Stockholm, 9 Juli 2000

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

APABILA GUS DUR TIDAK MAMPU MEMBERANTAS KORUPSI, HARUS TURUN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

 

JAWABAN TERAKHIR UNTUK HERMAN RANUWIHARJO

"Pak Ahmad. Seperti di email di bawah ini, Pak Ahmad hanya menyebutkan bahwa Gus Dur akan kehilangan posisinya sebagai presiden apabila Gus Dur dan Jaksa Agung Marzuki Darusman gagal mengadili Soeharto sebelum tanggal 10 Agustus 2000. Bagaimana dengan pertanyaan saya kepada Pak Ahmad yang menanyakan apa yang harus dilakukan oleh Gus Dur dan Jaksa Agung Marzuki Darusman bila mereka gagal mengadili Soeharto? Saya masih menunggu jawabannya". (Herman Ranuwiharjo <hermanranuwiharjo@mail.com> ,Pertanyaan saya belum terjawab, Sun, 9 Jul 2000 07:58:10 -0400 (EDT))

GAGAL MENGADILI SOEHARTO, GUS DUR DAN DARUSMAN HARUS TURUN

Ada beberapa dasar yang melandasi mengapa Gus Dur sebagai Presiden Negara Pancasila dan Marzuki Darusman sebagai Jaksa Agung apabila tidak mampu dan gagal mengadili mantan diktator militer Soeharto harus turun dari jabatannya.

Dimana dasar-dasar pertimbangan ini didasarkan kepada apa yang telah dijadikan bahan pertimbangan dalam pembuatan KETETAPAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR XI/MPR/1998 13 November 1998, yaitu:

Bahwa dalam penyelenggaraan negara telah terjadi pemusatan kekuasaan, wewenang, dan tanggung jawab pada Presiden/ Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang berakibat tidak berfungsinya dengan baik Lembaga
Tertinggi Negara dan Lembaga-lembaga Tinggi Negara lainnya, serta tidak berkembangnya partisipasi masyarakat dalam memberikan kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;

Bahwa tuntutan hati nurani rakyat menghendaki adanya penyelenggara negara yang mampu menjalankan fungsi dan tugasnya secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab agar reformasi pembangunan dapat berdayaguna dan berhasilguna;

Bahwa dalam penyelenggaraan negara telah terjadi praktekpraktek usaha yang lebih menguntungkan sekelompok tertentu yang menyuburkan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang melibatkan para pejabat negara dengan para pengusaha sehingga merusak sendi-sendi penyelenggara negara dalam berbagai aspek kehidupan nasional;

Bahwa dalam rangka rehabilitasi seluruh aspek kehidupan nasional yang berkeadilan, dibutuhkan penyelenggara negara yang dapat dipercaya melalui usaha pemeriksaan harta kekayaan para pejabat negara dan mantan pejabat negara serta keluarganya yang diduga berasal dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan mampu membebaskan diri dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme;

Jadi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas, apabila Gus Dur dan Darusman sebagai penyelenggara negara tidak mampu menjalankan fungsi dan tugasnya secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab agar pembangunan dapat berdayaguna dan berhasilguna, serta tidak mampu membasmi korupsi, kolusi, dan nepotisme yang melibatkan para pejabat negara dengan para pengusaha sehingga merusak sendi-sendi penyelenggara negara dalam berbagai aspek kehidupan nasional, juga tidak mampu memeriksa harta kekayaan para pejabat negara dan mantan pejabat negara serta keluarganya yang diduga berasal dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, maka Gus Dur sebagai Presiden Negara Pancasila dan Marzuki Darusman sebagai Jaksa Agung harus turun dari jabatannya.

Tentu saja apabila Gus Dur turun, saya sampai hari ini belum melihat seorangpun yang mampu menjadi pengganti Gus Dur yang mempunyai ketegasan sikap untuk memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme seperti yang telah ditetapkan dalam Ketetapan MPRRI NR XI/MPR/1998.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se