Stockholm, 28 Juni 2008

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.



GAM MEMBANGUN PARTAI ACHEH SEBAGAI ALAT PERJUANGAN POLITIK YANG BERLANDASKAN MOU HELSINKI 15 AGUSTUS 2005 UNTUK MENUJU KEBEBASAN

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

GAM MEMBANGUN PARTAI ACHEH SEBAGAI PERJUANGAN POLITIK YANG BERLANDASKAN MOU HELSINKI 15 AGUSTUS 2005 UNTUK MENUJU KEBEBASAN

 

Perjuangan melalui jalur politik untuk menuju kebebasan di Acheh adalah lebih sulit daripada perjuangan dengan memakai persenjataan militer. Perjuangan menuju kearah kebebasan melalui titian jalur politik adalah perjuangan yang sangat rumit dan menuntut keteguhan, kesatuan, kepandaian, keuletan, keakhlian dan kekuatan ekonomi dari seluruh bangsa Acheh.

 

Berdirinya Partai Acheh adalah merupakan alat perjuangan politik bagi bangsa Acheh yang bercita-cita mencapai kebebasan yang menyeluruh sebagaimana yang didambakan dan dicita-citakan oleh endatu bangsa Acheh dan oleh bangsa Acheh yang menyadari arti kebebasan yang mandiri.

 

Dengan telah lulus verifikasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pemerintah Acheh dan telah didaftarkannya Partai Acheh di Komisi Independen Pemilihan Acheh 4 hari yang lalu, 25 Juni 2008, maka sekarang bangsa Acheh melalui Partai politik Acheh mulai meniti jenjang menuju pembebasan Acheh secara menyeluruh melalui jalur perjuangan politik sebagaimana yang telah dituangkan dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

 

Nah, bagi orang-orang yang anti MoU Helsinki tidak ada jalan lain untuk memperjuangkan Acheh dijalur politik melainkan mereka harus melalui payung hukum MoU Helsinki. Dan bagi orang-orang Acheh yang anti MoU Helsinki dari sejak ditandatangani MoU pada tanggal 15 Agustus 2005 oleh pihak GAM dan pihak RI di Helsinki, Finlandia, maka sekarang sudah tamatlah perjuangan mereka yang masih mendambakan dukungan asing seperti dari pihak negara-negara Uni Eropah, Amerika dan Jepang. Karena perjuangan GAM sekarang adalah perjuangan politik dan hukum langsung di Acheh, bukan di New York ataupun di Kopenhagen atau di Fittja atau Hallefors atau juga di Stavanger.

 

Bagi orang-orang yang masih menggelantungkan dirnya kepada pihak asing misalnya kepada pihak Kerajaan Denmark, Swedia, Amerika, Jerman, Norwegia untuk memperjuangkan pembebasan Acheh, maka usaha-usaha orang tersebut hanyalah usaha dalam mimpi, atau hanya suatu usaha yang sekedar mengikuti ekor-ekor partai sosial atau partai kiri pada tanggal 1 Mei saja ketika orang-orang kiri yang berlabelkan demokrat tersebut berdemontrasi menuntut perjuangan sosial dan politiknya di negerinya masing-masing.

 

Perjuangan untuk pembebasan Acheh melalui jalur politik tidak akan berhasil hanya sekedar ikut-ikutan demontrasi pada tanggal 1 Mei saja bersama orang-orang dari pengikut partai sosial dan partai kiri atau bekas partai komunis saja, melainkan harus melalui jalur politik langsung di Acheh dibawah ladasan MoU Hesinki.

 

Karena itu sekarang GAM bersama Partai Acheh-nya adalah merupakan wadah perjuangan politik yang dilandaskan pada MoU Helsinki untuk menuju kearah cita-cita kebebasan Acheh dimasa yang akan datang.

 

Selamat untuk Partai Acheh dibawah GAM dan selamat bagi keberhasilan perjuangan politik yang dkembangkan oleh Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro beserta Stafnya di Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------