Stockholm, 11 Oktober 2008

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.



SEKARANG PERJUANGAN MENUJU KEBEBASAN ACHEH ADALAH MELALUI TITIAN MOU HELSINKI 15 AGUSTUS 2005 DAN PERJUANGAN ORANG ACHEH YANG MASIH DILUAR MOU, MAKA PERJUANGAN MEREKA SUDAH TUTUP BUKU

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

SEKARANG PERJUANGAN MENUJU KEBEBASAN ACHEH ADALAH MELALUI TITIAN MOU HELSINKI 15 AGUSTUS 2005 DAN PERJUANGAN ORANG ACHEH YANG MASIH DILUAR MOU, MAKA PERJUANGAN MEREKA SUDAH TUTUP BUKU

 

Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro beserta Staf dan rombongannya hari ini, sabtu tanggal 11 oktobor 2008 telah sampai di bumi persada Acheh dengan selamat dan disambut oleh puluhan ribu rakyat dan bangsa Acheh.

 

Ketika Ahmad Sudirman berjumpa dengan Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro pernah beliau menyampaikan isi hatinya untuk segera melihat dan menginjakkan kaki beliau kembali di bumi persada Acheh. Dan hari ini dengan Rakhmat dan Ridho serta Kurnia Allah SWT beliau telah dipekernankan kembali ke Acheh dengan selamat setelah 30 tahun berada dipengasingan.

 

Ahmad Sudirman menyampaikan ucapan selamat dan aman sentosa kepada Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang telah bertemu kembai dengan bangsa dan rakyat Acheh di persada Acheh. Semoga perjuangan beliau dan seluruh bangsa dan rakyat Acheh tetap di Berkahi dan di Ridloi Allah SWT, amin.

 

Dan tentu saja bagi orang dan rakyat Acheh yang masih memperjuangkan Acheh diluar MoU Helsinki 15 Agustus 2005, maka perjuangan mereka adalah sudah tutup buku. Perjuangan mereka adalah perjuangan yang tidak disokong penuh baik oleh bangsa dan rakyat Acheh ataupun oleh pihak dunia internasional.

 

 

"Perjuangan rakyat Aceh sekarang ini, adalah perjuangan kearah sistem yang membawa aspirasi seluruh rakyat Aceh melalui perangkat politik dalam usaha memelihara perdamaian, keamanan dan kebebasan dengan cara yang adil, jujur, dan bermartabat bagi semuanya. Perlu diingat, bahwa perjuangan dengan melalui jalur politik dan demokrasi inilah yang didukung dan disokong sepenuhnya oleh dunia internasional serta saya yakin, juga didukung sepenuhnya oleh semua lapisan rakyat Indonesia yang cinta perdamaain, kestabilan dan kesejahteraan negara ini untuk masa yang akan datang."(Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro, Masjid Raya Baiturrahman, Banda Acheh, Acheh, sabtu, 11 oktober 2008)

 

 

Oleh sebab itu  Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah mengajak kepada orang-orang Acheh yang masih diluar dan menentang MU Helsinki untuk kembali bersama seluruh  rakyat dan bangsa Acheh memperjuangkan Acheh dibawah titian hukum MoU Helsinki.

 

Juga bagi orang-orang Acheh yang menginginkan perpecahan Acheh dan memporakporandakan perdamaian yang menyeluruh sekarang ini, maka Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro mengajak mereka untuk bersatu dan menjaga kesatuan Acheh.

 

 

"Kepada rakyat Aceh, saya menyerukan untuk tetap memelihara dan menjaga perdamaian yang menyeluruh dan jangan berusaha untuk menghancurkan perdamaian ini. Kalau masih ada pihak-pihak yang menentang dan tidak menyetujui MoU Helsinki ini, maka disini, saya menyerukan untuk kembali dan bersatu dengan rakyat Aceh yang sekarang sedang memelihara dan menikmati kedamaian dan kebebasan yang menyeluruh di bumi Acheh." (Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro, Masjid Raya Baiturrahman, Banda Acheh, Acheh, sabtu, 11 oktober 2008)

 

 

Sekarang telah terbukti bahwa persangkaan sebagian orang-orang Acheh yang menganggap dan menduga bahwa Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro tidak mendukung dan menyokong penuh MoU Helsinki 15 Agustus 2005, maka persangkaan dan dugaan mereka adalah meleset dan salah total.

 

 

"Perundingan perdamaian yang panjang seru dan alot antara pihak GAM dan pihak Pemerintah Republik Indonesia di Helsinki, Finlandia. Telah menghasilkan kesepakatan yang dinamakan Memorandum of Understanding ataupun yang lebih dikenal dengan MoU Helsinki. Yang ditandatangani oleh pihak GAM dan RI pada tanggal 15 Agustus 2005 adalah merupakan dasar pijakan hukum bagi terciptanya kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak."(Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro, Masjid Raya Baiturrahman, Banda Acheh, Acheh, sabtu, 11 oktober 2008)

 

 

Dan bagi mereka yang ingin memisahkan diri dari Acheh, maka Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah menyatakan

 

 

"Pada kesempatan ini, saya berpesan kepada seluruh rakyat Aceh untuk tetap menjaga kesatuan Aceh dan jangan sekali-kali trepancing pada usaha-usaha jahat dari beberapa kelompok supersif, dalam usaha mereka untuk mensabotase perdamaian, mengadu domba kita sesama kita dan memecah belah Aceh, yang kalau tidak kita tidak sedari, untuk membendunginya, akhirnya akan menimbulkan konflik berdarah untuk kesekian kalinya yang akan mengangcur-leburkan dan merugikan kesemua pihak"(Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro, Masjid Raya Baiturrahman, Banda Acheh, Acheh, sabtu, 11 oktober 2008)

 

 

Terakhir, sekali lagi Ahmad Sudirman menyampaikan selamat kepada seluruh bangsa dan rakyat Acheh dibawah pimpinan Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro, semoga Allah SWT meridloi perjuangan beliau dan seluruh bangsa dan rakyat Acheh, amin.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------