Stockholm, 12 Juli 2007

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

LAMBANG GAM DIPAKAIKAN PADA PARTAI GAM TIDAK BERTENTANGAN DENGAN MOU HELSINKI

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

PEMAKAIAN LAMBANG GAM DALAM PARTAI GAM TIDAK BERTENTANGAN DENGAN MOU HELSINKI 15 AGUSTUS 2005

 

Bagi orang-orang yang tidak atau belum mengerti, belum memahami dan tidak menghayati apa yang tertuang dalam dalam Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh pihak GAM dan RI di Helsinki, Finlandia pada tanggal 15 Agustus 2005 di Helsinki, maka orang-orang tersebut menganggap dan menduga lambang GAM sebagai lambang atau simbol militer yang dipakai TNA (Tentara Negara Acheh) yang harus dihancurkan setelah penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU Helsinki 15 gustus 2005.

 

Nah, orang-orang tersebut disamping  tidak atau belum mengerti, belum memahami dan tidak menghayati apa yang tertuang dalam dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki 15 Agustus 2005, juga orang-orang tersebut memang tidak mengerti dan tidak memahami baik sejarah Acheh ataupun sejarah proses pertumbuhan dan perkembangan jatuh dan bangunnya RI.

 

Jadi, sebenarnya kalau itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta ditambah dengan para Stafnya seperti Menko Polhukam Widodo A.S., Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, Menhan Juwono Sudarsono, Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, KSAD Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Slamet Soebija, KSAU Marsekal Herman Prayitno dan Kapolri Jenderal Pol Sutanto merasa kegerahan dan kalangkabut ketika mendengar dan membaca bahwa GAM telah melahirkan Partai politik GAM dengan memakai lambang GAM, karena memang mereka itu adalah pertama tidak mengerti dan tidak memahami serta tidak menghayati apa yang tertuang dalam MoU Helsinki secara keseluruhan dan kedua bahwa mereka itu adalah juga sebenarnya tidak  mengerti dan tidak memahami tentang sejarah proses pertumbuhan dan perkembangan jatuh dan bangunnya RI dihubungkan dengan Acheh.

 

Dan itu memang terbukti yaitu ketika  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para Stafnya memberikan komentar bahwa GAM memberikan nama Partai Politik-nya dengan nama Partai GAM ditambah dengan mempergunakan lambang GAM adalah bertentangan dengan UU No 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh. Padahal kalau diteliti secara mendalam itu yang namanya UU No 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh buatan Pansus RUU Pemerintahan Acheh yang diketuai oleh Ferry Mursyidan Baldan adalah tidak mencerminkan dan tidak mengacu pada MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Dimana sebenarnya tanpa lahirnya MoU Helsinki 15 Agustus 2005, maka tidak akan muncul yang namanya  UU No 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh. Dan celakanya itu UU No 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh masih harus diamandemen karena sebagian pasal-pasalnya masih banyak yang tidak mengacu pada MoU Helsinki ( "90 % isi UU Pemerintahan Acheh made in DPR RI harus dibuang karena bertentangan dengan MoU Helsinki"  http://www.dataphone.se/~ahmad/060719.htm )

 

Nah, makin kelihatan saja bukan hanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para Stafnya saja yang merasa kegerahan dan kepanasan akibat mendengar GAM memberikan nama Partai Politik GAM dan memakai lambang GAM dalam Partai Politik-nya, melainkan juga sebagian orang-orang di Acheh yang kegerahan dan ikut-ikut kepanasan juga, sehingga lahirlah pernyataan seperti contohnya yang disampaikan oleh saudara Sofyan Dawood yang menyamakan lambang GAM yang dipakaikan pada Partai GAM adalah sama sebagai bendera kesebelasan sepak bola.

 

Mengapa saudara Sofyan Dawood menganggap lambang GAM yang dipakai oleh Partai GAM sebagai bendera kesebelasan sepak bola? Karena ia sendiri tidak mengerti dan tidak menghayati perjuangan GAM itu sendiri yang dipimpin oleh Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Lambang GAM adalah identitas atau jati diri perjuangan yang dipimpin oleh  Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Hilangnya lambang GAM adalah sama dengan hilangnya perjuangan GAM digantikan dengan lambang ala model lambang Partai Politik-nya mbah Susilo Bambang Yudhoyono atau lambang pohon beringin milik Golkarnya Jusuf Kalla.

 

Nah sekarang, lambang GAM adalah tidak bisa dihilangkan selama GAM masih ada dan wujud diatas dunia ini. Adapun embel-embel atau simbol-simbol militer yang dipakai oleh Tentara Negara Acheh (TNA) adalah memang sudah dipunahkan sesuai dengan isi klausul MoU Helsinki 4.2. Tetapi lambang GAM tetap wujud selama GAM wujud. Dan dalam MoU Helsinki tidak tertuang klausul yang isinya GAM harus dibubarkan. Selama proses perdamaian masih berlanjut selama itu GAM beserta lambangnya tetap wujud sebagai pengemban dan pelaksana perdamaian di Acheh.

 

Jadi sekarang, kalau memang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para Stafnya mengotot dan bersikeras menentang pemakaian nama Partai GAM dan lambang GAM, maka itu sama artinya dengan mereka sendiri tidak mengerti, tidak memahami serta tidak menghayati MoU Helsinki yang ditandatangani sendiri oleh pihak ketua juru runding RI Hamid Awaluddin.

 

Terakhir, memang susah untuk memberikan pengertian kepada pihak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para Stafnya yang mereka sendiri memang tidak mengerti dan tidak memahami secara mendalam sejarah proses pertumbuhan dan perkembangan jatuh dan bangunnya RI dihubungkan dengan Acheh. Akhirnya mereka itu kalau berbicara tentang Acheh khususnya tentang MoU Helsinki hanya asal bicara dan keluar suaranya saja.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------