Stockholm, 5 April 2000

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

RAKYAT JADI KORBAN AKIBAT KESALAHAN PIMPINAN PKI
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

 

KOMENTAR PADMANABA Ph.D. (GERMAN)

"Pak Ahmad Sudirman yang terhormat. Mengapa Anda tak komentari, bahwa ratusan ribu rakyat biasa, ikut2an terjagal dan diasingkan ke Pulau Buru? Anda tulis "rakyat dikobarkan", seharusnya Anda tulis: "rakyat dikorbankan". Siapa yang mati, Pak? Kan ya rakyat kecil yang miskin papa? Yang untung setelah pembersihan massa ya siapa? Elite politis yang kaya raya dan pedagang2 yang menipu dan merampok harta negara. Tulislah, suara hati nurani Islami Anda..Wassalam." (Padmanaba, Re: MEMPERTAHANKAN IDEOLOGI DENGAN KEKERASAN SENJATA, Padmanaba@uboot.com ,Wed, 5 Apr 2000)

KESALAHAN DARI PIMPINAN PKI YANG MENIPU RAKYAT PETANI DAN BURUH MISKIN

DN Aidit mengusulkan kepada Presiden Soekarno agar 15 juta massa tani dan buruh dipersenjatai. Juga untuk mengusahakan membentuk satuan-satuan yang disebut "Angkatan ke-5" di samping keempat Angkatan Bersenjata. Untuk mempersenjatai Angkatan ke-5 ini PKI merencanakan penggunaan  senjata sebanyak 100 000 pucuk yang dijanjikan akan diberikan secara cuma-cuma oleh Perdana Menteri RRC Chou En Lai. (Sekretariat Negara RI, 30 Tahun Indonesia Merdeka, 1965-1973, hal. 20-21, cetakan ke 7, 1986).

Saya teringat beberapa tetangga yang terkena getah akibat ulah pimpinan PKI ini, dimana satu tetangga seorang tukang jahit masuk jadi anggota PKI karena tergiur janji-janji muluk pimpinan PKI. Nasib baik dia bisa terlepas dari pukulan senjata ABRI-nya Soeharto. Sampai sekarang selamat (kalau beliau masih hidup). Tetapi tetangga yang satu lagi seorang tukang sepatu yang tertipu dengan angan-angan kosong PKI hingga jadi anggota pengurus PKI. Nasib kurang baik tubuhnya kena sapu peluru ABRI-nya Soeharto, sampai sekarang tidak tahu dimana tubuhnya terdampar.

Itu adalah sebagian kecil contoh rakyat buruh miskin yang kena pengaruh dan rayuan manis DN Aidit dengan PKI-nya.

SOEHARTO DENGAN ABRI-NYA UNTUK BERSIHKAN NEGARA DENGAN BERPEGANG TEGUH KEPADA PANCASILA TIDAK PANDANG BULU PUKUL RATA SEMUANYA

Rakyat termasuk Orpol/Ormas yang bukan anggota dan Ormas-Ormas PKI telah termakan propaganda berbisa Soeharto yang waktu itu sebagai Panglima Kostrad bahwa PKI yang telah melakukan penculikan-penculikan dan pembunuhan-pembunuhan para jenderal merupakan bagian daripada usaha perebutan kekuasaan Pemerintah. Pimpinan Angkatan Udara membantu usaha tersebut. Pasukan-pasukan Batalyon 454/Para Divisi Dipenogor dan Batalyon 530/Para Divisi Brawijaya yang berada di Lapangan Merdeka, berdiri di pihak yang melakukan perebutan kekuasaan. (Kedua pasukan ini didatangkan ke Jakarta dalam rangka hari ulang tahun ABRI 5 Oktober 1965). (Sekretariat Negara RI, 30 Tahun Indonesia Merdeka, 1965-1973, hal. 47-67, cetakan ke 7, 1986).

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se