Stockholm, 18 Maret 2007

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

MATIUS DHARMINTA DARI JAWA POS MULAI MENARI GAYA KUDA KETOPRAK KEPANG BETAWI LAGI

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SUDAH HAMPIR TIGA TAHUN MATIUS DHARMINTA YANG MENGAKU WARTAWAN JAWA POS MENGOREK-NGOREK BERITA TENTANG ACHEH, KHUSUSNYA PADA MASA MAYJEN TNI ENDANG SUWARYA DAN KOLONEL LAUT DITYA SOEDARSONO BERKUASA DI ACHEH.

 

"Ahh..masak baru tahu sekarang ...!!!" (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , [202.148.10.226] , 18 Mar 2007 06:14:43 -0000) "ini semua dikarenakan tidak ada titik temu dengan cara pandang/daya pemikiran a sudirman........." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , [202.148.10.226] ,18 Mar 2007 06:34:03 -0000) "dia ( a sudirman ) bukan cuma salah alamat aja,  tapi sering juga salah kamar lho.. maklum sudah unsur..." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , [202.148.10.226] , 18 Mar 2007 06:43:19 -0000)

 

Rupanya Matius Dharminta yang mengaku sebagai wartawan Jawa Pos sudah kelihatan kembali berjoged gaya kuda ketoprak kepang betawi sambil tangan sibuk mengkorek-korek berita tentang Acheh, kalau-kalau ada yang bisa dimuat di harian Jawa Pos.

 

Sebenarnya Matius Dharminta sudah lama berenang di mimbar bebas ini, jauh sebelum grup diskusi IACSF (International Aceh Civil Society Forum) dibentuk. Ketika Kolonel Laut Ditya Soedarsono, Mayjen TNI Endang Suwarya dan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono masih mencengkeram Acheh dengan darurat militer-nya, itu Matius adalah termasuk salah seorang pendukung dan penyokong penuh darurat militer di Acheh sambil memakai kedok wartawan Jawa Pos.

 

Ahmad Sudirman sudah lama mengenal perilaku Matius Dharminta yang mengaku wartawan Jawa Pos ini. Dimana jalan pikirannya dari sejak tahun 2004 adalah sama saja, atau dengan kata lain jalan ditempat. Maklum kerjanya hanya mengkorek-korek berita kemudian dieditnya kalau-kalau bisa diterima oleh redaksi Jawa Pos untuk dipublikasikan. Ketika masa perundingan GAM-RI itu kerja Matius adalah hanya melambungkan cerita-cerita tentang GAM yang negatif saja.

 

Dan tentu saja kalau dengan Ahmad Sudirman itu Matius Dharminta sudah babak belur, silahkan saja membacanya bagaimana jalan pikiran saudara Matius ketika berdiskusi dengan Ahmad Sudirman sejak tahun 2004 yang dikumpulkan dengan rapi di http://www.dataphone.se/~ahmad/daftarnw.htm . Baca saja tulisan-tulisan yang judulnya ada dimasukkan nama Matius Dharminta.

 

Nah, ketika GAM telah menguasai Acheh secara de-facto dan de-jure di Acheh, itu Matius Dharminta melalui jalur IACSF (International Aceh Civil Society Forum) mulai mencari-cari jalan untuk mengkeruhkan suasana damai di Acheh. Kalau pada masa darurat militer itu temannya Matius adalah juru penerangan Acheh Kolonel Laut Ditya Soedarsono. Sekarang itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono entah kemana sembunyinya, atau mungkin sudah dimutasikan ketempat yang kering. Begitu juga Matius Dharminta sekali-kali bertempelan dengan Mayjen TNI Endang Suwarya untuk mengeruk berita tentang Acheh dari kantor Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Endang Suwarya.

 

Eh sekarang, setelah GAM berada di Acheh secara de-jure dan de-facto, itu Matius Dharminta mencoba untuk menyulutkan api permusuhan, pura-pura ikut dalam grup diskusi  IACSF (International Aceh Civil Society Forum). Matius Dharminta adalah salah seorang yang menentang perundingan GAM-RI di Helsinki atau dengan kata lain adalah pendukung kuat PDIP-nya Megawati yang menentang MoU Helsinki.

 

Terakhir, karena memang jejak Matius Dharminta sudah tersadap oleh Ahmad Sudirman sejak awal, maka apapun yang diceritakan dan dilambungkan di mimbar bebas ini adalah hanya merupakan cerita kosong alias sampah yang membuat penuh hard disk komputer Ahmad Sudirman saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------