Bismilallahirrahmanirrahim

Assalamuíalaikum warahmatullahi wabarakatuh

AlhamdulillahirabilĎalamin wassalatu wassalamu Ďala asjrafil Ambija-i walmursalian, Waíala Alihi wa ashabihi adjmaíin.Ammabíakdu faja aijuhal ichwanul Asji, Rahima Kumullah.

Kruseumangat

SjŤŽdara2 njang ulŰn peumulia, bandum pudjoŽ tapeuwoŽ ukeuŽ Po teuh Allah Taíala di ateuŽh kurnia dan rahmat njang ka Neubri keugeutanjoŽ bandum, ka neukabŰi doía nibak geutanjoŽ AtjŤh selama 30 thŰn njang u likŰt njoŽ - seumoga Allah neupeulindŰng, neupeupanjang umu, neupeusihat walafiat keu ureuŽng tjhik geutannjoŽ, gurŤŽ njang peubleut mata geutanjoŽ, Peumimpin rajek geutanjoŽ, TanglŰng NanggroŽ Aceh - Paduka Njang Mulia Tengku Tjhik di Tiro Hasan Muhammad, njang sabť tameudŰía beuna sadjan geutanjoŽ, di NanggroŽ AtjŤh SeuramoŽ Makkah, tanoh keuneubah endatu-teuh.

Alhamdulillah,bak saíat dan uroŽ njang that meumakna dalam seudjarah njoŽ, dŰía geutanjoŽ bandum ka neukabŰi ulťh Po-teuh Allah.

Kruseumangat

KatrŰh tapeuwoŽ Paduka Wali diteumpat njang sutji njoŽ, rumoh Allah Masjid baiturrahman, pusat nanggroŽ AtjŤh njang meuseujarah.

Teuma Paduka Njang Mulia Wali, ulŰn tuwan di ateuŽh nan bandum rakyat AtjŤh njang sabť meuseutia dan meutjhťn keu Wali, deungÚn njoŽ kamoŽ bandum meusambŰt Wali woŽ u nanggroŽ AtjŤh deungÚn laphai

Assalamuíalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Marhaban ya Amirul Mukminin, samíikna wa athíak na.

 

DŰía kamoŽ bandum, semoga, limpah dan nikmat suasana njang djroh that njoŽ, beudjeuŽt keu beureukat, beudjeuŽt teupeukÚng seumangat, beudjeuŽt ta peuťk teuma harkat dan martabat geutanjoŽ lagŤŽ njang kalheuŽh neupeureunoŽ dan neupeuwarťh ulťh ťndatu-teuh, turŰn teumeurŰn dari djamun Po TeumeureuhŰn Sulthan Iskandar Muda.

Dalam keuadaan AtjŤh njang ka aman dan damai djinoŽ, mudah-madahan semangat djroh lagŤŽ na njoŽ, beudjeuŽt tangui dalam usaha geutanjoŽ untŰk ta peubeudÚh keulai AtjŤh dan ta peupeunoh bandum tjita2 geutanjoŽ langŤŽ njang ka meutulťh di dalam kesepakatan bersama MoU Helsinki 15 Agustus ThŰn 2005, di antara Pemerintah Republik Indonesia deungÚn Geurakan AtjŤh Meurdťhka.

Amin.

Amin ya rabbal Ďalamin

 

 

Saudara-saudara yang berbahagia,

Demikianlah sikapur sirih, sambuatan saya di atas kepulangan yang mulia Wali ke AtjŤh dalam bahasa Aceh. Selanjutnya dan mengingat bahwa perjalanan paduka Wali yang begitu jauh, dari benua Eropa, yang tentunya masih dalam kelelahan, maka saya ditugaskan untuk memberi amanat beliau di dalam basa nasional semuga bukan saja dapat diikuti oleh berbagai suku yg berada di Aceh, tetapi supaya dapat diikuti bersama oleh semua lapisan warga Indonesiaí.

Sekian terima kasih.

 

 

 

 

Pernyataan Teungku Hasan Muhammad di Tiro

di

Masjid Raya Baiturrahman

Banda Aceh

Sabtu, 11 Oktober 2008

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kehadapan hadirin dan hadiratyang saya cintai.

Marilah kita bersama panjatkan puji dan syukur kehadhirat Allah Subhanahu Wata'ala yang telah memberikan rahmat dan kurnia-Nya kepada kita sekalian dalam bentuk kebebasan dan kedamaian yang menyeluruh di persada tanah Aceh sejak dari tanggal 15 Agustus tahun 2005 selepas mengalami konflik bersenjata selama 30 tahun yang bermula pada tahun 1976.

Pada hari ini saya sangat berbahagia begitu juga para hadirin-hadirat sekalian. Allah telah melimpahkan nikmat kepada kita, sehingga pada hari yang paling bersejarah ini, insya Alllah saya dalam keadaan sehat walafiat, dapat kembali menginjakkan kaki di bumi Aceh dan saya dapat bertemu muka langsung dengan saudara-saudara, di mana selama ini, telah memberi kesetiaan kepada saya di dalam perjuangan menuntut hak, keadilan dan martabat bagi Acheh.

Kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh di Aceh sekarang ini adalah merupakan nikmat yang telah diberikan Allah kepada Aceh. Belum pernah terjadi dalam sejarah Aceh selama berada dalam penjajahan dan pendudukan bangsa asing, rakyat mendapatkan kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh seperti saat sekarang ini.

Kesemuanya ini adalah merupakan hasil jerih payah perjuangan gigih yang telah diberikan oleh rakyat Aceh dengan jatuh korban puluhan ribu jiwa banyaknya, sementara gempa dan tsunami telah memakan korban sekitar ratusan ribu jiwa banyaknya. Saudara-saudara kita yang telah syahid telah meninggalkan ribuan anak yatim piyatu, saudara-saudara kita yang hilang harta dan cedera tubuh badannya juga tidak terhitung jumlahnya. Ini adalah menjadi tanggung-jawab kita semua untuk memberi bantuan kepada mareka yang akan kita penuhi melalui proses demokrasi dan berencana sebagaimana yang telah kita sepakati di dalam MoU Helsinki.

Kami ingatkan; konflik 30 tahun yang disusuli oleh gempa dan tsunami, mengakibatkan Aceh kehilangan segala-galanya, kita tidak sanggup kehilangan masa depan kita. Justru raihlah masa depan kita melalui proses yang telah ditentukan di dalam MoU Helsinki ini dengan cukup teliti dan berdisiplin tinggi.

Di dalam perang kita telah sangat banyak pengorbanan, akan tetapi, dalam kedamaian kita harus bersedia berberkoran lebih banyak lagi. Memang, biaya perang sangat mahal akan tetapi biaya memelihara perdamain jauh lebih mahal. Peliharalah kedamaian ini untuk kesejahtraan kita semua.

Perundingan perdamaian yang panjang seru dan alot antara pihak GAM dan pihak Pemerintah Republik Indonesia di Helsinki, Finlandia. Telah menghasilkan kesepakatan yang dinamakan Memorandum of Understanding ataupun yang lebih dikenal dengan MoU Helsinki. Yang ditandatangani oleh pihak GAM dan RI pada tanggal 15 Agustus 2005 adalah merupakan dasar pijakan hukum bagi terciptanya kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak.

Adapun sebagian dari hal-hal penting yang terdapat di dalam kesepakatan bersama MoU Helsinki adalah:

Pertama; Mantan pejuang Aceh tidak ada lagi dipanggil dengan sebutan ďsparatisĒ, karena telah mengikat diri dengan kesepakatan yang telah di tanda-tangani oleh pihak seperti termaktup di dalam MoU Helsinki. Kini rakyat Aceh sudah mulai merasakan hidup aman dan tenang serta tidak lagi merasa takut terhadap berbagai tindakan kekerasan seperti yang terjadi di masa konflik yang baru berakhir sekitar tiga tahun yang lalu.

Kedua; Acheh telah lama dilupakan dunia, akan tetapi dengan gempa dan tsunami serta adanya MoU Helsinki, Aceh telah menjadi perhatian dunia internasional untuk dapat dibantu secara langsung terhadap kepentingan rakyat Aceh dari segala kehancuran dan ketinggalan di semua bidang.

Ketiga; Aceh akan mendapatkan kebebasan dalam bentuk hak-hak sipil, politik dan mengenai hak-hak ekonomi, sosioal dan budaya sebagaimana tercantum di dalam Konvenan Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa, di mana proses tersebut, dijalankan melalui proses demokrasi, adil dan bermartabat. Sebagai imbalan, Pemerintah Pusat mempunyai hak-hak tersendiri yang telah diatur di dalam MoU Helsinki tersebut.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak Pimpinan Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Javier Solana di atas dukungan penuhnya terhadap kami dan juga kepada mantan Ketua Tim Misi Monitoring Aceh, Pieter Cornelis Feith beserta Staf dari negara-negara anggota Uni Eropa, ASEAN, Norwegia dan Swiss yang telah berhasil memantau dan menjalankan isi MoU Helsinki sehingga di Aceh terpelihara dan terjaga perdamaian yang menyeluruh ini.

 

Juga saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada mantan Presiden Martti Ahtisaari dari Finlandia, mantan Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan, pemerintah Amerika Serikat, Jepang, Swiss, Swedia, Norwegia dan lain lain yang telah berusaha keras membantu mencari jalan terbaik, guna menyelesaikan konflik Aceh secara damai.

Dalam kesempatan ini, teristimewa, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak Pemerintah Republik Indonesia yang tetap komitmen dengan isi-isi MoU Helsinki dan untuk ini, saya menghargai kebijaksanaan dan tekad baik yang ďdecisiveĒ yang telah diambil oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Bapak Yusuf Kalla yang sejak dari awal lagi tahun 2000, telah merintis jalan penyelesaian konflik yang berkepanjangan di Aceh, harus melalui perundingan bukan dengan cara kekerasan senjata.

Kepada rakyat Aceh, saya menyerukan untuk tetap memelihara dan menjaga perdamaian yang menyeluruh dan jangan berusaha untuk menghancurkan perdamaian ini. Kalau masih ada pihak-pihak yang menentang dan tidak menyetujui MoU Helsinki ini, maka disini, saya menyerukan untuk kembali dan bersatu dengan rakyat Aceh yang sekarang sedang memelihara dan menikmati kedamaian dan kebebasan yang menyeluruh di bumi Acheh.

Perjuangan rakyat Aceh sekarang ini, adalah perjuangan kearah sistem yang membawa aspirasi seluruh rakyat Aceh melalui perangkat politik dalam usaha memelihara perdamaian, keamanan dan kebebasan dengan cara yang adil, jujur, dan bermartabat bagi semuanya. Perlu diingat, bahwa perjuangan dengan melalui jalur politik dan demokrasi inilah yang didukung dan disokong sepenuhnya oleh dunia internasional serta saya yakin, juga didukung sepenuhnya oleh semua lapisan rakyat Indonesia yang cinta perdamaain, kestabilan dan kesejahteraan negara ini untuk masa yang akan datang.

Pada kesempatan ini, saya berpesan kepada seluruh rakyat Aceh untuk tetap menjaga kesatuan Aceh dan jangan sekali-kali trepancing pada usaha-usaha jahat dari beberapa kelompok supersif, dalam usaha mereka untuk mensabotase perdamaian, mengadu domba kita sesama kita dan memecah belah Aceh, yang kalau tidak kita tidak sedari, untuk membendunginya, akhirnya akan menimbulkan konflik berdarah untuk kesekian kalinya yang akan mengangcur-leburkan dan merugikan kesemua pihak

Tak lupa saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bersusah payah memfasilitasi kepulangan saya dan rombongan ke tanah air sebegitu baik.

Terima kasih yang tak terhingga kepada saudara-saudara yang saya kasihi sekalian, yang telah bersusah payah datang ke Banda Aceh dari Ė seluruh Aceh Ė untuk menyambut kepulangan saya ketanah pusaka ini secara meriah sekali, yang tentunya, tak dapat saya lupakan sepanjang hayat saya. Hanya Allah yang akan membalas segala kebaikan saudaraku sekalian. Amin, amin, amin ya Rabbal íalamin.

Akhirnya mengingat kita masih berada di bulan syawal, bulan fitrah, saya ucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri tahun 1429 H. Mohon maíaf lahir dan batin.

Sekian dan terima kasih.

Wassalamuíalaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Teungku Hasan Muhammad di Tiro