Stockholm, 8 Maret 2008

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.



GAM JANGAN TERPANCING OLEH UMPAN PEMBUNUHAN POLITIK ATU LINTANG YANG DIKONTROL DARI JAKARTA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

PERTAHANKAN MOU HELSINKI, JANGAN TERPANCING OLEH PEMBUNUHAN POLITIK MODEL ATU LINTANG YANG DIKONTROL DARI JAKARTA

 

Saudara Abu Jeunieb di Banda Acheh menulis:

 

 

"Assalamu'alaikum wr wbr. Saboh teut peurtanyaan nyang tinggai bunoe, apa pandangan Tgk. Ahmad Sudirman terhadap kejadian di Atu Lintang, di Atjeh Tengah yang menewaskan ureung geutanyoe. Teurimong Geunasaeh Ateuh Jawaban Droeneuh... Wassalam. Dari Abu Jeunieb nyang mantong Buta dengan Politik" (Abu Jeunieb, abu.jeunieb@yahoo.co.id , [203.91.145.83] , Banda Acheh, Sat, 8 Mar 2008 03:40:10 +0800 (SGT))

 

 

Terimakasih saudara Abu Jeunieb atas pertanyaannya, dan insya Allah dibawah ini akan dijelaskan pandangan Ahmad Sudirman atas tindakan pembunuhan yang bersifat politik terhadap pihak GAM di Atu Lintang, Acheh Tengah.

 

Mengapa dikatakan sebagai pembunuhan terhadap pihak GAM dengan motiv politik? Karena yang memegang kekuasaan secara de-fackto di Acheh setelah MoU ditandatangani di Helsinki, Finlandia adalah GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro beserta Stafnya.

 

Nah, dari pihak kelompok Jakarta terutama yang disponsori oleh pihak PDI-P, PKB, PD dan PAN serta sebagian dari Golkar juga sebagian para pensiunan jenderal TNI yang tidak menyetujui perjanjian Helsinki antara pihak GAM dan RI berusaha untuk menggerogoti hasil perjanjian damai antara GAM dan RI, khususnya melalui jalur Acheh Leuser Antara (ALA) yang merupakan penggabungan Acheh Tengah, Bener Meriah, Acheh Singkil, Acheh Tenggara, Kota Subulussalam, dan Gayo Lues. Juga melalui jalur ABAS yang merupakan penggabungan jalur Acheh Barat dan Acheh Selatan.

 

Pemecahan Acheh menjadi tiga bagian, yaitu Acheh, ALA dan ABAS adalah sangat strategis ditinjau dari sudut Jakarta terutama dari segi geograpi dan segi politik. Dengan Acheh dipecah menjadi tiga bagian, maka usaha bangsa Acheh dan rakyat Acheh untuk penentuan nasib sendiri di bumi Acheh makin melemah. Inilah yang dihembuskan dan didorong serta disokong penuh oleh kelompok yang tidak menyetujui MoU Helsinki diatas. Terutama dari kelompok  PDI-P dan  PKB yang ditunjang oleh sebagian para pengsiunan jenderal TNI.

 

Jadi, pembunuhan yang bermotivkan politik terhadap pihak GAM di Atu Lintang, Acheh Tengah adalah merupakan penjajagan politik yang dijalankan oleh pihak Jakarta terhadap GAM. Dalam hal ini apakah GAM bereaksi terhadap pembunuhan pihak GAM dalam hal ini KPA di Acheh Tengah yang merupakan pusat kekuatan ALA ataukah pihak GAM melakukan tindakan dengan kepala dingin dan penuh kehati-hatian terutama dalam hal komitmen terhadap MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Sekarang, ternyata pihak GAM justru menanggapi tindakan pembunuhan yang bermotivkan politik yang dikontrol dari Jakarta, terutama oleh pihak PDI-P dan  PKB yang ditunjang oleh sebagian para pengsiunan jenderal TNI dengan cara dan melalui jalur dibawah kontrol kepala dingin, dan diserahkan kepada pihak Kepolisian Acheh karena itu sudah menyangkut tindakan pembunuhan atau tindakan kriminil yang langsung dibawah kontrol dan penyidikan pihak Kepolisian di Acheh.

 

Inilah jalan terbaik dan langkah politik yang tepat yang dijalankan oleh pihak GAM dan menganggap bahwa tindakan pembunuhan yang bermotivkan politik yang dikontrol oleh Jakarta itu merupakan tindakan pembunuhan atau tindakan kriminil yang tidak akan menggagalkan MoU Helsinki .

 

Jadi, dalam test pertama yang dijalankan oleh pihak Jakarta melalui jalur ALA dan ABAS-nya melalui pembunuhan anggota KPA di Acheh Tengah tidak berhasil memancing GAM untuk melakukan pembalasan dendam tindakan mereka yang kriminil tersebut, maka langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh pihak Jakarta melalui jalur ALA dan ABAS tersendat atau terpukul ditengah jalan.

 

Pihak PDI-P, PKB dan para pensiunan jenderal TNI merasa bergembira apabila GAM bereaksi terhadap pembunuhan anggoa KPA di Atu Lintang, Acheh Tengah. Tetapi kalau pihak GAM menganggap tindakan pihak Jakarta tersebut adalah tindakan pembunuhan atau kriminil yang perlu dikutuk oleh seluruh dunia, maka muka-muka kelompok Jakarta tersebut akan muram saking kesalnya.

 

Jalan keluarnya adalah pihak GAM tetap komitmen terhadap apa yang telah disepakati dan disetujui serta ditandatangani dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Selama pihak GAM tetap komitmen terhadap MoU Helsinki, maka selama itu kelompok Jakarta yang disponsori oleh PDI-P, PKB, PD dan PAN serta sebagian dari Golkar juga oleh sebagian para pensiunan jenderal TNI akan mati kutu dalam hal pembelahan Acheh menjadi 3 bagian.

 

Ahmad Sudirman mengucapkan selamat kepada pihak GAM yang tetap komitmen dengan MoU Helsinki dan belasungkawa yang dalam kepada keluarga dan lima anggota KPA yang dibunuh secara politik oleh pihak Jakarta. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka, amin.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------