Stockholm, 12 Maret 2007

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

BANGSA DAN RAKYAT ACHEH HARUS MENGERTI & MEMAHAMI SEJARAH-NYA SENDIRI TIDAK TERGANGTUNG PADA CERITA MITOS SOEKARNO

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SEDIKIT MENGULAS TENTANG BANGSA DAN RAKYAT ACHEH YANG HARUS MENGERTI & MEMAHAMI SEJARAH-NYA SENDIRI TIDAK TERGANTUNG PADA CERITA MITOS MBAH SOEKARNO

 

"Terima kasih kepada Ustad Ahmad Sudirman. Yang mana Ustad telah banyak mengorbankan waktu yg begitu banyak dalam menuliskan sejarah Acheh. Kita selalu mendoakan kepeda orang acheh itu sendiri supaya allah membuka pintu hati kepada sejarahnya. yg mana sejarah itu sendiri akan mengikuti faktanya." (Saifulbahri Rusdi, saifulbahri_rusdi@yahoo.no , [85.166.162.252] , Date: Sun, 11 Mar 2007 20:29:09 +0100 (CET))

 

"Argumen Ahmad Sudirman dapat diuji secara akademis. Dia juga bukan orang Acheh. Saya salut dengan kemampuannya adu logika secara konsisten dan mampu membuat orang yang menantangnya keluar warna aslinya. Orang-orang bermental tidak ksatria cenderung reaksionis ketika terhantam dengan argumen yang teruji benar. Orang-orang ini biasanya hanya mampu melayani debat kusir dan saling ejek di internet, tetapi begitu diajak debat secara akademis orang-orang pengecut ini langsung kecut dan timbul emosi. Pemanggilan Asu kepada Ahmad Sudirman adalah salah satu contoh dari ketidaksatriaan itu. Asu adalah sebutan penghinaan sebab ia berarti anjing, dalam bahasa Jawa." (Hinokaru Hokagata, albiruny@gmail.com , Date: Wed, 20 Jul 2005 09:25:34 +0200)

 

"Menurut saya bukannya bung Ahmad tidak berani mempublikasikan artikelnya tetapi media (pers) kitalah yang penakut, takut dapurnya tidak mengepul lagi. Bahkan dari sekian banyak media di negri ini cuma "acehkita.com" yang berani menampilkan tulisan beliau....media lain...? jauuuuh coy. So buat bung Ahmad saya tunggu tulisannya yang lain, buat referensi pembelajaran sejarah Aceh, capek lama2 baca sejarah Aceh buatan pemerintah (banyak kali yang gak lulus sensor)....!!!!! " (Balita, smart_baby306@yahoo.com , "Topik: pers indonesia memble" , 02 Maret 2007 , http://www.acehkita.com/index.php?dir=message&showold=yes&page=5 )

 

"Saya cuma berharap, orang-orang yang punya pikiran cerdas untuk Aceh, meskipun kadang tak seide dengan kita jangan di caci. Orang Aceh kembali harus belajar falsafah "Pinto Aceh" bila memang mau menghargai pendapat orang walaupun pahit sekalipun. Sebenarnya apa yang disampaikan Ahmad Sudirman adalah sikap beliau secara umum terhadap Indonesia. Namun karena kedekatannya dengan orang-orang Aceh di Eropa, beliau ingin memberikan wacana sehat untuk proses pembelajaran kita semua pembaca AK News.Lebih baik menghargai daripada mencaci." (Syahmatang, syahmatang@yahoo.com ,"Topik: ACEH MAU DIBAWA KEMANA?", 02 Maret 2007,

http://www.acehkita.com/index.php?dir=message&showold=yes&page=4 )

 

Nah, membaca beberapa komentar tentang penulisan sejarah Acheh yang sampai ke email box ahmad@dataphone.se ataupun yang disampaikan ke redaksi acehkita.com, ternyata bangsa dan rakyat Acheh telah mengerti dan memahami betapa pentingnya untuk mengerti dan memahami akan sejarah Acheh yang bersih yang bebas dari pencemaran cerita-cerita mitos yang dikarang oleh pihak-pihak yang hanya mengambil keuntungan dari Acheh saja, misalnya dari golongan unitaris Soekarno yang dari sejak awal berdirinya RI dan NKRI telah berusaha untuk menutupi jalur proses sejarah pertumbuhan dan perkembangan Acheh yang sebenarnya.

 

Misalnya saudara Saifulbahri Rusdi di Norwegia telah mengerti dan menyadari betapa pentingnya bangsa dan rakyat Acheh memahami sejarah Acheh, karena dengan mengerti dan memahami sejarah Acheh,  tidaklah mungkin pihak luar bisa memperlakukan bangsa dan rakyat Acheh sekehendak hati mereka sendiri.

 

Juga saudara "Gubernur Acheh" Irwandi Yusuf yang mengirimkan komentarnya sebelum ia terpilih menjadi "Gubernur Acheh" atas tulisan-tulisan Ahmad Sudirman tentang sejarah Acheh, dimana saudara "Gubernur Acheh" pernah menuliskan:

 

"Argumen Ahmad Sudirman dapat diuji secara akademis. Dia juga bukan orang Acheh. Saya salut dengan kemampuannya adu logika secara konsisten dan mampu membuat orang yang menantangnya keluar warna aslinya. Orang-orang bermental tidak ksatria cenderung reaksionis ketika terhantam dengan argumen yang teruji benar. Orang-orang ini biasanya hanya mampu melayani debat kusir dan saling ejek di internet, tetapi begitu diajak debat secara akademis orang-orang pengecut ini langsung kecut dan timbul emosi."

 

Nah disini kelihatan bahwa saudara "Gubernur Acheh" Irwandi Yusuf  telah mengerti dan memahami bahwa apa yang telah digali dan dianalisa oleh Ahmad Sudirman memang sampai detik ini telah teruji, sehingga saudara "Gubernur Acheh" memahami bahwa kalau ada orang lain yang mencoba untuk menanggapi tulisan sejarah yang disusun oleh Ahmad Sudirman, maka akhirnya orang tersebut akan langsung kecut dan timbul emosi apabila diajak untuk berdiskusi secara akademis.

 

Begitu juga saudara Balita melalui acehkita.com pernah melambungkan pandangannya:

 

"Menurut saya bukannya bung Ahmad tidak berani mempublikasikan artikelnya tetapi media (pers) kitalah yang penakut, takut dapurnya tidak mengepul lagi. Bahkan dari sekian banyak media di negri ini cuma "acehkita.com" yang berani menampilkan tulisan beliau....media lain...? jauuuuh coy."

 

Nah disinipun kelihatan bahwa saudara Balita telah mengerti dan memahami bahwa tulisan-tulisan sejarah yang disusun oleh Ahmad Sudirman masih dianggap asing dan berada diluar kerangka sejarah atau cerita yang sudah ada dan biasa didengar dan dipelajari di Acheh ataupun di RI. Sehingga hampir semua media yang ada di Acheh dan RI tidak berani secara terbuka dan terang-terangan untuk memuatkan tulisan sejarah yang disusun oleh Ahmad Sudirman. Kecuali, tentu saja redaksi acehkita.com yang sekarang dipimpin redaksinya oleh saudara Adi Warsidi adepalace@yahoo.com menggantikan saudara Fakhrurradzie radzie@acehkita.com yang sekarang memegang manajemen acehkita.com dengan lantang dan beraninya memuat tulisan-tulisan sejarah yang disusun oleh Ahmad Sudirman di kolom "SURAT ANDA".

 

Sama juga seperti saudara Syahmatang yang telah menyampaikan buah pikirannya di acehkita.com yang menyatakan:

 

"Sebenarnya apa yang disampaikan Ahmad Sudirman adalah sikap beliau secara umum terhadap Indonesia. Namun karena kedekatannya dengan orang-orang Aceh di Eropa, beliau ingin memberikan wacana sehat untuk proses pembelajaran kita semua pembaca AK News. Lebih baik menghargai daripada mencaci."

 

Nah disinipun kelihatan dengan jelas bahwa saudara Syahmatang telah mengerti dan memahami tulisan-tulisan sejarah yang disusun oleh Ahmad Sudirman itu adalah merupakan suatu pemberian wacana yang sehat dalam usaha agar bangsa dan rakyat Acheh mengerti dan memahami akan sejarahnya sendiri, sehingga tidak mudah untuk diombang-ambingkan oleh pihak luar yang hanya mencari keuntungan baik keuntungan yang bersipat politik ataupun keuntungan untuk terus menguasai Acheh secara keseluruhan.

 

Terakhir, tentu saja Ahmad Sudirman akan terus melahirkan tulisan-tulisan baik itu tulisan yang menyangkut sejarah, agama, politik, hukum, sosial, ekonomi ataupun tulisan yang menyinggung pendidikan di mimbar bebas ini. Sebagaimana juga yang diminta oleh saudara Balita yang telah menyampaikan keinginannya:

 

"So buat bung Ahmad saya tunggu tulisannya yang lain, buat referensi pembelajaran sejarah Aceh, capek lama2 baca sejarah Aceh buatan pemerintah (banyak kali yang gak lulus sensor)....!!!!! "

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------