Stockholm, 1 Februari 2001

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

GUS DUR AKUI KESALAHAN DAN MERUBAH DIRI, BISA SELAMAT
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

 

PELAJARAN BESAR UNTUK SEKULARIS GUS DUR

Menurut saya salah satu jalan keluar dari kemelut yang menimpa Gus Dur akibat kasus dana Yanatera Bulog dan dana bantuan Sultan Brunei Darussalam adalah dengan secara tegas dan jujur Gus Dur harus mengakui bahwa ia telah melakukan kesalahan dengan menyalahgunakan kedudukan presidennya untuk kepentingan kelompoknya dan telah membuat kebohongan dihadapan rakyat negara pancasila dan telah memberikan kepercayaan kepada teman-teman dekat untuk menduduki kursi-kursi kekuasaan pemerintahan. Dimana Gus Dur tidak akan lagi melakukan kesalahan-kesalahan tersebut dan berusaha dengan jujur dan adil untuk menerapkan, melaksanakan dan menjalankan amanah yang telah dibebankan rakyat keatas pundaknya.

SEKULARIS MEGA MASIH BELUM MAMPU MEMBAWA KELUAR DARI KEMELUT  YANG SEDANG MELANDA NEGARA PANCASILA

Dari hasil yang sempat saya baca, pikirkan dan analisa, apa yang telah dijalankan dan dilaksanakan oleh Mega selaku wakil presiden sampai detik ini, masih belum mampu dijadikan sebagai dasar untuk memegang tampuk pimpinan negara pancasila yang sampai sekarang ini sedang mengalami krisis yang bisa memporak-porandakan kehidupan bersama rakyat negara pancasila.

Perubahan pimpinan eksekutif tidak bisa menjamin mulusnya jalan yang akan ditempuh oleh pimpinan yang baru, apalagi kalau sekularis Mega belum dan tidak menampakkan kemampuannya sebagai seorang pimpinan yang cakap untuk memecahkan dan menyelesaikan krisis yang sedang menimpa seluruh rakyat negara pancasila.

SEKARANG TERGANTUNG GUS DUR UNTUK MENGAKUI KESALAHAN DENGAN JUJUR DAN ADIL

Sekularis Gus Dur yang juga disebut sebagai "a political animal" atau seorang politikus yang bermain cerdik dengan segala macam tipu daya, atau dengan istilah lainnya lagi adalah Gus Dur menjalankan dan menerapkan politik-kancil, harus mengakui kesalahan dengan jujur dan adil demi kebaikan seluruh rakyat di negara pancasila.

Hanya tentu saja untuk masa yang akan datang, politik-kancil-nya itu harus selalu didasarkan kepada apa yang telah digariskan oleh Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw, bukan hanya didasarkan kepada kebijaksanaan politik sekularisnya saja.

Juga berusaha dengan sekuat tenaga untuk "tidak mempraktekan usaha yang lebih menguntungkan sekelompok tertentu yang akhirnya menyuburkan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang melibatkan para pejabat negara dengan para pengusaha sehingga merusak sendi-sendi penyelenggaraan negara dalam berbagai aspek kehidupan nasional" (Ketetapan MRP RI No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme)

Ini semua tidak lain adalah sebagai salah satu usaha untuk untuk saling nasehat-menasehati, sebagaimana yang telah diperintahkan Allah SWT: "...nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran" (Al-'Ashar, 103: 3).

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se