Darussalam, Banda Acheh yang menyangkut sejarah Acheh kaitannya dengan RI, maka dipersilahkan untuk dikemukakan di mimbar bebas ini, agar supaya seluruh bangsa dan rakyat Acheh, baik yang ada di Acheh ataupun diluar Acheh bisa membaca dan memahaminya. Bukan seperti sekarang ini, dimana saudara Lamkaruna yang katanya orang Acheh asli hanya bisa dan sanggup disuapi oleh cerita mitos buatan Soekarno yang menyangkut sejarah Acheh kaitannya dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI.

 

Justru inilah saatnya untuk bangsa dan rakyat Acheh yang cinta akan agama, negeri dan rakyat Acheh secara berlomba-lomba dengan mengharapkan keridhaan Allah untuk menampilkan jalur sejarah Acheh yang benar-benar bersih dari pengaruh udara mitos mbah Soekarno dengan mitos Acheh-nya yang banyak dimanipulasi untuk kepentingan politik, kekuasaan dan negara RI.

 

Tetapi, kalau ternyata saudara Lamkaruna tidak sanggup untuk menuliskan jalur sejarah Acheh yang bersih dari pencemaran udara mitos Soekarno, maka menurut Ahmad Sudirman lebih baik diam saja, daripada memberikan tanggapan yang isinya mengawur dan memalukan seluruh almamater IAIN Arraniry Darussalam, Banda Acheh.

 

Jadi, kalau saudara Lamkaruna mengharapkan perubahan nasib di Acheh, maka justru saudara Lamkaruna sendiri yang harus merobah nasib di Acheh, dimana salah satunya dengan cara melihat dan menuliskan kembali sejarah Acheh yang bersih dari pencemaran udara mitos mbah Soekarno dari RI yang sampai detik sekarang ini terus menyelimuti udara sejarah Acheh.

 

Tentu saja, kita sebagai muslim yang mukmin disamping berusaha untuk merobah nasib juga harus tetap memohon petunjuk dan pertolongan Allah agar usaha kita tetap diridhai oleh Allah SWT.

 

Coba saja pelajari sejarah perjuangan Rasulullah saw ketika di Mekkah dan di Madinah, semua ummat Islam harus tampil bukan hanya sekedar mengaji, i'tiqaf di mesjid serta berzikir saja, melainkan tampil kegelanggang perjuangan melakukan jihad melawan kekuatan angkatan bersenjata para kaum Quraisy dan sekutunya yang ingin menghancurkan Islam dan Negara Islam pertama di Yatsrib.

 

Nah, daerah dan wilayah Negara Islam petama di Yatsrib yang dibangun oleh Rasulullah saw harus dipertahankan dan dijaga dari semua serangan dan gangguan yang datang dari luar. Karena kalau tidak dipertahankan dan dijaga, maka Negara Islam pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw bersama para sahabatnya tidak akan mampu bertahan sampai tahun 1924.

 

Jadi, saudara Lamkaruna kalau juga saudara mau membangun dan mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw, maka pelajarilah jalur kehidupan dan perjuangan Rasulullah saw, bukan hanya cerita dan contoh Rasulullah saw itu dipampang dan dideretkan di rak-rak buku saja untuk tontonan orang.

 

Terakhir, tentu saja saran dari Ahmad Sudirman untuk saudara Lamkaruna adalah kalau memang saudara adalah benar-benar sudah matang sebagai seorang sarjana IAIN Arraniry Darussalam, Banda Acheh, maka sebaiknya galilah sejarah perjuangan Rasulullah saw kemudian kaitkan dengan sejarah jalur pertumbuhan dan perkembangan Acheh yang selanjutnya kaitkan dengan jalur bangun, hilang dan berdirinya negara RI. Jadi, saudara Lamkaruna bukan hanya sekedar menunjuk jari-tangan dengan diiringi suara: "lebih banyak mengaji, i'tiqaf di mesjid serta berzikir" dan "berdakwahlah jangan propaganda yang membangkitkan permusuhan Aceh dengan Jawa, Sunda dengan Jawa dan mungkin nanti bisa jadi Jawa luar Jawa dengan Jawa asli."

 

Ahmad Sudirman menunggu karya ilmiah saudara Lamkaruna tentang sejarah Acheh kaitannya dengan jalur proses pertumbuhan dan pekembangan RI di mimbar bebas ini.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad.swaramuslim.net

ahmad@dataphone.se

----------

 

Received: from [202.147.193.42] by web90605.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Sun, 11 Mar 2007 18:17:11 PDT

Date: Sun, 11 Mar 2007 18:17:11 -0700 (PDT)

From: muhammad lamkaruna <bannalamkaru@yahoo.com>

Subject: Ahmad Sudirman ka brat pungo

To: ahmad@dataphone.se, albiruny@gmail.com, tanoh_aceh@yahoo.com, beurahim@yahoo.com, nyakwa.aceh@yahoo.com

 

Dengan hormat,

 

Membaca tulisan Ahmad Sudirman yang dikirimkan kemana-mana, termasuk ke ahmad@dataphone.se (alamat emailnya sendiri, periksa dengan teliti tujuan emailnya) maka dapat dikatagorikan Ahmad Sudirman "ka brat pungo" kalau bahasa sunda "cileupeng". Tanggal 5 menghasut masalah sumpah Ilyas Pasee, tanggal 7 masalah aneksasi Aceh dengan RI, tanggal 8 masalah Pasundan. Yang terakhir ini cocoklah untuk abah yang "atos pikun" Ahmad Sudirman karena itu leluhurnya. Yang memprihatinkan saya sekarang adalah hobinya itu membangkitkan permusuhan yang bersumber pada pemahaman "ashabiyah jahiliyah". Kalau itu dasar pikirannya dalam semua kegiatan propagandanya; mungkin nanti dia akan mempropagandakan kembali bagaimana sikap perbuatan abu lahab/abu jahal dan abu-abu lainnya terhadap Rasulullah SAW; maka kita akan mencari cucu-cicit abu lahab/abu jahal dan abu-abu lainnya yang mungkin diantaranya abu Ahmad Sudirman; untuk dilakukan balas dendam.

 

Maka oleh karena itu kami himbau agar Ahmad Sudirman lebih banyak mengaji, i'tiqaf di mesjid serta berzikir sehingga terbuka pintu hidayah untuk kembali ke jalan yang benar dan diridhai oleh Allah SWT. Masalah batas wilayah dan pemerintahan itu adalah hal keduniaan semata, selama tidak mengganggu ubudiyah kita dengan Maha Pencipta bisa ditoleri.

 

Jadi sadarlah Ahmad Sudirman, berdakwahlah jangan propaganda yang membangkitkan permusuhan Aceh dengan Jawa, Sunda dengan Jawa dan mungkin nanti bisa jadi Jawa luar Jawa dengan Jawa asli. Hentikan itu semua, hentikan.

 

Terima kasih atas perhatian saudara.

----------